Istri Kedua Suamiku

Istri Kedua Suamiku
Bab 12 ~ Bersyukur ~


__ADS_3

Stella meninggalkan suaminya yang sedang duduk di ruang tamu,saat itu Mawar juga keluar dari kamar menemui Hendra yang sedang duduk santai menunggu kopi dari istri pertamanya.


"Mas,kamu membeli hadiah banyak untuk Stella terus aku dapat apa? aku juga istrimu mas jadi kamu juga harus memenuhi kebutuhanku." Ucap Mawar dengan penuh keberanian.Hendra mendesis,dia tidak menyangka wanita itu cukup berani meminta sesuatu kepadanya setelah dia memberikan tubuhnya yang sudah sisa orang kepadanya.


Hendra berdiri lalu menoleh ke arah Mawar dia menatap wanita itu sinis,rasanya kalau ingat yang tadi malam dia sangat jijik dengan Mawar.Dia memberikan hadiah mahal kepada istrinya karena istrinya adalah wanita yang paling hebat bahkan sudah menjaga tubuhnya sampai malam pertama mereka.


"Apa kamu tidak punya rasa malu sama sekali,atau kamu memang tidak punya pikiran,kamu meminta hak mu dengan Stella sama kepada ku apa kamu sudah bisa seperti Stella,dia memberikan tubuhnya yang suci kepadaku,sementara kamu memberikan tubuhmu yang sudah sisa orang lain kepadaku,jadi berhenti menuntut sesuatu kepadaku karena aku tidak menyukainya_


"Apa maksudmu Hendra,kamu mau membedakan antara Mawar dan Stella,kamu lupa istri pertama mu itu mandul." Ucap Rini tiba-tiba saja dia sudah memasuki rumah dan berkacak pinggang di hadapan mereka berdua,Stella yang masih jauh dari mereka memilih mundur ke belakang karena dia tidak mau mertuanya selalu menyalahkan dia dan menjadi bahan hinaannya nanti.


"Berhenti menghina Stella ma,aku sangat yakin suatu saat nanti dia pasti memberikan aku keturunan,hari ini mungkin belum rejeki kami untuk memiliki keturunan dari rahimnya.


"Sudahlah aku tidak mau mendengar omong kosong mu itu,lagian kamu berlebihan membeli mobil mewah seperti itu kepada Stella,kamu sudah kebanyakan uang ya,sekarang lebih baik belikan untuk Mawar juga,mama ingin kamu jangan membedakan antara Stella dan juga Mawar." Ucap Rini.Hendra tersenyum kecil melihat sikap mamanya yang semakin berani ikut campur dalam rumah tangganya.Sementara Mawar sudah tidak berani lagi berkata-kata,dia tidak menyangka seorang Hendra akan mengungkit kesucian seorang wanita.


Mawar sendiri bahkan lupa sejak kapan dia kehilangan kesuciannya,dia sudah menyukai sek bebas sejak di bangku sekolah menengah atas.


"Mama,sejak kapan mama suka ikut campur rumah tanggaku,masih bersyukur ma,aku tidak menalaknya,dia sudah tidak suci lagi,kesucian seorang wanita itu sangat berharga di mataku,dia mau menuntut banyak kepadaku di saat dia sudah tidak suci?" Ucap Hendra.


Rini terdiam,dia merasa aneh dengan sikap Hendra jaman sekarang mana ada lagi orang yang menuntut kesucian seorang wanita,dia tersenyum kecut memikirkan sikap Hendra.

__ADS_1


"Hah....Jaman sekarang kamu mau menuntut wanita suci,Stella bisa suci kepadamu dulu, itu karena dia tidak laku dengan pria lain,kamu saja yang terlalu berlebihan memperlakukan dia." Ucap Rini.


Akhirnya Mawar berani menatap mertuanya Karena dia mengira mama mertuanya akan menyalakannya ternyata di luar dugaannya mertuanya tetap membelanya.Mawar tersenyum mendengar ucapan mama mertuanya yang selalu ada di pihaknya,hal ini membuatnya menjadi besar kepala.


