Istri Pilihan Bunda

Istri Pilihan Bunda
C4(Ega sengaja)


__ADS_3

...UP GAK NENTU☺️🐌...


Aku menatap sekeliling rumah besar keluarga Altirgo. tadi angannya mau balik ke kosan, tapi siapa sangka kata salah satu pelayan disini kosan itu sudah di tempati orang lain. padahal uang sewa ku belum habis. benar-benar rugi sekarang.


Aku memperhatikan kolam renang yang tenang, masih bergidik kalo mau lompat kedalam, takut sama sesuatu yang di luar nalar. seperti ular, buaya atau sebagainya. ya walau aku tau sih itu hanya pikiranku saja, aslinya gak ada benernya. ah udahlah.


Terjun gak? yaudah lah gas aja!


BYURR!


Eh tunggu-tunggu, aku belum nyebur kan? iya. perasaan aku belum nyeburr, kok, sekarang udah loncat kedalam kolam? trus, kenapa rasanya kaku gak bisa berenang? padahal aku dulunya atlit renang, gak, gak, gak, ini mimpi pasti.


Tapi, ... kenapa nafasku sesak?


To-tolong ....


Samar-samar aku melihat Ega juga berenang, tapi kearahku. ia seperti ahli profesional yang menyelamatkan seseorang yang sangat butuh sebuah bantuan. selepasnya aku baru bisa bernafas ketika tubuhku dibawa keluar.


"Uhuk-uhuk!"aku mengusap kepalaku, satu tanganku merangkul leher cowok itu guna berjaga-jaga supaya tidak tenggelam lagi. nafasku tersengal-sengal, tenggorokan ku gak enak karena air kolam yang ku telan cukup banyak membuatku mual.


"Gakpapa?"tanya cowok itu seraya terkekeh.


Aku mendorongnya dan berenang sendiri ke pinggir kolam. "jahat banget sih! pasti kamu, kan, yang dorong aku tadi!?"teriakku karena kesal terhadapnya.


Mataku sudah memerah, hidungku cukup perih. aku sudah beberapa tahun lamanya gak nyentuh yang namanya kolam renang. wajar saja tadi tubuhku agak sedikit syok.


"Iya. tapi udah ditolongin, kan?"jawabnya tanpa rasa bersalah. "lagian, bukannya kamu atlit renang, Zar? kok bisa langsung tenggelam tadi?"ujarnya.


Aku menghela nafas panjang. "Aku udah lama gak renang Ega. terus kamu dorong aku, tubuhku belum sempat bergerak, alhasil jadi kaku, kesemutan lagi kaki ku,"kataku sebal.


Cowok itu berenang menghampiri ku seraya terkekeh.


"Aku pikir tadi kamu pingsan, Zar."


"Trus mau adegan kasih nafas buatan gitu?"


Cowok itu hanya nyengir.


"Dih! enak aja kamu nyari kesempatan."


"Bercanda Zar. toh dikit lagi kita bakal merried, kan? gakpapa dong, latihan dulu."


"Aku belum bilang iya."


"Cuman udah bilang insyaallah, kan??"


Udahlah. debat sama Ega bikin sakit kepala saja.


Aku awalnya hendak naik dan lekas keluar dari kolam yang dingin itu, cuman Ega menarik lenganku hasilnya aku jatuh lagi ke dalam air. tepatnya kedalam dekapan dia.


"EGA KAMU NGAPAIN!?"jerit suara di ujung sana.


Aku dan Ega menoleh.


"Bunda!?"kagetku.


Nah, salah paham nih.


"Enggak ngapa-ngapain kok bund! aku sama Ega tadi, kita-"


"Latihan aja bunda."potong cowok itu menunjukkan senyum genitnya kearah bunda. aku bingung maksud senyumnya tuh apa, gitu kan.

__ADS_1


"Maksud kamu latihan apa?!"


"Latihan ngajarin Dezara caranya bikin cucu, awalnya gimana, gitu bund."


Pletak!


Aku menjitak kepala Ega dengan emosi memuncak.


"Sembarangan ya kamu!"


Aku langsung bergegas keluar dari kolam. menghampiri bunda yang menatapku basah kuyup.


"Loh. kok udahan?"tanya bunda.


Keningku berkedut. aku mengikuti langkah bunda yang mengajakku berjalan kearah kolam.


"Lanjut lagi dong!"


BYUR!


Habis aku. anak sama mamanya sama aja.


Bunda dan Ega tertawa terbahak-bahak. sedangkan aku yang di tarik paksa oleh bunda masuk kolam hampir nyaris jadi patung. aku memperhatikan ibu dan anak itu yang berenang berdua. ada rasa nyilu dalam hatiku, bayangan almarhum mama dan papa terlintas begitu saja, seakan rasa sedihku bercampur dengan dinginnya air di kolam renang tersebut.


