
satu bulan telah berlalu , wisnu yang panik ,menyelusuri long rumah sakit dengan langkah panjangnya dia menghampiri ruangan sang istri di rawat ,kabar yang mengejutkan membuat wisnu marah dan bersedih ,ia tidak tau jika sang istri Sendang mengandung ,namun kejadian naas menimpanya mau tak mau sang janin pun ikut menghilang . dengan tubuh bergetar wisnu menghampiri sang istri dengan hati yang kalut .
" sayang ....maafkan mas ,mas tidak bisa menjagamu dengan baik ,mas tidak bisa menjaga anak kita yank " tangis wisnu pun pecah saat melihat kondisi sang istri dengan kepala yang di perban dengan kaki yang di pasang alat ,karena akibat jatuhnya ia mengalami patah tulang di kaki sebelah kanan ,meski tidak parah namun wisnu merasa tidak terima ,dia menyalahkan dirinya sendiri ,karena nya sang istri keguguran .tiba tiba
tepukan di pundak menyadarkan ternyata sang ayah yang berada di sebelahnya .
" kamu harus bersabar, kabari keluarganya sekarang ,bagaimanapun kamu harus berani menghadapi kedua orang tuanya .
" iya ayah ,terima kasih banyak sudah mau menemani rima ,apa ayah sudah makan?" wisnu tak ingin ayahnya jatuh sakit .
"ayah belum sempat ini mau pulang dulu ,jaga menantu ayah , mereka sudah berusaha membawa nya ke rumah sakit jadi saran ayah jangan salahkan orang lain ,mereka tidak berniat mencelakai istrimu nak " nasehat sang ayah yang mengerti watak sang putra khawatir akan menyalahkan Art di rumah .
" baik yah, ayah sebaiknya pulang om seram sudah jemput tuh ,jangan lupa makan dan minum obatnya" ucapnya ".tiba tiba suasan kembali stabil .
" kamu harus jaga kesehatan juga ,agar bisa menjaga mantu kesayangan ayah,zoya sudah ayah kabarin dia sepertinya masih di jalan .
" iya yah ,hati hati yah " ucap wisnu lembut
*
*
*
" bapak jangan marahin menantu kita ,Rima jatuh itu musibah dan ini semua takdir pak " ibu Rima merasa takut jika sang suami akan memarahi menantunya .
" kamu itu bu ,persangka baik lah sama bapak ,bapak tidak sepicik itu ,bapak tau ini musibah jangan berpikir macam macam " jelas bapak yang membuat hati ibu merasa lega .
" sudah sampai ,apa ibu memeberi tau Reyhan dan Dewi?" tanya ayah khawatir
" memang kenapa pak ,Dewi adik Rima dia berhak tau " jawaban sang istri membuatnya khawatir .
" pak ,,,pak kenapa malah melamun ayo masuk " ajaknya .
ketukan pintu menyadarkan Wisnu dari lamunannya .dan ternyata kedua orang tua Rima yang berkunjung ,dia tidak takut jika sang bapak mertua memukulnya .
" Assalamualaikum nak "
__ADS_1
" waalaikumsalam pak ,bu " dengan sopan wisnu mencium kedua tangan mertuanya dan mencoba bersikap tenang .
" bagaimana keadaan Rima ? pertanyaan lembut berasal dari mulut bapak mertua dan wsinu merasa tidak enak .
" jangan tegang atuh ,ini bapak mau tanya bukan mau marahin kamu" bapak mengajak Wisnu duduk di shopa sedang kan ibu menghampiri sang putri ,bohong jika ibu tak sedih nyatanya ia menangis saat sang calon cucu hadir namun Allah mengbilnya dengan cepat .tanpa mereka ketahui terlebih dahulu .
" neng ,anak ibu maafin ibu yah baru bisa liat , ibu kangen " isakan sang istri membuat hati bapak mengilu pasalnya dia mau mencoba tenang dan mencoba menerima kenyataan ini, namun ia pun sakit yang amat luar biasa ,menemui sang putri namun saat sakit menerpa .
wisnu yang merasa paham kondisi sang bapak dia tak berani berbicara lagi .
" kamu harus sabar ,jika Rima mengetahui tentang bayinya yang sudah hilang ,bapak harap kamu bisa menenangkan dan memberikan pengertian lagi pada Rima " suara bergetar sang mertua membuat nya kembali bersedih ,ia dan istri tak menyadari kehadiran sang buah hati .
