
lain kehidupan Rima lain kehidupan Wisnu yang semakin hari semakin bahagia, kini Risa sang istri telah hamil muda, sepulangnya dari bulan madu Risa dinyatakan hamil ,meski masih awal awal namun Wisnu terlihat bahagia ,dia ingin memberikan kabar pada kedua orang tuanya yang sudah lama tidak pernah melihat dan mendengar kabar nya ,selain sibuk dengan perusahaan nya di tambah kesibukan wisnu di saat sang istri mengalami ngidam .
" sayang ,sebaiknya kita berangkat sekarang yah ,mumpung pagi , " saran Wisnu pada sang istri .
" iya tapi mas aku mau sip siap dulu ya ,trus barang barang aku yang harus di bawa jangan sampai ada yang ketinggalan " titahnya
" baiklah sayang ,o iyah kamu sudah minum susunya kan " perhatian Wisnu begitu besar .
" sudah " jawabnya jutek .dan beranjak dari kursi menuju kamar
" kalian jadi ke rumah bunda mu nu" pertanyaan sang papah mertua mengalihkan wisnu
" iya pah ,aku sudah satu bulan tidak mendengar kabarnya ,papah baru sampe gimana jalan jalan nya ?"
" seru banget satu bulan berada di Bali ,rasanya ingin lebih lama lagi ,apalagi di sana kita juga sudah membeli fila yang suatu saat kita bakalan ke sana iya kan pah " Risa tak sengaja mendengar mamahnya membeli fila di bali membuatnya semakin bahagia dia tidak menyangka jika usaha suami dan papahnya semakin maju ,dia tidak menyesal jika harus hamil anak wisnu .
" syukur Alhamdulillah pah .
tak lama Risa kembali dengan tampilan yang lebih rapi ,tidak lupa cemilan yang selalu ia bawa di saat perjalanan jauh atau dekat .
"aku dan Risa berangkat dulu yah mumpung masih pagi " pamitnya karena sudah tidak sabar akan memberikan kabar bahagia pada sang bunda ,dia ingin membuktikan pilihan nya yang terbaik dia bisa memberikan cucu untuk sang bunda .
" hati hati nu jangan lupa kamu tidak boleh membiarkan Risa mengerjakan pekerjaan rumah ok " pesan sang papah mertua membuat hati wisnu sedikit kesal .
" iya pah " jawabnya singkat
*
*
__ADS_1
*
selama dalam perjalanan Risa maupun wisnu tidak sekalipun membahas tentang villa dia fokus hari ini untuk kedua orang tuanya entah kenapa wisnu begitu rindu pada kedua orang tuanya terutama sang bunda ,meski masih bersalah atas pernikahan nya dulu dengan Risa dia yakin sekarang bunda maupun ayah pasti bisa menerima Risa dengan baik apalagi saat ini Risa sedang mengandung cucu nya ,pikirnya .
mobil pun tiba dengan semangat Wisnu melangkah dan mengetuk pintu dengan hati yang berdebar .
"Assalamualaikum ... ayah ,bunda wisnu pulang yah bun " teriaknya
" wa'alaikumusalam suara lembut sorang perempuan dari dalam membuat wisnu sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan sang bunda .
Ceklek ...
Pandangan bingung membuat Wisnu dan ibu tersebut saling bertanya tanya .
" maaf ibu siapa yah ,ko da di rumah bunda dan ayah saya " pertanyaan yang membuat sang pemilik rumah bingung .
" maaf anda siapa ? "balik bertanya
" boleh saya masuk bu ,maaf saya putra dari pemilik rumah ini .
" o ...silahkan masuk , silahkan duduk mas, mba , Wisnu memasuki rumah yang sudah begitu berbeda ,dari warna cat dan barang barang ,tampak berbeda .
" maaf bu bisa di jelaskan kenapa ayah dan bunda saya menjual rumah ini dan itu kapan terjadi "dengan tidak sabar wisnu kembali menanyakan .
" maaf alasan dan tujuan rumah ini di jual saya tidak tau pasti ,yang jelas ada seseorang yang memberi Taukan jika rumah ini akan di jual dengan harga murah , dan kebetulan saya dan suami saya sedang mencarinya Alhamdulillah harga nya cocok dan kami sepakat untuk membeli rumah ini " penjelasan yang belum bisa Wisnu percaya.
" apa ibu tau nama pemilik rumah ini sebelumnya ? "
" sebentar " sang pemilik bangkit dari tempat duduk dan membawa surat surat rumah agar tidak cape cape menjelaskannya .
__ADS_1
" ini mas liat ,dan saya yakin mas mengenalnya jika benar itu ayah anda " wisnu meraih berkas dan membukanya matanya membulat dia tidak percaya sang ayah menjual rumah sederhana namun banyak kenangan ini di jual begitu saja ,banyak pertanyaan yang belum terjawab olehnya .
" kalo boleh tau kenapa ayah saya menjual rumah ini bu " tak terasa air mata yang menahan rindu pada kedua orang tuanya menetes juga .
" kalo saya tidak salah yah mas ,mba sedikit mendengar alasan namun entah itu benar atau tidak alasan rumah ini di jual ,karena bapak itu akan tinggal di surabaya , setelah sang istri meninggal dunia " penjelasan ini malah semakin membuat Wisnu dan Risa syok
Deg
" meninggal ,siap yang di maksud ibu meninggal ,bunda saya?" dengan suara meninggi membuat sang ibu kaget .
" kenapa mas tidak tau jika bundanya sudah meninggal Satu bulan lalu ,aneh " kesalnya .
" ibu jangan asal bicara ,bunda saya tidak mungkin meninggal " ucapan Wisnu membuat sang ibu ketakutan dia tidak tau harus menjelaskan bagaimana lagi .
" kalo tidak percaya tanya kan saja sama warga sini ,maaf sebaiknya kalian keluar dari rumah ini sudah di kasih tau malah marah marah " dengan perasaan kacau dan hancur wisnu keluar tanpa memperdulikan Risa yang masih diam mematung .
" sayang kenapa kamu ninggalin aku " teriaknya .
" permisi bu "
" dasar anak durhaka ,ibunya meninggal tidak tau " dengusnya .
" Aaaaakkkkkghhh.... bundaaaaaa bundaaaaa " tariannya di dalam mobil .
" apa sebegitu kecewanya bun kenapa bunda pergiiii teriakan histeris Wisnu membuat Risa acuh namun dia sedikit lega jadi tidak ada lagi pengganggu nya pikirnya .
" sudah mas ,mungkin bunda sudah bahagia jangan menangis ayo sebaiknya kita pulang aku sudah lelah " ucapan Risa tak di indahkan wisnu dia kembali turun dan berlari kesalah satu rumah kosan yang di tinggali oleh bu jum
" mas.....mau kemana sih mas ".. teriknya .
__ADS_1
bersambung ..