🦢🦢🦢


"Nih,"


"Makasih."


Aku menerima jagung rebus tersebut. melihat Ega yang masih sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


Aku menggigit jagung rebus tersebut, manis, aku lupa kalo aku juga tersenyum menikmati setiap rasanya.


Ega duduk di sampingku. kemudian ia mengeringkan rambutku juga seperti yang ia lakukan dengan dirinya tadi. aku mengernyit akan perlakuan aneh cowok itu.


"Masih pakai shampoo Pantene, Zar?"


"Masih."


"Conditioner juga masih sama, kan?"


"Iya, masih."


Enak banget makan jagung rebus yang masih anget-anget di saat lagi kedinginan gini. bunda ngajak renang gak tanggung-tanggung, sampai sore, mataku bahkan udah bengkak. udah gak tahan dalam air tapi gak dibolehin pergi.


"Ga, bunda mana sama ayah?"


"Oh. bunda sama ayah pergi, ada urusan katanya."


Aku mengangguk mengiyakan. pakai daster dirumah tuh emang nyaman banget. adem rasanya.


"Zar."


"Hmm??"


"Pernah kangen gak, sama aku?"


Aku diam.


"Atau habis putus langsung lupain aku?"

__ADS_1


"Ya kalik."jawabku. "Kamu tau sendiri aku move-on waktu itu berapa lama,"beoku.


Cowok itu tidak bergeming, ia pun langsung diam.


"Yang ada kamu kalik, gak nganggap apa-apa hadirnya aku waktu itu? cuman gakpapa kok. udah, gak usah bahas masalalu lagi lah, udah lama juga. anggap cinta monyet aja gitu, kan?"


Ega mengangguk kemudian duduk di sampingku.


"Ntar Klara, Mala, Lala, sama pacar mereka mau kesini,"kata Ega membuat dahiku berkerut.


"Bunda kasih tau mereka kalo kamu tinggal disini sekarang, karena kita bakal merried, jadi mereka mau main sekalian ngobrol lah, mereka kangen katanya mau ketemu calon istri Ega."


"Apa!? jadi mereka udah tau? tapi kok, gak chat aku??"


"Sengaja. bunda yang gak nyuruh."


"Ish! gak banget deh."


"Yaudah. aku pergi dulu."


Aku memperhatikan Ega, sebelum bertanya dia sudah tersenyum duluan.


"Gak kemana-mana kok. urusan kantor, bukan urusan selingkuh."


"Dih. apaan deh?"


Ega terkekeh. mengacak-acak rambut ku sebelum dia benar-benar pergi. hobby, emang dari dulu kayak gitu.


🦢🦢🦢


"DUAR!"


Aku bersedekap dada memutar bola mataku malas. mempersilahkan tamu-tamu ku masuk dan memberi jamuan makan dan minuman.


"Wihhhh, kan, kan, apa kata gue?"kekeh Zico. "Dezara itu bakalan balik sama Ega. dari dulu emang udah sweet cuple gue tuh lo sama Ega, Zar. malah ke Danu, ck!"


Aku diam memperhatikan mereka yang terus menerus membicarakan aku dan Ega.


"Wait, wait. jadi, kapan merriednya?"tanya Mala.


"Eh. ntar dulu! ntar dulu! kata bunda, Ega sama Dezara itu emang sama-sama belum move-on, kan? mangkanya setiap punya pacar gitu, gak pernah langgeng. taunya, jodohnya di mantan sendiri?"kekeh Lala.


Klara mengangguk mengiyakan. "Nah kan, Zar. apa kata gue? gak baik terlalu benci dan mengabaikan mantan. akhirnya, tetap balikkan, kan, sama Ega?"jelas Klara.


Aku mendengus. "Kalian gak tau,"cicitku. "ini tuh rumit. mendadak. dan bener-bener diluar nalar gue!"jelasku.


Tetap, mereka gak percaya.


"Bilang aja masih cinta sudah bener."


"Tau. keburu hilang lagi kedua kali, nangis lagi, galau lagi, sesegukan lagi."


"Tau. temen kalian nih, bukan temen gue."


"Ck."


Ardo dan Rian terkekeh geli.


"Zar, laper nih. numpang makan boleh?"


Dasar si Lala.

__ADS_1


"Yaudah. kebetulan gue juga belum makan malam sih. nunggu bunda, ayah sama Ega keburu mati kelaparan. mereka pulang dari kantor jam dua belas malam. yaudah ayo!"ajak Dezara langsung ditanggapi kegirangan oleh mereka.


__ADS_2