"Pokoknya mama tidak mau tau,apa yang kamu berikan kepada Stella kamu juga harus memberikannya kepada Mawar,kalau tidak biarkan Mawar juga memakai mobil itu." Ucap Rini,dia benar-benar tidak ikhlas Hendra memberikan kemewahan kepada Stella istri pertamanya.


"Terserah,intinya aku tidak membeli mobil baru lagi,jika kamu ingin memakainya silahkan ijin kepada stella." Ucap Hendra lalu dia meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.


Melihat suaminya yang sudah menaiki anak tangga,Stella menyusul suaminya dengan membawa segelas kopi,dia mengabaikan tatapan mertua dan juga madunya.


Stella sudah mulai merubah sikapnya kepada mertuanya,dulu dia sangat menghormati mertuanya bahkan dia menyayangi dengan tulus mertuanya dia menganggap wanita itu sebagai ibu kandungnya sendiri tapi sejak mertuanya tetap memaksakan keinginan ya untuk menikahkan Hendra dengan wanita lain rasa hormat dan rasa sayang yang dia miliki berubah menjadi rasa kecewa yang sangat dalam.


*****


Sudah dua Minggu setelah pernikahan Mawar dan Hendra ,setiap malam Hendra memilih tidur dengan Stella,walaupun Stella selalu menyuruhnya untuk adil terhadap mereka berdua Hendra tidak bisa menerimanya.


"Pagi ini mereka bertiga sarapan seperti biasa,Stella yang sudah melayani suaminya terlebih dahulu lalu duduk di samping suaminya dan ikut menikmati sarapan pagi.


"Sayang,ini kartu milikmu,kenapa kamu meletakkan sembarang di meja." Ucap Hendra sambil meletakkan kartu hitam miliknya di atas meja.

__ADS_1


Mawar langsung terbelalak melihat kartu yang di terima oleh Stella,lagi-lagi dia iri karena Hendra memberikan semua miliknya kepada Istri pertamanya.


Setelah selesai makan,Hendra beranjak dari tempat duduknya dia hendak berangkat kerja,Stella lalu mengantar suaminya sampai ke mobilnya lalu kembali masuk ke rumah menuju meja makan.


"Berikan aku kunci mobil dan juga kartu milik Mas Hendra." Ucap Mawar,dia juga harus menikmati harta milik suaminya.


"Kunci mobil ada di kamar kami,tapi kalau kartu ini,tidak bisa kamu harus ijin dulu kepada mas Hendra ."


Dengan emosi Mawar mendorong tubuh Stella lalu mengambil kartu yang ada di tangan Stella Mawar sangat emosi melihat Stella karena dia menilai Stella ingin menguasai harta suaminya sendirian.


"Kamu jangan banyak gaya,mentang-mentang mas Hendra mencintaimu dan membela mu setiap saat kamu ingin menikmati hartanya sendirian,sekarang lebih baik kamu tidur di rumah supaya kamu cepat hamil." Ucap Mawar lalu segera menaiki tangga dan masuk ke kamar Stella dan mengambil kunci mobil sport baru milik Stella.


Saat melewati ruang tamu dia melihat Stella dengan sinis,lalu meninggalkan Stella di ruang tamu.


"Kamu pikir cuma kamu saja istri mas Hendra ,walaupun sekarang dia belum mencintaiku suatu saat pasti dia akan jatuh hati kepadaku.Sekarang lebih baik aku ikut teman-teman reuni dan memakai kartu berharga ini,setelah itu aku akan menemui David kekasih ku." Ucap Mawar dengan sangat bahagia.


Stella hannya menghela napas panjang saat melihat Mobil sport miliknya di pakai oleh Mawar,jujur saja dia tidak rela sama sekali mobil yang di beli suaminya di pakai oleh madunya.Sebenarnya dia sangat tidak setuju saat mertuanya mengatakan kalau mobil itu tidak bisa dimilikinya sendiri.


*** Bersambung***

__ADS_1


__ADS_2