
Hendra sangat marah,saat mengetahui kalau dia bukan orang yang pertama menyentuh wanita Mawar,walaupun tidak ada cinta di hatinya kepada wanita itu,menurutnya sebuah kesucian itu adalah sesuatu yang harus di jaga sampai ke pernikahannya.Sama seperti dirinya dulu,bagaimana pun dia menginginkan Stella dia selalu berusaha menjaga Stella agar tidak merusaknya sampai hari dimana mereka sah menjadi suami istri.
"Sudahlah sayang,kamu kembali ke kamar istrimu,bukankah yang kamu inginkan darinya hannya anak saja,kenapa kamu harus marah kepadanya,please jangan mengecewakan aku." Ucap Stella.Hendra menatap lirih istrinya,benar apa kata istrinya,yang dia inginkan hannya anak tidak lebih.
"Baiklah sayang,tunggu aku sebentar disini i love sayangku,hannya kamu wanita yang ada di hatiku." Ucap Hendra lalu mencium kening istrinya dan meninggalkan Stella di kamar mereka.Sebelum Hendra sampai di kamar mawar,dia meneguk sisa anggur yang ada di botol dia berharap malam ini mabuk agar dia bisa cepat menyelesaikan kewajibannya dan berharap wanita itu segera hamil.
Stella berusaha memejamkan matanya,sekuat apa pun dia sebagai wanita pasti ada rasa cemburu di hatinya.Tapi dia sudah berjanji di hatinya akan menerima semua apa pun yang terjadi dan ikhlas dengan semuanya.
Setelah menghabiskan sisa anggur yang ada di botol,seketika kepala Hendra pusing,dia berjalan dengan sempoyongan memasuki kamar Mawar.Mawar sangat kaget saat pintu kamarnya tiba-tiba di buka oleh Hendra dan dia langsung berjalan mendekati Mawar.
"Hei ******,kamu ingin aku meniduri mu malam ini,kamu sudah sangat mengharapkan tubuhku ini kan,hahahaha...Banyak memang wanita yang sangat menginginkan aku,sayang hati dan cintaku sudah kuberikan kepada Stella,wanita yang begitu mengagumkan bagiku." Hendra berbicara sembarangan membuat hati Mawar semakin kesal saja.
"Jika kamu datang kembali ke kamar ini hannya ingin memuji istrimu itu lebih kamu pergi dari sini,aku juga punya perasaan,hatiku sangat sakit jika kamu terlalu memujinya setinggi langit." Ucap Mawar dengan nada meninggi.Melihat Mawar emosi membuat Hendra semakin ingin membuatnya marah.
"Sudahlah lebih baik malam ini layani aku,agar kamu segera hamil dan kita punya anak,itukan yang kaku harapkan dariku." Ucap Hendra lalu membuka kembali baju yang masih menempel di tubuhnya setelah itu dia merebahkan tubuhnya di samping Mawar.
Mawar mulai menggerayangi tubuh Hendra,dia sangat berpengalaman,walaupun Hendra sedikit mabuk dia masih bisa sadar dan sedikit merasakan Mawar yang berusaha membuatnya bergairah,sayangnya Hendra tidak ada nafsu sedikit pun kepada Mawar.
Membayangkan Mawar yang sudah berpengalaman dengan banyak pria membuat Hendra semakin tidak pokus,hal itu membuat Mawar menghentikan permainannya lalu menatap Hendra.
__ADS_1
"Mas,kamu mikirin apa sih hingga tidak ada gairah sedikit pun,aku sudah lelah mas." Ucap Mawar dengan wajah sangat kesal.Hendra menghela napas panjang,ingin sekali dia kembali ke kamar istrinya tapi dia takut Stella kecewa dengannya.
Hendra kembali pokus,dia mengingat tujuannya menikah dengan Mawar dan membayangkan Stella yang berjuang keras untuk melalui semua ini.
Hendra menutup kembali wajah Mawar lalu dia membayangkan wanita itu adakah istrinya dia dengan keras pokus memainkan tubuh Mawar,sementara Mawar sudah sangat bergairah beberapa kali dia mendesah membuat Hendra kembali sulit melakukanya.
