Istri Kedua Suamiku

Istri Kedua Suamiku
Bab 20 ~ Istriku juga bisa hamil ~


__ADS_3

Hendra tidak suka mendengar ucapan mamanya yang tersirat seperti hinaan untuk istrinya,mulai saat ini dia tidak akan membiarkan siapa pun yang merendahkan istrinya apalagi sampai menghinanya seperti itu.


"Ma,mulai hari ini mama bawa wanita itu pergi dari rumah ini,aku tidak mau keberadaan kalian berdua di rumah ini membuat istriku tertekan." Ucap Hendra.Mamanya semakin panas mendengar ucapan mamanya.


"Bagaimana bisa kamu sekejam itu kepada kami,mawar istrimu sedang hamil dan dia darah daging mu." Ucap mamanya wajahnya memerah menahan emosi.


"Pokoknya hari ini aku katakan kepada mama,bawa dia dari rumah ini aku akan membiayai hidup kalian bahkan perawat untuk merawatnya,selama disana setelah dia melahirkan aku akan tes DNA untuk memastikan dia darah daging ku atau tidak."Ucap Hendra.Mamanga langsung berdiri lalu melayangkan pukulan keras wajah Hendra anaknya.


"Kamu semakin keterlaluan,mama tidak menyangka hatimu sekotor ini sekarang,aku tau kamu pasti sudah dipengaruhi oleh wanita itu,dulu kamu tidak sejahat itu tapi sejak kamu menikah dengannya bahkan kamu berani mengusir mamamu sendiri." Ucap mamanya penuh emosi.


"Ma....Saat ini istriku sedang hamil,dan usia kandungannya sudah menginjak empat minggu,aku tidak mau mama terlalu menekan Stella karena aku tidak mau terjadi sesuatu kepada anakku." Ucap Hendra.


Mamanya yang mendengar ucapan Hendra seakan tidak percaya apa yang dikatakan oleh anaknya.

__ADS_1


"Apa...Stella hamil!!! tidak mungkin....Itu tidak mungkin terjadi." Ucap Mamanya lalu pergi meninggalkan Hendra di ruang tamu.Dia pergi masuk dalam kamar menantunya mawar dan berdiri dibalik pintu kamar menantu kesayangannya.


Wajahnya sangat panik saat mengetahui kalau Stella menantu yang tidak dia inginkan akhirnya bisa hamil juga semua kerja kerasnya selama ini ternyata sia-sia saja saat dia mengetahui kenyataan itu.


"Bagaimana bisa itu terjadi,dari dulu aku selalu memberikan dia obat agar rahimnya rusak supaya dia tidak bisa melahirkan keturunan di keluarga ini,sekarang dia hamil?" Wanita itu terus menerus bolak balik di dalam kamar,dia sangat gelisah.Dari dulu dia selalu berusaha agar Stella tidak hamil bahkan dia pura-pura memberikan vitamin penyubur kandungan agar rahim menantu nya itu rusak dan dengan bodohnya Stella mempercayai mertuanya itu dulu.


"Ma...Kamu kenapa?" Mawar tiba-tiba duduk di pinggiran ranjang,dia merasa heran dengan mertuanya yang terlihat gelisah dan juga panik.


"Apa....Hamil ma,tidak mungkin ma,bagaimana nasib aku jika si mandul itu ternyata sudah hamil ma...Aku harus bagaimana?" Tanya Mawar dengan nada serak.


Pikirannya langsung melayang kemana-mana saat membayangkan Stella bisa melahirkan anak untuk keluarga itu.


Kedua wanita itu tampak hanyut dalam pikiran masing-masing sementara mertuanya tidak habis pikir kenapa Stella bisa hamil padahal dokter yang memberikan obat kepadanya sudah memastikan kalau stella akan mandul seumur hidup setelah menghabiskan obat satu botol penuh,dan dulu dia menemukan botol obat itu sudah kosong di bak sampah.

__ADS_1


Stella keluar dari kamar dan menemui suaminya di ruang tamu,dia yang sudah mandi bersih dan wangi duduk di samping suaminya.


"Kamu wangi sekali sayang,kamu sudah mandi,pasti suatu saat anakku kalau lahir pasti tampan kalau dia pria dan cantik kalau dia perempuan sama seperti kita ini." Ucap Hendra sambil mengelus perut rata istrinya rasanya dia tidak sabar menunggu lahirnya buah hatinya.


"Sayang aku ke dapur dulu ya aku akan buatkan susu untuk mu." Ucap Hendra sambil beranjak meninggalkan Stella yang sudah duduk di ruang tamu.Dan saat itu Mawar dan mertuanya datang menghampirinya dan duduk di hadapannya.


"Stella,selamat ya kata Hendra kamu sudah hamil,mama sangat bangga dan senang mengetahui kehamilan mu." Ucap Mertuanya dengan senyum terpaksa di wajahnya.


Stella hannya tersenyum kecil,bagaimana pun juga dia tau mamanya tidak tulus mengucapkan itu dan dia harus hati-hati kepada kedua wanita yang ada di hadapannya.


"Kenapa kalian datang kesini?" Tanya Hendra sambil menyerahkan segelas susu kepada Stella membuat Mawar semakin sakit hati.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’— πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2