
suasana ruangan oprasi begitu tegang ,dokter yang menangani Adipun ikut terharu jika perjuangan pasien begitu besar namun hasil mengatakan saat ini ia harus mengalami koma , akibat tusukan membuatnya kehabisan darah , dengan berat hati dokterpun menyampaikan kondisi pasien dalam keadaan koma .
" apa yang harus kami lakukan dok?, apa masih da kesempatan dia sadar kembali ?" tanyanZoya khwatir ada rasa tak rela jika laki laki yang bersetatus ayah dari kedua putranya harus seperti ini .
" maaf nyonya, kami hanya manusia biasa juga , tidak mau mendahului takdir yang Tuhan berikan , hanya Doa dan dukungan yang pasien butuhkan saat ini , maka saya harap nyonya mau membantu pasien menghadapi masa kritisnya saat ini " pernyataan sang dokter berhasil membuat hati Zoya tertampar , dia ingat kata kata kasar pada sang mantan membuat dirinya menyesal telah berkata seperti itu .
" terima kasih banyak dok , akan saya usahakan " ucap Zoya
" kalo begitu kami permisi nyonya " pamit sang Doter .
Sementara itu ,bocah tampan tak henti hentinya menanyakan sang ayahnya .
" ayah acu mana ke, acu kangen lagi " rengek sang sulung yang belum mengetahui keadaan sebenarnya .
" ayah abang lagi pulang dulu yah bang, nanti juga bakalan nemuin abang , abang harus sehat dulu ok " bujuk sang kakek yang tampak khwatir jika sang cucu bersedih dengan keadaan Adi saat ini .
" abang udah sehat ko, mamah ko lama cie tadi bawa ayah pulang ya? Tak henti hentinya ia berceloteh dan ada rasa rindu yang masih terbendung di hatinya , meski awalnya dia yang mencari tau keberadaan sang ayah dari pakde Wisnu, yang mau tak mau Wisnu memberikan jika ayah mereka masih hidup ,wisnupun bekerja sama dengan Adi , meras tidak tega selama ini dia hanya menjadi korban keegoisan Rere waktu itu , Wisnu yang memberi tau keberadaan Kedua putranya selama ini tanpa Keluarga Zoya ketahui .
hari berganti hari Zoya dan seluruh kelurga besarnya termasuk Wisnu dan Rima , ikut menemani Adi yang masih dirawat , di tengah tengah pembicaraan akhirnyWinu bercerita jika Adi dan Rere sudah bercerai , dan mereka yang memeberi tau zoya danpun menceritakan semua kepada Oya dan keluarganya bahwa dia yang memberi alamat kalian tinggal .
__ADS_1
Semua keluarga pun bisa menerima alasan Wisnu membocorkan tempat tinggal mereka , namun sang kakak Zoya belum bisa menerima laki laki itu jika harus kembali dengan sang adik .
" mas , apa aku harus menerima kembali?" tanya Zoya seolah mengerti jika sang kakak masih nampak kecewa .
"mas ,tidak mau kamu kembali di sakiti lagi de, mas tau selama ini kamu masih mencintainya kan?" entah kenapa Darma masih merasakan sakit , adik yang ia jaga harus di perlakukan tidak baik olah laki laki lain apalagi oleh suaminya sendiri .
" baiklah mas, aku manut saja, terima kasih sudah menjaga aku dan kedua anakku" ucap Zoya pastrah meski ada rasa kecewa pada masnya, namun dia harus menghargai keputusan sang kakak.
Semua kelurga sepakat , mulai sekarang mereka akan memaafkan Adi namun tidak untuk menerima kembali menjadi suami Zoya , meŕeka akan memberikan kesempatan Adi untuk menjadi ayah saja tanpa harus menikah lagi dengan Zoya .
Sebulan telah berlalu Adi yang masih betah menutup matanya ,Zoya dan kedua putranya kembali mengunjunginya seperti biasa tanda tanda belum juga terlihat .
" ayah bangun dong ,ade kangen " ucap si bungsu
" liahatlah mas merkea berdua berharap kamu bangun " ucap pelan Zoya saat menyaksikan setiap menjenguk kedua putranya berebut siapa yang harus kangen duluan .
" iya deh tapi ade kangen boleh yah " ucap si bungsu mengalah .
" boleh tapi belakangan ya" tanpa mereka sadari ada setitik Air mata yang hampir terjatuh di pipi sang ayah .
__ADS_1
" mamah liat, ayah nangis mah" ucap si bungsu yang nyatanya melihat setitik air mata di ujung mata sang ayah.
" kalian tunggu di sini yah, mamah panggilkan dokter dulu " ucap Zoya panik .
" haus " satu kata yang Adi ucapkan saat mata nya terbuka dengan lebar .
" mah ayah aus mah ,kasih minum mah" seru keduanya antusias ,merasa tidak tega dengan kata kata sang ayah ,dan merasa kesal pada dokter dan mamahnya.
" sabar sayang , dokter lagi meriksa ayahmu nak" ucap Zoya pelan ,dia paham kedua putranya hanya tak tega melihat sang ayah berkali kali mengucapkan kata haus .
Setelah doktwe mengatakan jika pasien sudah melewati masa kritisnya ,namun tetap harus di rawat untuk sementara waktu ,dan dokterpun mengatakan luka tusukan nya sudah mulai mengering .
" Ayah udah bangun yah mimpi apa cie ko tidulnya lama banget"tanya Zayan yang sudah di samping sang ayah .
yang hanya di jawab dengan senyuman ,ada rasa bahagia akhirnya dia bisa melihat dan mengobrol dengan putra yang selama ini ia rindukan ,ada rasa sesal di hatinya saat masa masa sang istri mengidam .
" ayah ko nangis lagi, ayah sakit? " kini giliran zayin bertanya .
" ayah , bahagia nak, ini air mata kebahagiaan ayah ,maafkan ayah dulu perginya lama" ungkapnya tanpa mereka ketahui Zoya yang baru masuk harus menyaksikan pemandangan ini .
__ADS_1
" mamah sini ,ayah belum mamah yang cuapin ya" titah Zayan antusias .
Deg ...