
Rini sangat kesal melihat keberanian Stella menyela ucapannya,dia mengoceh saat Stella meninggalkan mereka berdua bahkan wanita itu tidak menawarkan minuman untuk mereka.
"Ingat Mawar kamu harus segera menyingkirkan wanita mandul itu dari rumah ini,jangan sampai dia berkuasa di rumah ini nantinya." Ucap Rini,dia terus menatap ke arah tangga,dan ternyata Stella benar-benar tidak menemui mereka kembali.
Rini dan Mawar meninggalkan rumah mewah milik Hendra,dari lantai atas Stella melihat mobil mertuanya meninggalkan rumahnya dia tersenyum pahit melihat kepergian mertua dan wanita pilihan nya untuk suaminya nantinya.
Stella enggan keluar dari dalam kamarnya sampai suaminya kembali dari kantor,dia masih memikirkan bagaimana nasibnya nanti setelah suaminya menikah,dia takut cinta suaminya akan berubah seiring pernikahannya dengan istri keduanya.
Hendra masuk kedalam rumah,dia sedikit heran karena tidak menemukan istrinya di ruang tamu,karena sudah menjadi kebiasaan saat dia kembali dari kantor Istrinya akan menunggunya di ruang tamu.
Saat berjalan melewati sopa,dia melihat kartu undangan pernikahannya ada di sana,dia mengambil kartu itu lalu membuangnya ke tempat sampah.
"Keterlaluan memang mama,tidak puas kah dia melukai hati Stella setiap hari,sekarang dia malah datang memberikan kartu undangan ini,apa mama tidak perempuan ya,apa dia tidak punya perasan sedikit pun,apa dia tidak pernah berfikir jika posisi Stella ada di posisinya keterlaluan memang,mereka berdua sama saja." Sungut Hendra lalu berjalan menaiki anak tangga menuju kamar mereka.
"Sayang apa yang sedang kamu lakukan." Tanya Hendra saat melihat Stella sedang memandangi awan di luar,sore ini memang cuaca sedang tidak bagus,mendung seperti hati stella yang sedang galau dengan kehidupannya.
"Sayang!!" Hendra kembali memanggil stella yang mengabaikan pertanyannya Hendra memeluk Stella dari belakang lalu menyandarkan wajahnya di pundak Stella.
"Sayang maafkan mama ya!!."
"Untuk apa?" Akhirnya Stella membuka mulut,dia sedikit aneh dengan sikap suaminya.
__ADS_1
"Mama memberimu undangan pernikahan itu kan?"
"Iya,memangnya apa yang salah mas,itu hak mereka mas,biarkan saja,aku sudah lelah dengan mama mu,selama ini aku sudah berjuang untuk memenangkan hatinya,nyatanya aku harus menyerah karena tidak tahan lagi dengan tekanannya,jadi biarkan saja mas,sampai mama benar-benar puas menyakitiku." Ucap Stella seketika hati Hendra begitu sakit mendengar ucapan istrinya,sebegitu besarnya ternyata perjuangan istrinya untuk mempertahankan pernikahan ini.
"Sayang maafkan aku,aku memang suami yang tidak berguna,kamu sudah menderita selama menjadi istriku aku benar-benar minta maaf dan aku mohon jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku." Ucap Hendra memeluk erat tubuh istrinya.
"Tidak mas,aku tidak akan meninggalkan mu,karena aku sangat mencintaimu." Jawab stella Hendra semakin mempererat pelukannya.Lalu membawa Stella ke tempat tidur dan mereka mulai tidur dengan berpelukan.
*****
Hari yang di tunggu-tunggu Mawar dan keluarganya akhirnya datang juga,begitu juga dengan Rini,hari ini dia terlihat sangat cantik menghadiri pernikahan kedua anak lelakinya.
Semua kariawan sangat kaget saat melihat Stella Stella datang ke acara pernikahan suaminya banyak sekali orang menatapnya senang iba,tapi Stella tidak peduli dan dia duduk paling di pinggir.
Saat semua tamu sudah hadir acara tukar cincin pun di mulai,wajah Hendra terlihat datar sangat jauh berbeda dengan wajah Mawar yang cukup bahagia dia tersenyum manis dari awal pernikahannya.
