Istri Pilihan Bunda

Istri Pilihan Bunda
C6 [SAH]


__ADS_3

Jujur. aku gak tidur semalaman gegara masalah pernikahan yang akan terjadi pagi ini. Ega gak berbohong atau bercanda. begitu pun bunda sama ayah. pagi jam empat subuh aku di bangunkan sama bunda, aku yang kelewat ngantuk gak tau di bawa kemana. sampai mataku terbuka aku sudah berpenampilan sangat cantik seperti bukan diriku. dengan gaun putih belah tengah, rambut yang bergelombang hitam legam, tata rias mewah membuat seolah aku sangat pede sekali berkaca di depan cermin rias.


Aku benar-benar tidak sadar. melihat sekeliling ternyata saat ini aku sedang di kamar hotel. ya, pernikahan antara aku dan Ega di selenggarakan disebuah hotel mewah lantai paling atas.


Klara, Mala dan juga Lala terus aja mereka menggodaku.


"Siap-siap habis lo nanti malam!"ejek Klara sengaja menakut-nakuti aku. aku memanyunkan bibirku gugup.


"Gue harus apa supaya malam pertama sama Ega bisa di tunda?"tanyaku hampir prustasi.


Lala tersenyum jahil. "pura-pura haid aja, Zar,"usulnya.


"Ya kalik! gue baru selesai haid kemarin, Lal, dan jelas bunda sama Ega udah tau. toh yang beliin pembalut gue Ega,"jujurku. benar, Ega yang belikan aku pembalut. bukan kali pertama tapi ini kali keduanya setelah di masalalu dulu.


"Haha, di unboxing!"ejek Mala.


Aku mendesah lelah. "gue mohon kasih solusi,"kataku memelas.


"Selain ribut sama Ega, gue gak tau lagi mau ngasih solusi kayak apa. soalnya belum pernah gue,"jujur Mala.


Aku mendesis.


"Cantiknya calon istri pilihan bunda,"aku tersenyum melirik bunda yang baru masuk. dandanannya juga sangat cantik, tak kalah denganku.


"Zara, sebelum acara dimulai, ada beberapa hal yang ingin bunda sampaikan,"ujarnya.


Aku pun mengangguk. ke tatap Mala, Klara dan Lala yang sibuk bertiga makan cemilan di atas ranjang.


"Soal apa bunda?"tanyaku lembut. meski dadaku tak karuan namun aku tetap terlihat santai, guna menutupi rasa takut dan gugup yang ada.


"Pertama, bunda ingin meminta maaf kepada kamu. maaf sebesar-besarnya karena telah membuatmu menikahi putra bunda dalam waktu sesingkat ini, maaf karena tidak memberitahu mu beberapa hari terakhir bunda dan ayah sibuk menyiapkan pesta pernikahan kalian. kedua, bisakah kamu mencintai Ega sekali lagi dengan tulus, Zar? ketahuilah, semenjak tidak denganmu Ega membuat bunda merasa sangat khawatir. dan ketiga, berbahagialah, "ujarnya membuat senyumku melengkung menjadi luntur. jujur, aku belum siap akan semua ini. bagiku terlalu cepat. namun, apa boleh buat? mungkin ini satu-satunya cara untuk bisa membalas budi keluarga Altirgo yang selama ini sudah baik padaku.


🦢🦢🦢

__ADS_1


"SAHH!!!"


Napasku memburu. acara9 berjalan dengan lancar. di jari manisku sudah tidak kosong lagi. tepatnya sudah sah dan ber-pemilik. seketika bayangan Danu melintas. disaat seperti ini aku mengingat cowok brengsek itu yang menyemaikan cincin dijari manisku. namun, belum sempat terjadi, kami pupus ditengah jalan karena penghianatan yang dia lakukan.


Jika di pikir-pikir memang Ega belum tergantikan. meskipun dia menyebalkan, bagiku Ega lebih baik dari Danu yang bisanya menebar janji nyatanya sudah beristri. sial! jika ingat itu aku sangat emosi sekali.


"Jangan cemberut Zar, orang-orang nanti nyangkanya kamu nikah sama aku karena terpaksa."ucap Ega.


Aku terpaksa menerbitkan senyumku. "Aku ikhlas, dan ridho karena Allah menikah sama kamu,"kataku.


Ega mengangguk. "Karena itu. tunjukkan wajah bahagiamu kepada mereka."


Aku menuruti titah lelaki yang berstatus suamiku sekarang.


Para tamu banyak sekali datang, mulai dari kalangan atas hingga bawah. pinggangku pegal berdiri terus menyalami mereka semua yang mengucapkan selamat. namun, aku harus bertahan bukan?


