
Dokter Fredi tersenyum, melihat wajah panik Hendra,hari ini dia yakin jika Hendra sangat bahagia mendengar kabar yang akan di beritakan olehnya kepada pasangan suami istri yang sudah lama menunggu kehadiran malaikat kecil di tengah-tengah mereka.
"Hendra silahkan duduk di samping istrimu,aku ingin bertanya kepadamu?" Tanya Fredi,membuat Hendra semakin bingung dengan tingkah Dokter Fredi.
"Jangan banyak gaya ya,aku datang kesini karena laporan mu yang tidak jelas,kamu bilang istriku sakit kenyatannya dia sangat sehat,sekarang kamu malah banyak ngomong." Ucap Hendra dengan wajah tidak suka, karena dia harus meninggalkan pekerjaannya yang menumpuk karena ulah dokter Fredi.
"Jangan marah bro,aku tau saat aku memberitahu kabar ini kamu akan sangat bahagia bahkan aku rasa kamu akan melakukan syukuran selama tujuh hari tujuh malam." Ucap Dokter Fredi membuat Hendra dan Stella semakin bingung dengan sikap Dokter Fredi.
Hendra semakin kesal melihat dokter Fredi yang terus menggoda mereka akhirnya dia berdiri lalu menarik tangan Stella.
"Lebih baik kita pergi,mungkin dia sudah gila karena tidak ada pasiennya yang banyak uang." Ucap Hendra,dia memang selalu berbicara tampa memikirkan perasaan lawan bicaranya jika sudah emosi.
Saat akan meninggalkan kursi mereka,Fredi berdiri lalu menyodorkan tangannya ke arah Hendra.
__ADS_1
"Bro...Selamat ya,istrimu sudah hamil empat minggu,kamu akan menjadi seorang ayah sekarang." Ucap Fredi.Hendra belum bisa mencerna ucapan Fredi,bahkan dia terlihat bingung dengan ucapan Fredi.
Fredi merasa bingung dengan raut wajah kedua pasangan itu,karena setau dia mereka sudah melakukan banyak hal untuk mendapatkan keturunan dan sekarang saat Tuhan sudah mengabulkan doa mereka keduanya terlihat biasa saja.
"Lah...Hendra nyonya Stella bukankah kalian berdua sudah lama menantikan kehadiran malaikat kecil di rahim nyonya?" Tanya Fredi sekarang dia yang bingung melihat sikap Hendar dan Stella.
"Siapa yang hamil dokter?" Tanya Stella memastikan,dia merasa tidak percaya bahkan dia mengira kalau Dokter Fredi sedang bercanda kepada mereka.
"Nyonya anda sedang hamil,di rahim anda sedang tumbuh malaikat kecil,dan ini gambar janin yang ada di rahim anda,aku tidak mungkin bercanda seperti ini." Ucap Dokter Fredi.Dan sekarang Hendra sangat kaget bercampur bahagia mendengar kabar bahagia ini.
"Mas....Aku sangat bahagia...Ternyata Tuhan mendengar doa kita mas...hiks...hiks..hiks.." Stella menagis sesenggukan di pelukan suaminya ternyata penantian mereka beberapa tahun ini akhirnya terkabul juga.
Begitu juga dengan Hendra dia menyeka matanya yang sudah berembun,dia bahagia,bercampur haru mengetahui kehamilan istrinya,mereka sudah melakukan banyak hal untuk ini.
__ADS_1
Stella melepaskan pelukan suaminya lalu dia duduk kembali ke kursinya,dia menatap terus gambar janin yang ada di tangannya sementara itu Hendra memeluk dokter Fredi dia sangat bersyukur karena Fredi selalu memberikan dukungan kepada mereka.
"Terima kasih bro...Jika masih ada kata di atas terima kasih aku akan mengatakan itu kepadamu,terima kasih karena sudah memberikan dukungan kepada kami selama ini." Ucap Hendra.
Akhirnya mereka keluar dari rumah sakit setelah selesai berbicara dengan dokter Fredi,Hendra membantu Stella saat akan masuk kedalam mobil.
"Sayang mulai sekarang kamu harus hati-hati,aku tidak mengijinkan kamu melakukan apa pun di rumah,kalau bisa pelayan kita tambah di rumah khusus untuk menjagamu." Ucap Hendra.Stella tersenyum sambil menoleh ke arah suaminya dia sangat bahagia dan terharu melihat raut bahagia di wajah suaminya.
"Mama akan marah jika kamu bersikap berlebihan mas,bagaimana kalau kita merahasiakan kehamilan ku ini mas,aku takut dia tidak terima nantinya." Ucap Stella.Dia merasa mertuanya akan tetap jahat kepadanya sekalipun dia sudah bisa hamil.Karena dari awal memang mertuanya tidak menyukainya.
"Tidak sayang aku akan memberitahu mama,agar dia tau jika kamu adalah wanita yang sempurna andai saja bisa menceraikan wanita yang sedang hamil aku akan menceraikan mawar sekarang juga,aku sangat yakin jika bayi yang di kandungannya bukan darah daging ku." Ucap Hendra.
Walaupun Stella juga yakin dia tidak mau mengompori suaminya,karena bagaimana pun juga suatu saat semuanya akan terungkap.
__ADS_1
πππbersambung πππ