Istri Pilihan Bunda

Istri Pilihan Bunda
episod 24


__ADS_3

keindahan kota surabaya membuat semua orang betah melihatnya , malam ini hujan nampak deras membuat semua orang enggan melakukan aktivitas di luar termasuk keluarga Rima yang baru tiba di rumah peninggalan sang nenek .


" ibu ,Rima baru tau kalo ibu masih punya rumah di sini? kenapa tidak pernah cerita ?" pertanyaan Rima membuat semua orang menatap nya .


" ibu juga hampir melupakan nya neng ,ibu sudah hampir 24 tahun tinggal di desa bapak mu"


" iya Rim ,rumah ini sengaja kami tinggalkan kerena begitu banyak kenangan bersama nenek mu rim ,ibumu sungguh frustasi setelah kepergian nya dulu"


" tapi rumah ini masih cukup bagus apa ada yang merawat selama kita tinggal di desa" tanya Dewi


" pasti ,yang tadi bu bekti dia yang ikut bersama keluarga ibu semenjak ibu masih gadis ternyata dia sudah di beri kepercayaan oleh nenekmu sebelum meninggal agar merawat dan menunggu ibu kembali jika suatu saat ibu meninggalkan rumah ini ,ibu tidak menyangka bi bekti menjalankan amanat itu dengan baik, mangkanya ibu suka dapat kabar jika rumah ibu selalu dia jaga ,awal awal banyak orang yang meminta dan ingin membeli rumah ini namun bi bekti tidak pernah memberikan siapapun yang akan membelinya,dulu ibu terlalu sombong ,tidak mau menerima kepergian nenek kalian ," penjelasan panjang lebar sang ibu membuat ketiganya tidak menyangka jika sang ibu begitu rapuh disaat di tinggalkan oleh orang yang begitu ia sayangi .

__ADS_1


*


*


*


" bun, ayah kangen, semoga suatu saat nanti ayah bisa bertemu kembali di jananahNya" gumam ayah yang tidak sadar memeluk pas foto pernikahan nya dulu .


" ayah janji ayah tidak akan makan jengkol dan makan bakso lagi ,ayah akan jaga kesehatan supaya bisa melihat cucu cucu kita kelak" lamunan terus tertuju dimana bunda selalu cerewet jika ayah makan sembarangan .


*

__ADS_1


*


satu bulan telah berlalu ,Rima maupun Wisnu sama sekali tidak pernah saling mengingat mereka seakan akan tidak pernah bertemu dan merasa semua tidak terjadi ,tidak ada rasa rindu maupun rasa bersalah .


kehidupan Rima di surabaya begitu banyak perubahan kini Rima tumbuh menjadi wanita dewasa dan bijaksana ,tegas dan mandiri ,dia membuka tenda kuliner makanan yang terbilang murah meriah nasi pecel sego ,meski hanya membuka STAN kecil ,namun pengunjungnya tidak pernah sepi , awalnya dia hanya coba coba namun hasil nya luar biasa ,adik adiknya selalu membantu di saat pulang sekolah , bapak dan ibu selalu mendukung apapun keputusan sang putri ,bapak yang selalu mengantar kemanapun Rima pergi tidak sekalipun dia membiarkan sang anak pergi sendiri ,sifat posesip yang dulu tidak pernah terjadi kini semua nya terjadi karena dia tidak mau kejadian dulu terulang kembali , dia tidak akan mudah percaya pada pemuda pemuda yang mendekati sang putri .


" pak ,Rima boleh izin ke perpustakaan tidak ,hari ini libur berjualan Rima mau cari buku tentang bisnis pak " bujuk rayu sang anak pada sang bapak butuh tenaga extra .


" bapak lagi sakit kepala ,kamu tunda saja cari bukunya , Adik kamu juga belum pulang Rim " keluh nya.


" gak papa pak ,rima bisa sendiri bapak istirahat saja , percaya sama rima tidak akan terjadi apa apa lagi ok " bujuk nya .

__ADS_1


" baik lah hati hati yah nak ,bapak istirahat dulu " meski berat hati namun dia tidak mau membuat putrinya sedih karena terlalu di kekang .


bersambung ..


__ADS_2