Istri Kedua Suamiku

Istri Kedua Suamiku
bab 21~ Tidak tertipu ~


__ADS_3

Jessi mamanya Hendra duduk di samping Mawar,mulai saat ini dia memutuskan untuk tinggal di rumah Hendra,dia tidak akan membiarkan stella melahirkan anaknya ke dunia ini,dia tidak rela kalau sampai anak Stella mewarisi seluruh harta milik anaknya.


"Hendra,jangan bicara seperti itu,maafkan mama kalau selama ini terlalu kasar terhadap Stella,itu karena selama ini Stella tidak bisa hamil,tapi sekarang dia sudah hamil itu artinya mama juga harus mengurusnya di rumah ini." Ucap mamanya.Hendra mengerutkan keningnya,dia curiga melihat perubahan mamanya yang tiba-tiba,bagaimana mungkin secepat itu dia berubah sementara selama ini dia begitu membenci istrinya bahkan sudah beberapa kali mencoba memisahkan mereka.


"Oohhh...Begitu ya ma...Bagus juga mama,dari yang benci sekali benar-benar benci terhadap Stella tiba-tiba berubah hanya karena Stella bisa hamil hmm."Ucap Hendra.Jessi ibunya salah tingkah mendengar sindiran Hendra dia tidak menyangka anaknya bisa begitu peka dengan perubahannya.


Stella tersenyum mendengar sindiran suaminya,dia juga tau kalau mertuanya tidak tulus mengucapakan selamat kepadanya,intinya saat ini,Stella harus hati-hati dengan mereka berdua dan dia harus menjaga kandungannya sebaik mungkin.


Hendra beranjak dari tempat duduknya lalu mengangkat telepon yang masuk ke ponselnya sepertinya dia disuruh datang ke kantor karena ada urusan mendadak.

__ADS_1


"Sayang....Aku ada panggilan ke kantor,kamu tidak papa ya disini dulu,atau kamu ikut aku saja,nanti kita sekalian bisa belanja kebutuhan rumah tangga." Hendra mengajaknya pergi ke kantor bersama tapi dengan tegas Stella menolaknya karena dia merasa kelelahan,dan sekalian juga dia ingin memastikan perubahan mertuanya.


"Baiklah aku pergi dulu ya,jaga dirimu baik-baik hubungi aku jika sesuatu terjadi,nanti aku cari perawat khusus untukmu,jangan melakukan apa pun jaga anak kita." Ucap hendra penuh perhatian.Mawar sudah tidak tahan melihat perhatian itu,dia benar-benar iri,rasa kesalnya semakin besar saat ponselnya menerima pesan dari David,seperti biasanya meminta uang untuknya.


Tidak tahan melihat perhatian Hendra terhadap Stella Mawar langsung meninggalkan mereka dan masuk kedalam kamarnya.Dia mengambil ponselnya lalu melemparnya ke dinding,dia sudah tidak tahan melihat David yang selalu memerasnya,begitu juga dengan Hendra yang tidak peduli dengannya sedikit pun.


"Dasar bajingan,aku harus membunuh si lelaki benalu itu,lama-lama dia bisa menghancurkan hidupku dan untuk Stella,kita lihat saja siapa di antara kita yang bertahan."Ucapnya dalam hati.


"Sayang,kamu kenapa,wajahmu terlihat kesal,apa kamu cemburu saat melihat Hendra begitu perhatian dengannya?" Sindir Jessi mertuanya.Stela tersenyum kecil dia sudah menduga mertuanya hanya pura-pura baik saat berada di dekat suaminya.

__ADS_1


"Mawar,jangan cemburu,aku yakin Stella tidak hamil, dia hannya iri saja saat dia tau kamu hamil,dan dia melakukan trik itu di hadapan suaminya agar kita di usir keluar dari rumah ini,aku yang lebih hapal dengan sifat licik wanita ini." Ucap Jessi dengan sinis.


Mawar terlihat panik, mungkin dia merasa tidak yakin dengan ucapan mertuanya.Begitu juga dengan stella dia tidak menyangka kalau mertuanya akan berbicara seperti itu.


"Masak sih ma?aku tidak percaya Stella melakukan hal kotor seperti itu untuk menahan Hendra di sisinya,mungkin dia takut ma Hendra akan berpaling kepadaku hingga dia melakukan trik kotor seperti itu." Ucap Mawar.Dengan bodohnya dia percaya apa kata mertuanya hingga membuat Stella tertawa kecil.


"Aku tidak peduli dengan apa yang kalian katakan,tunggu saja sampai sembilan bulan lagi,kalian akan melihat aku melahirkan darah daging mas Hendra,ingat darah dagingnya,takutnya nanti ada ketakutan saat melahirkan tidak tau anak siapa." Ucap Stella dengan senyum di wajahnya.


Wajah Mawar memerah seketika dia seakan mengerti kalau Stella sedang menyindirnya dia mengepalkan tangan sambil menatap sinis ke arah Stella yang sudah pergi meninggalkan kedua wanita itu.

__ADS_1


💗💗💗 bersambung 💗💗💗


__ADS_2