
satu minggu telah berlalu , Adi dan zoy menjalani hubungan tanpa status . Meski ada keragun dalam hati zoya dengan sikaf Adi padanya selama ini .
"Aku gak mau makan vitamin terus ,kenapa harus nyusulin segala sih ,emang kamu siapanya aku ? " tanya Zoy iseng, karena sampai saat ini Adi tak pernah berkata apapun selain perhatian.
" Zoy ,aku mau jujur sama kamu ,sebelumnya aku minta maaf dengan semua sikap dan ancaman tempo dulu, aku harap kamu mengerti mengapa sikap ku seperti itu" ucapnya penuh sesal .
" cukup ,aku gak mau bahas masalah kalian ,dan sebaiknya kamu itu pulang ngapain ngintilin aku terus ,inget yah aku dan kamu tidak ada hubungan apapun " tegasnya
" maaf " ucapnya seraya memeluk wanita yang sudah berkorban padanya, mungkin jika bukan karena ginjal Zoya entah apa yang akan terjadi padanya .
" lepas .... " pinta zoy yang tak dapat ia pungkiri ada rasa berbeda disaat Adi memeluknya sepeti ini .
" biarkan seperti ini dulu yang" lirihnya
" aku gak suka dengan sebutan mu " ketusnya yang mamapu membuat Adi sedikit takut .
" kenapa?"seraya melepaskan pelukan nya dan menatap mata indah Zoya.
" m....kenapa liatin nya kaya gitu ?" ada rasa malu jika Adi memandangnya sepeti ini
" Zoya Hanifah ,bersediakah engkau menjadi pendamping hidupku ?" ucapan yang selama ini ia pendam akhirnya bisa lolos dengan lantang .
" what " teriaknya
__ADS_1
" Dengar baik baik ,Zoya Hanifah maukah engkau menikah dengan ku ,laki laki berngsek dan bodoh ini ?" pintanya yang menurut sebagian wanita ucapan Adi tak seromantis laki laki lain .
Deg Deg Deg ....
sebisa mungkin Zoya mengatur nafasnya ,merasa pasokan udarapun berhenti sekejap saja .
" Zoy aku mohon , beri aku kesempatan untuk mencintaimu " pintanya penuh harap
" aku .... Aku .... tidak bisa menerimamu di , karena aku tidak pernah mencintaimu, dan akupun yakin jika semua perhatian mu ini bukan cinta melainkan rasa kasihan saja?"
Jawaban zoya begitu menyakitinya , namun sebisa mungkin Adi meyakinkan jika ia benar benar tulus .
" mas ,aku mohon hargai keputusan ku , dan lupakan atas apa yang pernah aku berikan pada mu , anggap itu hanya hadiah semata " . Setelah mengucapkan itu Zoya pun pergi dan kembali pulang .
Sementara itu di kediaman Wisnu harus di hebohkan dengan berita tentang Zoya yang akan di lamar Adi , dia bukan tidak merasa senang namun dia lebih khawatir jika Adi tak mencintai sepupunya dengan tulus ,
" sebaiknya ayah dan pakde mempertimbangkan lamaran Adi , aku gak yakin jika Adi sudah berubah " ada rasa khawatir dalam hati Wisnu dia takut Adi hanya akan membalskan dendam itu kepada adik sorot matanya," pernyataan pakdhe berhasil meluluhkan hati Ayah dan Wisnu ,
" hust, dengarkan baik baik nak ,tidak ada manusia yang sempurna nak ,adi dan kamu pernah melakukan kesalahan , begitupun ayah dan Pakde kita pasti pernah egois " kini ayah yang menjawab .
" maaf kan wisnu yah ,baiklah aku akan mendukung apapun keputan Zoya" ia tersadar manusia tempatnya khilap dan dosa , ia merasa dulu iapun pernah bersikap egois .
" mas, Zoya nelpon " seru Rima yang sedari tadi hanya menyaksikan perdebatan antara pkdhe dan suaminya .
__ADS_1
Sedangkan Ayah hanya bisa berdoa semoga Zoya baik baik saja .
" berikan ,biarkan mas yang angkat " dengan gerakan cepat Wisnu menjawab panggilan adik sepupunya .
" Asaalmualaikum ,,, ka Rima,zoy mau curhat " tanpa mendengarkan jawaban di sebrang ,Zoya bercerita panjang lebar atas apa yang Adi lakukan selama ini ,tanpa Zoya sadari jika perkataan Zoya berhasil membuat Wisnu menahan tawanya karena merasa lucu bisa bisanya Sahabatnya di tolak mentah mentah oleh wanita yang sejak dulu selalu menciumi pipinya karena gemas .
" kenapa di tolak ? Suara wisnu mampu membuat jantung Zoya berhenti begitu saja ,meras syok
" mas wisnuuuuu" teriaknya malu dan langsung menutup panggilan tersebut .
" kenapa wis ko kamu ketawa?" tanya ayah penasaran begitupun pakdhe dan Rima .
" pakdhe gak jadi punya mantu , lamaran nya si Adi di tolak " jawab Wisnu enteng .
Deg
bersambung .
Bantu vote
Like
Komen ya
__ADS_1