
Mawar memasuki Sebuah restoran mewah,di sana beberapa temannya sudah menunggu kehadirannya,setelah memamerkan mobil sport miliknya di status aplikasi hijaunya beberapa temannya memintanya untuk bertemu dengannya di restoran dan memintanya untuk mentraktir mereka.
"Beb...Kamu sudah datang,mana mobil sport milik mu,kamu benar-benar hebat suami mu bekerja di mana sih hingga kamu bisa memiliki mobil mewah ini?" Tanya salah satu sahabatnya,mereka terlihat iri dengan kehidupan Mawar sekarang ini.Sebelum tadi dia menemui sahabatnya dia sudah terlebih dahulu memasuki sebuah toko tas mewah di pusat kota dan membelinya begitu juga sepatu dan pakaiannya dia datang menemui sahabatnya dengan barang branded yang melekat di tubuhnya.
"Sudah...Sudah lebih baik kita duduk dan makan,kalian bisa memesan semua makanan yang kalian inginkan,hari ini aku akan mentraktirnya." Ucap Mawar dengan nada sombong, dia meletakkan tas branded nya di atas meja hingga mata para sahabatnya terbelalak melihatnya.
"Kamu hebat sekali sih beb mendapat suami kaya ,hingga kamu bisa menikmati hidup dengan nyaman." Ucap salah satunya lagi.
Mereka menikmati makanan yang mereka pesan dengan penuh kenikmatan,Mawar cukup bangga karena,dia bisa memamerkan kebolehannya di hadapan semua teman-temannya.
Sampai akhirnya mereka selesai menikmati makannya,Mawar mengeluarkan black card milik suaminya semua sahabatnya benar-benar kagum dan kaget,mereka cukup yakin kalau suaminya Mawar bukan orang sembarangan karena hannya orang-orang tertentu yang bisa memiliki kartu itu.
"Wow.....Black card,amazing....Kali ini kamu benar-benar hebat beb,kalau begini aku bisa iri dengan hidup mu,aku sangat menyukai kehidupan mu yang sekarang." Ucap Sarah dia wanita yang paling mereka kagumi di geng mereka karena dia bisa menggaet pria dengan mudah.
"Sudahlah...Hari ini aku sudah menuruti semua keinginan kalian,aku pergi dulu ya,takutnya suamiku pulang dan tidak menemukan aku di rumah." Ucap Mawar setelah dia membayar semua makanan yang sudah mereka santap hari ini,dia pergi meninggalkan semua sahabatnya yang masih berbisik-bisik di hadapannya.
"Hebat sekali Mawar bisa mendapat suaminya yang sekarang!!"
"Iya,padahal suaminya itu sangat tampan dan masih muda Lo,aku Mawar pernah membuat status di Wa nya." Ucap yang lain mereka tampak iri dengan kehidupan Mawar saat ini.
__ADS_1
Mawar menghentikan mobilnya di depan gang kontarakan kekasihnya,setelah itu dia menghungi nomor kekasihnya.Tidak lama menunggu kekasihnya keluar dari gang rumahnya dan melihat Mawar yang sudah berdiri di depan mobil mewah milik Stella.David sangat tidak percaya dengan apa yang dia lihat hari ini,dia melihat kekasihnya menaiki mobil impian setiap orang.
"Sayang...." David mengelilingi mobil itu dan beberapa kali mengambil gambarnya di samping mobil,dia cukup kagum melihat penampilan Mawar hari ini.
"Sudah sayang kita pergi yuk,nanti ada yang lihat,kamu tidak ingin kan aku mendapat masalah setelah seseorang melihat kita,apa kamu tidak ingin anak mu ini hidup dengan layak kedepannya?"
"Maksud mu? kamu hamil sayang..ya ampun aku bahagia banget mendapat berita hebat ini,kalau saja aku sudah memiliki hidup yang layak aku akan membahagiakan kamu dengan anak kita ini nantinya." Ucap David dia berusaha mempermainkan kata di hadapan Mawar.
