Istri Kedua Suamiku

Istri Kedua Suamiku
Bab 29 ~ Jangan ganggu aku ~


__ADS_3

Setelah Mawar istri keduanya pergi dari hadapannya Hendra kembali merenung masa-masa indah bersama wanita istrinya.Hendra menghela napas panjang entah apa yang membuatnya kesal dengan istrinya bahkan dia tidak suka pada saat Stella istrinya melayaninya.


Malam semakin larut Hendra kembali ke kamarnya lalu mengambil selimut dan tidur di lantai.


"Sayang apa yang kamu lakukan dibawah sana kenapa kamu tidur disana sayang." Ucap Stella lalu dia beranjak turun dari atas ranjang.


"Tidurlah aku tidak ingin di ganggu,maafkan aku sekarang aku sedang tidak ingin di ganggu,aku mohon jangan paksa aku jika kamu tidak ingin sakit hati." Ucap Hendra.


Stella menahan air mata yang hampir jatuh dari matanya,menikah lima tahun bersama Hendra ini pertama kalinya dia melihat Hendra bersikap cuek seperti itu.Stella kembali ke atas ranjang dia menelan ludah yang seakan menusuk di tenggorokannya sedih,kecewa terluka itu ada yang dihatinya saat ini.


"Ya Allah tolong lindungi suami hamba mu jauhkan orang yang ingin merusak kebahagian kami dan ajari aku untuk kuat dan bertahan di ujian rumah tangga ini." Stella hannya bisa berdoa saat ini.Dia tidak ingin menangis di hadapan Hendra dia tidak mau Hendra semakin marah atau kesal dengannya.


"Maafkan aku Stella,saat ini aku sedang berjuang untuk mempertahankan rumah tangga kita,aku tidak tau iblis apa yang merasuki pikiran ku hingga aku membencimu seperti ini." Hendra juga tidak lupa memohon maaf dihatinya karena kesalahan yang tidak dia lakukan.


Keesokan harinya semua bangun dengan perasan yang berbeda,Stella tidak ada semangat sedikit pun sangat jauh berbeda dengan Mawar yang selalu tersenyum di hadapan Hendra membuat hati Stella memanas.


Ingin sekali Stella memaki Mawar semakin hari sikap Mawar semakin membuatnya jijik dan muak,dia memanfaatkan keadaan mereka hingga timbul pikiran kotor di hati Stella.

__ADS_1


"Apa mungkin kedua wanita ini yang membuat suamiku berubah,sekeras itulah mama mertuaku ingin menghancurkan aku setelah apa yang dia lakukan selama ini kepadaku?" Tanyanya dalam hati.Semakin melihat sikap aneh mertua dan madunya dia yakin keduanya pasti sudah membuat suaminya seperti itu.


Mawar semakin menggoda di hadapan Mawar,sebenarnya Stella ingin memaki Mawar tapi dia menahan emosinya dia tidak ingin suaminya murka dengan mereka semua.


Pada saat Mereka sedang menikmati sarapan tiba-tiba pintu berbunyi seorang pelayan berlari menuju pintu dan membuka pintu.


"Maaf tuan anda mencari siapa?"


"Hmm aku ingin mencari pemilik rumah apa aku bisa bertemu dengannya?" Tanya David.Dia cukup tercengang melihat kemegahan rumah suaminya Mawar dan itu membuatnya semakin ingin menghancurkan Mawar yang sudah mencoba ingin membunuhnya.


"Siapa nama anda tuan,apa anda sudah membuat janji sebelumnya?"


"Siapa yang datang bibi?" Tanya Stella mengalihkan suasana yang semakin menegang.


"Aku tidak tau nyonya katanya namanya David dia ingin menanyakan perihal pelamaran supir pribadi." Jawab Pelayan dan seketika Mawar tersedak makanan yang ada di mulutnya.Wajahnya tiba-tiba memerah dan pucat saat mendengar nama yang disebutkan pelayan.Semua mata menatap kearahnya dan itu membuatnya semakin salah tingkah.


"Ada apa dengan mu sayang?"

__ADS_1


"Tidak papa ma, sepertinya stella tadi menatap ku dengan sinis itu membuatku salah tingkah."Jawab Mawar.


"Baiklah suruh dia menungguku di ruang tamu." Jawab Hendra lalu menyelesaikan sarapannya dan mulai beranjak dari tempat duduknya.


"Tidak mungkin....Itu tidak mungkin David yang sama diluar sana banyak kok orang yang bernama David." Ucap Mawar dalam hati.Stella terus menatap wajah Mawar,dia curiga dengan perubahan wajah Mawar saat mendengar nama pria itu.


"Kenapa mata mu selalu menatap ku,apa kamu cemburu saat melihat mas Hendra mulai terbuka kepadaku." Ucap Mawar dia merasa risih dengan tatapan Stella dari tadi.


Stella tersenyum merendahkan dia semakin yakin kalau Mawar menyimpan suatu rahasia yang sangat besar.


"Tidak ambil saja kalau bisa aku hannya takut saja suatu saat rahasia besar akan terbongkar di rumah ini."


"plak ....Rahasia apa katakan rahasia apa,sepertinya mulut ember mu ini perlu di robek." Ucap Mawar lalu mendaratkan pukulan keras di wajah Stella dengan tiba-tiba hingga dia tidak sempat menangkisnya.


Mawar langsung meninggakan Jessi dan juga Stella di ruangan itu Jessi juga merasa aneh dengan perubahan sikap Mawar pagi ini.


"Dasar bangsat...Wanita kampungan ini mencoba untuk menyingkirkan aku,lihatlah kamu akan menyesal jika kamu mencari masalah dengan ku." Ucap Mawar dengan wajah penuh kemarahan.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambut πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2