Istri Pilihan Bunda

Istri Pilihan Bunda
CHAPTER1 (Move-on)


__ADS_3

Kan, memang menyakitkan, ketika kita masih hendak bertahan dan berjuang, ia malah sekilas mata mematahkan segalanya. jujur sih, sakit, siapa yang gak sakit coba? pacaran 8 tahun, saling mengenal dan mendukung, eh, tau-tau nya malah diselingkuhin, nerima fakta lebih ekstrim lagi, ditinggal nikah padahal masih berstatus sebagai tunangannya. gila kan? YAIYALAH GILA!


Gak ada otak si Danu. jujur lagi ya, aku tuh selalu gagal dalam urusan percintaan, kekeluargaan, tapi satu yang gak gagal. di dunia persahabatan. beruntung sih, masih ada yang nguatin disini, hehehe.


Kalo di pikir-pikir, capek juga ya, gak ada guna banget sumpah! untung apa bertahan lama-lama kalo endingnya bikin sesak di dada? yaAllah, sabarkan Zara, yaAllah.


Di kosanku, tidak ada lagi barang-barang yang bersangkutan sama Danu, semua agar demi kebaikan diri ini, melupakannya memang sudah butuh waktu lama, namun, apa gunanya juga memikirkan suami orang toh? kecuali dia belum beristri, boleh lah. sayangnya dia udah ada istri, bukan tipe aku banget jadi mbak-mbak pelakor, tukang rebut laki orang. aku cantik, pasti bakal ada suatu hari nanti pengganti Danu. aku yakin.


Sedikit cerita nih. semenjak papa dan mama meninggal, asetnya disita Bank. bukan apa-apa sih, papa ketahuan korupsi, dan mama terlilit utang sana sini, alhasil bangkrut. sepeser pun gak ada sama sekali peninggalan mereka buat aku, sedih banget kan?


Papa dan mama meninggal sejak usiaku 12 tahun waktu itu. saat itu lagi ujian SMP, mana gak kacau coba? lagi ujian dapat kabar bahwa mereka udah gak ada. damn it! sakit.


Nilaiku anjlok. waktu itu untungnya keluarga Altirgo mau membiayai sekolahku, bahkan aku juga dapat beasiswa berkat prestasi yang aku punya. sejak itu aku harus sekolah sambil bekerja, memulai coba-coba bikin cerita di atau novel di sebuah aplikasi. alhasil, gak langsung jadi bukit. butuh waktu lama untukku bisa punya gelar sebagai penulis yang terkenal, dan bisa menjadi designer seperti sekarang. jalannya ada tiga, usaha, yakin dan mencoba. waktu itu aku nekad, akhirnya sampai di titik ini sekarang.


Namun tetap saja, hutang budi sama keluarga Altirgo gak bisa dibalas pakai apapun. memang ada orang baik disaat kita merasa gak ada jalan untuk memutar kehidupan.


Seperti hari ini, aku ziarah ke makam mama dan papa. mengingat kematiannya yang sudah jalan 7 tahun. aku menciumi batu nisan, berdoa untuk mereka, lanjut menyirami mawar diatas pemakaman. masih sangat terasa kehilangan saat itu.


"Ma, Pa, Zara kangen,"rintihku tersenyum kecut. "Bener kata papa dulu, gak ada cowok yang benar-benar bisa menerima aku seperti papa sama aku, pa,"kataku setengah mengadu.


"Mama, maaf ya, Zara bandel, jarang dengerin ucapan mama selama mama masih ada. dan maaf, Dezara belum bisa kasih apa-apa buat balas budi baik mama dan papa. Zara kangennnn banget sama papa mama. Zara cium nisannya ya? hehehehe,"ujarku kembali menciumi batu nisan mereka satu persatu.


"Oh ya ma. Zara udah putus sama Danu, ternyata dugaan mama memang benar ya? cowok kayak Danu itu memang gak baik buat Zara. atau... kemungkinan Zaranya yang kurang baik sama Danu-nya, mangkanya hubungan kami batas tunangan aja ga sampai menikah."


"Tapi Zara senang tau. gakpapa, seenggaknya gak jadi nikah sama dia. kalo jadi, kan, bahaya? masa sih, gagal juga kayak pernikahan papa dan mama yang cerai sebelum ketemu tuhan? hiks... kangen... kangen rumah, kangen papa, kangen mama, hiks... kangen dipeluk mama... hiks, Zara kangen...."


🦢🦢🦢


"DEZARAAAAA!!! HALLOWWWWWW!!! DEZARAAAA!!!"


