
suasana rumah Rima terlihat sudah ramai dengan para tetangga yang saling membantu ,ada yang sibuk dengan tugasnya masing masing Dewi dan juna kedua adik Rima terlihat bahagia mereka tidak menyangka jika sang kakak akan segera menikah , meski bapak dan ibu nya masih belum percaya karena Rima belum menghubunginya sama sekali semenjak pergi ke kota sebulan yang lalu .
"bu ,,, bapak ko masih ragu yah ,ucapnya sambil menuangkan kopi pada piring kecilnya .
" ragu kenapa pak " tanya sang istri .
" liat saja cara pemuda itu meminta putri kita ,dia terlihat tertekan , seperti terpaksa lagi lagi bapak meminum kopi dari piring kecil itu ,begitu nikmat terasa .
" doakan saja pak ,yang ibu pikirkan bukan itu pak,kenapa Rima tidak cerita sama kita soal pemuda itu apa jangan jangan anak kita ha.. ucapan sang ibu berhenti ketika ucapan salam dari sang putri dengan cepat sang ibu membuka pintu dan benar saja .
"Assalamu'alaikum pak ,bu, kalian ko bengong aja sih jawab atuh salam eneng " ucapnya .
" wa'alaikumusalam ... neng ini kamu ko pulang malam malam gini " tanya sang ibu .
" iya bu ,aduuh capek banget ... loh pak bu kita mau ada acara apa ko pasang ini segala ,kaya mau nikahan saja , ucapnya mampu membuat sang ibu dan bapaknya tak percaya jika anaknya juga belum mengetahui rencana ini .
" loh neng ,emng belum tau ,kamu sudah ada yang melamar dan besok acara akadnya , kamu ko lupa neng " ucap bapak Rima .
" apa "
" iya nikah sayang , kamu besok mau menikah dengan pemuda ganteng dari kota ,sebaiknya kamu istirahat sono ibu sama bapak juga mau istirahat " berlalu meninggalkan sang putri yang masih syok .
__ADS_1
" ibu ,pak mau kemana ? "teriaknya . tanpa ambil pusing Rima juga sudah lelah dia memutuskan untuk tidur , namun tiba tiba kedua adiknya Rima menghampiri dan memeluk sang teteh yang sudah satu bulan meninggalkan kampung ini .
" teteh... kami kangen ,, teh ko gak pernah bilang sih kalo teteh udah punya pacar kaya ,ganteng terus apa lagi jun ... cerocos Dewi ,
" tpi sayang kayanya jutek teh , sambung juna sang adik bungsu Rima .
"juna Dewi kalian lepasin teteh dulu ,napas teteh mau abis ini , ucapnya .
" maaf teh ,kami terlalu semangat yah gak jun , yang di anggukan juna .
" teteh mau tidur besok kita bahas lagi ya ", Rima pun pergi meninggalkan kedua adik nya .
"sip " ucap keduanya .
*
*
" rima ,kamu cantik sekali ,calon suami kamu udah dateng sebentar lagi ijabnya di mulai Rim ,ucap sang perias .
"kira kira Ceu tau calon aku yang mana? " tanyanya penasaran .
__ADS_1
" tau lah kemarin,eceu udah ketemu saat mendekor kamar kamu ini Rim ,pokonya aku juga mau kalo calon nya kaya dia " ucapnya genit
"uuh awas aja klo masih genit sama suamiku nanti tak colok mata eceu ni liat " ancamnya entah kenapa dia sedikit emosi .
" yeee becanda rim ,kamu cinta mati yah ama dia " godanya .
"boro boro cinta mati ,tau rupanya juga belum ,aaah pusing gue pulang dari kota bukan benar malah sakit kepala gini mumet ,awas aja klo calon laki gue punya bini banyak tak potong aja senjatanya sampe abis , iiih ko gue ngeri yah ngebayangin calon suami gue laki laki botak yang perutnya maju udah gitu bnanyak istrinya lagi ,aaaah bapak ama ibu tega banget sih ama Rima .
jeritnya dalam hati .tak terasa acara ijab sudah selasai kini Rima di persilahkan untuk keluar dari kamar.
kaki yang melangkah seperti mati rasa ,setelah melihat siapa yang menajadqi suaminya saat ini ,ternyata orang yang sangat membencinya disaat di kota
"Assalmualaikum mantu bunda" , suara itu membuyarkan lamunannya .
" bu... bunda... ucapnya gugup
" salim dulu dong ,dia sekarang suami mu nak , " kini bunda membantu sang menantu kehadapan putranya untuk di pakaikn nya cincin dan Rima hanya menuruti apa yang di arahkan sang bunda .jujur ada rasa bahagia,sedih dan bingung kenapa bunda mau menikahkan dia dengan putra songongnya ini .
tatapan Wisnu tak terlihat seram bagi Rima karena di mata itu tidak ada tatapan bahagia untuknya ,yang ada rasa tertekan dalam diri Wisnu . namun entah kenapa Rima lebih baik menuruti sang ibu mertuanya itu .
bersambung
__ADS_1
apa yng akan terjadi pada rumah tangga Wisnu dan Rima ok ikuti terus ceritanya . mohon dukungan nya supaya semangat nulisnya teman teman .