
" apa maksudnya dok?" tanya Adi yang terdengar syok
" ya, aku mencintai mu mas Adi, dan aku siap menjadi istrimu,aku tau mas, Zoya sudah menolakmu dan aku siap untuk dijadiakn istrimu,dan kita sudah cukup mengenal kan?" kata kata yang terdengar santai hampir membuat jantung Adi semakin menggebu ,bukan menggebu yg berarti cinta, namun lebih ke kaget ,dia tak menyangka Dokter Rere menyalah artikan sikafnya selama ini .
" maaf Dok,aku dan Zoya akan segera menikah ,perlu Dokter tau ,aku tak memiliki perasaan yang lebih ,sekali lagi saya mohon maaf ,Assalmualaikum " setelah mengungkapkan perasaan ya g sebenarnya ,Adi langsung menutup telpon nya ,dia takut hatinya tak sabar mendengar kata demi kata ungkapan cinta doktr Rere padanya, dia tak ingin ada kesalah pahaman lagi dengan wanitanya .
" mas ,mas adi ,.... Teriaknya di sebrang sana ,ada rasa sesak kenapa cinta harus hadir pada laki laki yang sudah memiliki tunangan , ada rasa malu di hatinya namun ia tahan ,dia ingin ada kelegaan dalam hatinya .
" ya Tuhan aku harus cepat cepat menikah dengan Zoya ,gak mau lama lama lagi pokonya tahun ini harus segera sah " tekad Adi yang tak mau berlama lama menundanya .
waktu terus bergulir Kini Rima tiba di kediaman nya ,seluruh keluarga sudah berkumpul termasuk Adi yang ikut mengantar Rima ke rumahnya ,dia akan melamar Sang kekasih detik ini juga .
suasana nampak ramai , Zoya yang duduk santai dengan Rima dan ibunya , terlihat syok ada tangan yang menggenggp nya dan mengatakan.
"Zoya Hanifah maukah engkau menjadi istriku, dan menjadi ibu dari anak anakku ?" ucapan lantang Adi berhasil membuat semua orang tercengang .
__ADS_1
" Mas , aku ..... Aku siap menerimamu , dan siap menjadi ibu dari anak anakmu," jawaban Zoy penuh ketulusan .
"Alhamdulillah " ucap semuanya termasuk pakdhe dan bukdhe yang ikut bahagia melihat sang putri kembali di lamar .
" pak , maafkan Adi , Adi hanya ingin menguji , dan mulai saat ini Adi akan menjaga hati Zoya pak dan berusaha memahaminya" ungkpan Adi saat ini membuat hati pakdhe menjadi ikut lega .
" terima kasih sudah mau mencintai putri pakdhe ,ingat janji adalah hutang ya, pakdhe tunggu keputusan kalian kapan kalian izab nya " jawab pakdhe tulus membuat semua orang ikut bahagia , yang awalnya melihat pakdhe sedikit marah dengan sikap tempo hari Adi .
Suasana ruang tamu begitu banyak canda dan tawa ,ayah yang selalu menggoda Zoya saat menerima Adi.
" ye ,ayah kaya gak tau Zoy aja sih" ucap Zoy cemberut .
" iya ,ayah tau ,sini peluk ayah dulu, kamu ternyata mau menikah saja " di peluknya sang keponakan yang sudah ia anggap putri kecilnya .
" Zoy ,bapak mengabarin masmu ko susah yah ,apa dia ada bicara dengan mu " ? Tanya pakdhe pada putrinya .
__ADS_1
" kemarin ,mas ngasih pesan lagi kerja pak, mungkin emang lagi sibuk pak" jawab ,zoy jujur .
" mas mu itu ,aaaaaah susah sekali hadir si momen momen seperti ini . Keluh pakdhe .
" sabar toh pak, anak lanangmu lagi kerja keras " ucap ibu
waktu terus bergulir kini Zoya dan Adi sudah resmi menjadi suami dan istri ,tak banyak acra yang mereka lakukan ,setelah izab hanya acara pesta sedehana yang Zoya dan Adi adakan .
" mas ,bajunya ganti dengan yang ini ya" ucap Zoya lembut .
" iya sayang ," ucap Adi namun tangan nya sudah tak sabar ingin menyentuh sang istrinya yang terlihat sudah siap untuk tidur .
" mas "ucap Zoya yang kaget saat tangan Adi memeluknya dengan erat ,
" mau yah sayang " pintanya dengan penuh cinta .
__ADS_1