"Tidak papa sayang,aku sudah bahagia kok mendapat suami seperti Hendra
,bayangkan anak kita akan menjadi pewaris seluruh hartanya nanti dan kamu harus bersyukur untuk itu." Ucap Mawar.David membawa mobil menuju sebuah hotel kelas rendah,Mawar menolak masuk ke hotel kelas atas karena dia takut ada seseorang yang mengenalinya nanti apalagi suaminya relasinya cukup luas.
"Sudah mungkin mobil pinjaman,lagian itu bukan urusan kita." Ucap seorang pelayan,kepada para temannya yang sedang berbisik-bisik.
****
Sementara itu Stella sudah mulai gelisah karena jam sudah menunjukkan hampir jam tujuh tapi Mawar belum juga muncul di rumah,sementara dia membawa mobil dan black card milik suaminya,dia takut suaminya pulang dan marah kepdanya.
Saat dia sedang gelisah di rumah tiba-tiba mobil suaminya sudah sampai rumah membuatnya semakin ketakutan.Stella membawa tas milik suaminya masuk kedalam rumah dan mengambil air putih untuk suaminya.
__ADS_1
"Sayang kamu kemana saja seharian ini?" Tanya Hendra saat dia menyodorkan minuman ke tangan suaminya.
"Di rumah saja mas,kamu kan tau sendiri aku kurang suka kelayapan." Ucap Stella,Hendra cukup kaget,seharian ini dia sudah curiga jika kartu miliknya bukan Stella yang memakai karena Stella bukan tipe wanita yang suka menghamburkan uang walaupun tidak masalah untuknya.
"Terus kemana Mawar,apa kamu memberikan kartu black card itu kepadanya,kenapa kamu harus memberikan itu kepadanya,kalau kamu memberikan kartu itu bedanya kamu sama dia apa lagi,aku tidak ingin dia menikmati kehidupan yang nyaman dariku.Kamu tau dia sudah menghabiskan uang ratusan juta satu harian ini." Ucap Hendra dia terlihat begitu marah,bukannya dia keberatan memberikan itu kepada Stella tapi jika yang memakainya itu istri keduanya dia benar-benar tidak ikhlas.Stella terlihat sangat kaget mendengar ucapan suaminya.
"Maafkan aku sayang,Mawar mengambilnya dengan paksa dariku tadi pagi,dan dia juga membawa mobilku,maafkan aku mas." Ucap Stella dia meminta maaf berkali-kali membuat Hendra merasa bersalah karena sudah marah kepada Stella.
"Sudahlah sayang,nanti aku yang bicara kepada Mawar,kamu masuk kedalam kamar mu sepertinya dia sudah datang." Ucap Hendra dia mendengar suara mobil istrinya memasuki bagasi rumah.
Mawar masuk kedalam rumah dengan perasan takut,bagaimana tidak dia sudah menghabiskan uang ratusan juta untuk hari ini saja membeli tas dan pakaian branded untuk dia pakai ke acara reuni teman-temannya hari ini.
"Bagus kamu ya....Hebat sekali kamu." Ucap Hendra dia sangat kaget melihat perubahan penampilan Mawar dan membawa beberapa kantong plastik dari toko-toko brand ternama.Hendra sangat marah melihat itu karena selama ini Stella tidak melakukan itu.Hendra mendekati Mawar yang sedang berdiri di hadapannya lalu mengambil semua barang-barang yang ada di tangan Mawar dan membantingnya ke lantai.
"Berani sekali kamu memakai barang milikku Tampa ijin,kamu pikir,kamu itu siapa hah.....Stella saja tidak pernah berani melakukan ini,kamu yang baru kemarin menyandang jadi istriku kamu malah berani menghabiskan uangku hari ini?" Mawar sangat ketakutan melihat wajah Hendra.
"Mas...Aku juga berhak mendapat nafkah dari mu,kamu sudah membelikan mobil mewah untuk Stella apa salahnya aku mendapatkan semua ini." Ucap Mawar,tidak mau kalah.
*** Bersambung***
__ADS_1