Stella duduk menatap wajah Hendra,dia tau kalau suaminya tidak bahagia dengan pernikahannya ini,mulai hari ini Stella harus mempersiapkan hatinya untuk hal-hal yang mungkin terjadi di luar pikirannya.
Pesta telah usia,semua tamu undangan sudah pulang,begitu juga dengan Stella,dia tau malam ini suaminya akan menginap di hotel bersama istri barunya.Sementara itu,Hendra duduk di kursi sambil melihat ponselnya, dia mengingat wajah istrinya yang begitu pasrah melihat dirinya bersanding dengan wanita lain.
"Hendra,malam ini kalian jadi menginap di hotel kan,kalian rencananya bulan madu kemana? Mama akan mempersiapkan segalanya untuk kalian,ingat Hendra kamu menikah hannya untuk mendapat keturunan kamu harus cuti beberapa minggu agar kamu bisa santai dengan Mawar." Ucap Rini.Hendra begitu muak melihat mamanya yang selalu memaksakan keinginannya.
__ADS_1
"Sudahlah ma,jangan terlalu ikut campur dengan urusanku,aku sudah menuruti keinginanmu,jadi mulai sekarang berhenti mengoceh di hadapanku karena keinginan terbesarmu sudah aku turuti bahkan aku sampai mengorbankan perasaan wanita yang begitu kucintai." Jawab Hendra.Rini terdiam dengan mendengar ucapan Putranya.
"Tapi Hendra mama_
"Ma,berhenti..Aku tidak ingin mendengar apa pun dari mama lagi.Aku mau kemabli ke rumah,jika kamu ingin ikut denganku silahkan jika tidak aku juga tidak peduli denagmu."Ucap Hendra lalu meninggalkan tempat itu dan Rini.Mawar mengikuti langkah Hendra,sebenarnya dia ada sedikit rasa takut tapi demi masa depannya yang cerah dia harus menjalani semuanya.
Hendra menyetir mobil,hingga mereka sampai di rumah mewahnya,dia sama sekali tidak berbicara di hadapan wanita itu.
"Jangan pernah mencoba menyakiti perasaan istriku,jika kamu ingin tetap menjadi istriku,wanita sepertimu banyak kutemui di luar sana jadi jangan coba-coba untuk merusak hubunganku dengan istriku." Ucap Hendra saat mobilnya sudah mencapai garasi rumahnya.Mawar hannya bisa diam apa lagi yang bisa dia katakan,pria itu sangat mencintai istrinya.
Stella yang masih berbaring di ranjang keluar dari dalam kamarnya saat dia mendengar suara suaminya,dia mengira kalau itu halusinasinya,tapi nyatanya suara suaminya semakin jelas di telinganya.
"Mas untuk apa kamu kembali?" Tanya Stella saat dia sudah turun tangga dan melihat Hendra dan Mawar ada di ruang tamu.
"Mana mungkin aku bahagia saat kamu di rumah ini kesepian,bahakan mungkin kamu menangi!!" Stella menghela napas berat,dia menatap Mawar yang berdiri di samping Hendra dengan gaun pengantin yang belum di bukanya.Mawar terlihat menatap sinis kepadanya,dia tau kalau Mawar sangat tidak menyukainya,tapi dia tidak peduli karena yang terpenting disini suaminya tetap mencintainya.
Hendra pergi ke gudang penyimpanan minuman,malam ini dia ingin mabuk,dia ingin menggauli wanita itu tampa sadar,rasanya dia tidak tega jika harus tidur dengan wanita lain.
"Mbak aku harus memanggil apa kepada mu?" Maaf ya karena aku sudah mengambil suami mu,dan mulai hari ini kamu harus ikhlas berbagi suami,denganku,saat ini mungkin mas Hendra masih mencintaimu karena belum terbiasa denganku,tapi aku yakin suatu saat apalagi saat aku sudah hamil nanti mungkin semua cintanya akan beralih kepadaku." Ucap Mawar dengan nada angkuh.
*** bersambung***
__ADS_1