Bisa ketebak nih, siapa yang datang. pasti Klara.


Aku membuka pintu kosan dengan baju piyama tidur yang masih dalak keadaan setengah sadar.

__ADS_1


"SUPRISEE!!!"aku kaget banget. mereka membawa balon besar dengan cake brownies kukus berukuran jumbo dengan angka 20 dan tulisan HAPPY BIRTHDAY DEZARA KAMI!


Ah, sungguh romantiss....


"OMG!"aku terkejut menutup mulut. Klara menghidupkan lilinnya dengan korek api gas.


"Lala, Mala, Klara?!"ujarku menutup mulut terharunya.


"Happy birthday ya, beb,"ucap Lala menciumi wajahku. sudah biasa.


Aku pun meniup lilinnya saking terharunya, lupa berdoa.


"Yeee kutu kupret! pasti lupa nih, doanya?"tebak Mala yang aku langsung tanggapi cengiran saja.


"Maaf, lupa,"kataku jujur.


"Kamu tuh kapan coba, gak kelupaan gitu?"cibir Klara juga.


"Maaf deh, nanti aku doa-nya. yuk masuk yuk!"ajakku.


"Apa?"tanyaku semakin dibuat penasaran.


"HAPPY BIRTHDAY DEZARAA!!"


Mataku sungguh membulat sempurna.


"Ardo, Rian, Zico?! kalian juga disini?!"hebohku menutup mulut. mereka itu pacar sahabat ku, dan sudah menjadi sahabat baikku juga.


"Yaiya dong. masa kita milih diem aja dirumah sementara malam ini ultah elo?"kekeh Ardo.


Aku tersenyum simpul mengajak mereka masuk.


Pukul 00.34 wib.

__ADS_1


Seniat itu mereka merayakannya, datang ke kosan hanya demi ulang tahunku saja? sungguh terharu dibuatnya.


"Btw, tadi doa apa?"tanya Zico si raja kepo.


"Rahasia tau,"kataku mencibirnya. sambil menikmati brownies buatan Mala, sekarang sudah punya tokoh sendiri dia.


"Makasih banyak ya, sekali lagi, gak tau mau ngomong apa. gue bener-bener berterimakasih. thank you so much guys!"kataku tersenyum kearah mereka.


"Sebagai gantinya, harus begadang nih, sampai besok?"ujar Rian. si kelelawar.


Aku pun terpaksa mengangguk. "Iyadeh, iya,"pasrahku.


"Besok weekend. jadi bebaslah, begadang!"heboh Zico juga.


"Sa ae kutu kupret,"ujar Rian.


"Eh, btw, gue denger lo ada rencana beli rumah, Zar? udah nemu lokasinya??"ujar Rado menatap serius kearahku. aku pun mengangguk mengiyakan.


"Tapi ntar deh, dipikiran lagi. gak betah sebenarnya punya rumah tapi penghuninya gue doang,"jujurku memasang wajah sendu. sebenarnya memang tidak enak hidup sendirian. kayak gak ada gairah hidup sama sekali.


"Yaudah, kalo gak mau sepi, merried gih!"


"Sialan lo! dikira mudah apa, merried? gue baru aja patah hati tau!"potongku dengan cepat. sontak membuat ekspresi para cowok-cowok kaget drastis. yang lain belum kasih tau ternyata. aku pun mulai bercerita dari awal hingga akhir.


"Sumpah demi apa lo putus?"


"Udah 8 tahun, endingnya kek gitu?"


"Wah! parah nih sih Danu. kudu di ulti beneran!"


"Sumpah! gak terima gue dia kayak gituin temen gue. awas aja kalo ketemu, gue tonjok mulutnya supaya gak banyak bacod lagi!"


"Lo yang sabar ya Zar. lo kan cantik. buktinya lo sampai sekarang meski udah jadi alumni pun, di ingat meluluh sama banyak orang. lo nya aja yang tetap mau sama Danu, ganteng-an juga ganteng mantan pertama lo, Ega."

__ADS_1


"AGHHHH!! JANGAN SEBUT DIA! stop. gak mau denger! sumpah deh! enek gue,"ucapku jengkel setengah mati. bisa-bisanya dia sebut nama cowok itu. paling anti kalo yang di bahas mantan pertama, gak tau kenapa, kayak beda aja dari mantan-mantan lainnya.


Nyeseknya lebih parah. dia yang ngajarin arti cinta dia juga yang ninggalin banyak karma di aku, padahal, seumur-umur aku belum pernah nyakitin cowok. ck. kenapa malah karma selalu nemui aku coba? gak adil banget.


__ADS_2