"Tolong jangan keluarkan suaramu aku tidak suka" Ucap Hendra,tiba-tiba saja Mawar menghentikan suara desahannya,jujur saja malam ini dia tidak bisa merasakan kenikmatan yang dia inginkan dari Hendra.
Setelah melakukan beberapa kali akhirnya Hendra mengakhiri permainananya,dia cukup senang akhirnya dia bisa melepaskan miliknya di rahim Mawar berharap wanita itu langsung hamil tampa harus melakukannya berulang-ulang.
"Kamu mau kemana mas?" Tanya Mawar saat melihat Hendra mengenakan pakainya dan berjalan mendekati pintu.
"Mas...Aku ini juga istrimu,kenapa yang ada di pikiranmu hannya dia...dia ...dan dia aku muak mas,aku juga istri sah mu,jika kamu tidak menginginkan pernikahan ini,kenapa kamu menikahi ku? ini malam pertama kita,malah kamu ingin kembali dengannya." Ucap Mawar lebih emosi,dia berjalan mendekati Hendra lalu berdiri di hadapan pintu untuk menghalangi hendra keluar dari kamarnya.
"Aku ingin kembali ke kamar istriku,aku belum biasa tidur dengan orang lain." Ucap Hendra,dia takut Stella menunggunya malam ini karena dia sudah berjanji akan kembali.
"Jika kamu pergi malam ini mas,aku akan meminta cerai kepadamu sekarang juga."
"Kamu mengancam ku?" Tanya Hendra sambil menatap sinis kepada Mawar,dia tiba-tiba jijik mendengar ancaman mawar ke padanya.
__ADS_1
"Silahkan,aku juga sangat ingin kamu menceraikan aku,jangan kamu mengira kalau kamu begitu berharga di mataku,kalau bukan karena istriku sangat menginginkan aku untuk menikah aku tidak sudi menikahi wanita sepertimu apalagi kamu sudah tidak perawan lagi."Ucap Hendra,lalu dia bergegas naik kembali ke atas ranjang dan tidur di pinggiran ranjang.
****
Keesokan harinya,Stella bangun seperti biasa,dia langsung menyiapkan segala keperluan Hendra untuk berangkat ke kantor karena dia menolak untuk cuti kerja.
Setelah selesai mandi,Stella membuat kopi untuk suaminya dan tidak lupa memanggang sepotong roti untuk suaminya.Walaupun di rumah mewah itu ada beberapa pelayan dan juga Iyem yang begitu dekat dengan Stella,dari awal menikah sampai hari ini Stella selalu melayani suaminya sendirian bahkan sekalipun Hendra pulang tengah malam entah dari mana dia akan tetap me nunggunya.
"Pagi sayang....Kamu sudah menyiapkan sarapan ini untukku sayang."Ucap Hendra dia memeluk tubuh Stella dari belakang lalu mencium leher istrinya itu.
"Kamu sangat wangi pagi ini sayang." Ucap Hendra membuat Stella malu karena Iyem sudah berdiri tidak jauh dari mereka.
Mawar berdiri jauh dari mereka,setelah selesai keramas pagi,rencananya dia ingin pamer kepada karena sudah bisa menghabiskan malam bersama suaminya,ternyata yang ada dia melihat pemandangan yang sangat menyakitkan matanya.
"Suatu saat aku harus bisa menjadi ratu di rumah ini dan juga di hati mas Hendra,nikmati saja untuk sekarang ini wanita mandul." Ucap Mawar dengan nada hampir tidak terdengar.Dia berjalan menghampiri mereka lalu dia mengambil tempat duduknya di samping Hendra.
"Kamu di sana ini tempat duduk istriku."
"Mas,itu sama saja,dia juga istrimu aku bisa duduk di hadapanmu."Mendengar ucapan Stella hati Mawar semakin panas karena dia menilai Stella sedang cari muka di hadapan Hendra.
__ADS_1
*** Bersambung***