"Bro. selamat! akhirnya merried juga lo?"kekeh Zico. harusnya dia mengatakan selamat denganku duluan, bukan dengan cowok yang sekarang sedang bersanding denganku.


"Selamat bro. selamat Zar. jodoh gak kemana ternyata?"goda Anzi, temannya Ega.


"Selamat ya Dezara, dan Ega. semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah,"


"AMIN ...."


Aku memeluk Melan, dulu kami cukup dekat pas masih ABG. Sekarang pun masih walau jarang sekali berjumpa.


"Btw, unboxing ya ceritanya, nanti malam?"gelak tawa Nalasia membuatku mengerucutkan bibir. kenapa di ingetin sih! kan, Ega natap aku jadi horor banget. aku tau banget isi otaknya sekarang.


"Cia Zar, selamat!"kata Zico beralih padaku. begitupun yang lainnya juga. mulai dari teman-teman Ega pun datang semua memberi kado dan ucapan selamat. ada yang menyanyi, contohnya Putri, mantan Ega. siapa yang ngundang tuh nenek lampir. pasti Ega, emang dasar buaya!


"Btw, udah punya suami, artinya udah gak bisa sebebas dulu lagi, Zar. ingat, surga di bawah telapak kaki suamimu. dan jangan membangkang! jadilah istri yang baik dan di ridhoi jalanmu menuju surga oleh Allah,"ucap Mala memeluk dan menciumku. aku pun berterimakasih balik memeluknya.


"Sedih gue lo merried. gak bisa nginap tiap hari gue,"keluh Lala memelukku. ia menangis, aku pun sama.

__ADS_1


"Lo semua masih bisa main sama istri gue. tapi gak tiap hari, karena gue juga butuh waktu mesra-mesraan sama istri gue,"kata Ega membuat mereka semua mengucapkan "CIEE" secara kompak. aku malu dengan wajah memerah panas.


Kenapa malah salting? apa beneran semudah itu membuka perasaan yang lama?


Aku, Lala, Klara dan Mala saling berpelukan. kemudian sesi foto.


"1 ... 2 ... 3 ...."


CEKREK!


"OKE! ganti."


Sumpah! mataku hampir sakit karena blitz kamera begitu menyilaukan. apalagi yang minta foto bersama gak hanya sebelas dua belas, tapi lebih dari seratus orang yang bergantian dengan geng-geng mereka. terlebih teman-teman ku dan teman Ega, yang gak mau berhenti ngajak foto. sampai fotografer-nya kewalahan gegara menghadapi mereka.


Akhirnya ... siapa yang sangka, hubungan yang sudah berakhir beberapa tahun lalu, sekarang malah balik bersemi lagi. sebagai suami dan istri.


Kamu dan aku, Ega. akankah setelah ini hadir cerita bahagia antara kita? akankah hal yang sama tercipta tanpa ada luka lagi?


🦢🦢🦢


Usai acara. aku benar-benar lelah dan langsung membaringkan tubuhku dikamar hotel tempat kami menginap malam ini. aku sangat mengantuk. usai mandi aku langsung merebahkan tubuhku di atas kasur kingsize bewarna putih. bukannya sengaja, tapi aku terlalu lelah dan tidak sanggup untuk berdiri mengganti pakaian, handuk kimono merah yang aku pakai sudah lebih dari nyaman. aku benar-benar butuh tidur dahulu, paling tidak lima belas menit.


Sebelumnya juga kau sudah menyiapkan baju ganti untuk Ega. dia mandi kayak bidadari, lama sekali.


"Yang nyuruh tidur siapa?"mataku membelalak kala suara serak basah milik Ega begitu menusuk di telinga. aku hampir menjerit saat ia sudah berada diatas ku.


"E--Ega?! kamu ngapain?!"ujarku cemas. gak mungkin kan, dia mau nagih haknya dalam keadaan seperti ini? aku menyilangkan kedua tanganku di dada.


"Menurut kamu? pasangan suami-isteri yang baru menikah, setelah selesai acara, mereka melakukan apa?"


TIDAK! TIDAK BOLEH!


"Ega ... aku benaran capek, kita istirahat dulu ya, malam ini?"kataku memohon. "kita tunda dulu, please ... aku beneran gak ada tenaga lagi ini mau melayani kamu. tolong ya? kerjasama sebagai suami yang pengertian??"

__ADS_1


Senyum liciknya terbit. ia menggeleng. "gak ada penundaan sayang,"bisiknya ditelingaku. "Bunda ngebet minta cucu. sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, kita harus mengabulkannya bukan? hmm??"ia merapikan rambutku dengan lembut. jantungku berdetak tak karuan. apalagi tangannya yang mulai membuka tali baju handuk kimono ku.


"Jadi ... ayo bermain!"


__ADS_2