" maafkan wisnu pak bu, kami tidak begitu peka atas hadirnya sang buah hati " wisnu pun sudah tak bisa menahan air matanya .
" kamu harus kuat ,jika kamu cengeng bagaimna bisa menguatkan hati nya ,dia butuh perhatian mu nak ,bapak dan ibu sudah memafkan mu nak ,sekarang kamu makan ,bapak tau kamu belum makan siang kan?"
" makasih banyak pak ,bu ,wisnu belum lapar " tolaknya .
" makan lah nak ,kami tidak mau kamu sakit,,jika kamu sakit siapa yang akan menjaga Rima ?" nasehat sang ibu mertua menyadari kesalahn Wisnu dan ia pun menuruti nya meski tak selera .
" mas ,aku haus" lirihnya
" iya sayang sebentar mas ambilkan dulu ya" dengan telaten wisnu merawat Rima dan itu tak luput dari pemandangan kedua orang tuanya Rima .membuat keduanya tersenyum hangat .
" maafin Rima yah mas ,gara gara Rima dede pergi " tanpa Wisnu duga ternyata Rima mengetahuinya .
" kamu tau itu sayang " dengan mata berkaca kaca Wisnu merasa tidak tega melihat kesedihan dimata istrinya .
" hemm, dokter mengatkan itu tadi dan aku merasa tidak bisa menjdi wanita yang baik ibu yang baik mas " isaknya dan wisnu kembali merangkul nya mencoba menenangkan nya .
" jangan sedih ya, ini semua musibah mas akan memeberikan yang terbaik untukmu ,kamu harus sehat nanti kita bikin lagi ok sayang " candanya yang memebuat hati Rima tenang dan bersyukur karena wisnu tak memarahinya .
" aku takut mas akan marah ,dan mencari wanita lain " ucap rima sedikit takut .
cup cup cup ,
wisnu mencium bibir Rima berkali kali membuat Rima tersenyum , dia tak mau mendengar sang istri berbicara macam macam .meski jauh di lubuk hatinya iapun bersedih namun ia harus terlihat kuat .
__ADS_1
" jangan bicara itu lagi ,mas sudah ikhals kamu harus semangat untuk sembuh ok ,kita nanti jalan jalan lagi ,Allah masih mau kita pacaran lagi sayang " sikap manis wisnu membuat bapak menyakinkan bahwa wisnu sudah benar benar berubah .
" hemm ,neng ada ibu sama bapak ko kalian masih asik aja bermesraan " suara lembut ibu membuat wisnu kaget dia lupa bahawa di ruangan ini ada ibu dan bapak mertuanya .
" ya Allah ibu bapak ,Rima kangen ,tangispun pecah saat sang ibu memeluknya ,begitupun bapak yang sudah tak bisa menahan air matanya .
" menangislah nak ibu mengerti perasaan mu saat ini ,dan setelah tangismu habis jangan lupakan masih ada waktu untuk membuat nya lagi " nasehat yang berujung candaan sang ibu membuat Rima kembali ceria ,dia bersyukur tidak ada yang menyalahkan nya dan dia merasa bahagia .
" gitu dong ,ini baru anak bapak ,sudah sudah ini kamu mau makan apa ?" tanya sang bapak
" ini pak wisnu sudah pesan makanan yang sehat dan sesuai anjuran dokter karena Rima pasti tak mau makanan rumah sakit ini " Penjelasn wisnu membuat hati Rima menghangat .
" mas aku mau minta di suapin ibu boleh ? " ucapnya sedikit malu
" boleh dong ,maaf bu ini buah dan makan nya sudah di siapkan" menyerahkan nampan yang sudah di isi berbagai macam makanan sehat untuk Rima .
" wah banyak sekali mas ,aku mau coba ini dulu bu " celotehan Rima membuat hati wisnu ikut senang dia bisa melihat wajah ceria itu lagi .
" ayo nak kita keluar aja ,kita ngopi dulu yah bu " ajaknya yang di angguki wisnu sebagai jawabnya .
*
*
sementara itu zoya yang sudah sampai di rs,muara kasih ,dengan perlengkapan sang kakak iparnya sehingga salah mengetuk ruangan .
tok
tok
tok
" kakak ini aku zoya " suara di balik pintu namun yang membuak pintu bukanlah Wisnu
" lo" ucap keduanya .
bersambung .
__ADS_1