Istri Pilihan Bunda

Istri Pilihan Bunda
C7 Halu


__ADS_3

"EGAAAAA!!!"pekikku terjun dari atas kasur. bagaimana bisa saat terbangun pagi aku seperti orang kesetanan melihat Ega yang juga terlelap disampingku. matanya terbuka karenas terusik dengan suaraku mungkin. tepatnya memang karena aku.


"Apasih Zar??"jawabnya dengan suara serak basah.


"Ka--kamu gak ngapa-ngapain aku, kan, semalam!?"


"Gak usah souzon. toh kamu haid,"jawabnya malas.


Aku berucap syukur mengelus dada. ada senang juga karena datang bulan dan bisa selamat dari malam pertama bersama Ega. aku ketawa dalam hati karena bisa menundanya paling tidak selama seminggu. di detik itu juga aku akan membuat Ega terus marah sehingga terhindar dari yang namanya malam pertama. ide menarik bukan?


"Kamu kenapa senyam-senyum gak jelas gitu?"


mendengar suara Ega aku langsung menggeleng sambilan nyengir. "Mau tau aja. yang jelas bukan senyam-senyum karena cowok lain ya!"jelasku.


Ega mengangguk mengiyakan. "Oh."


"Oh ya mas suami. mau sarapan apa pagi ini??"


"Aku sarapan diluar. kamu istirahat aja. oh ya, aku udah suruh Andres buat beli perlengkapan kamu, kalo perut kamu nyeri dan sakit telpon aku. aku bisa langsung pulang."


Tubuhku mematung menatap Ega. benarkah dia seperhatian itu padaku? ya gak boleh dong! yang ada nantinya aku meleyot nih. aku membuang nafas kasar.


"Gak sabar ya?"godaku membuatnya berdecih karena jengkel.


"Gak usah nyari masalah. liat mukamu aja aku udah gak mood."Jawabnya.


"Memangnya muka ku kenapa??"tanyaku sambilan memeganginya.


"Jelek."


Usai mengucapkan satu kata itu Ega melangkah masuk ke kamar mandi. sedangkan aku hanya bisa menahan kesal hampir merintih.

__ADS_1


Aku menyalami punggung tangan Ega. memberikan tas kerjanya sambil tersenyum.


"Inget. jaga mata jaga pandangan!"tekanku dibalas deheman olehnya.


"Cukup bayangin muka cantikku aja."Sambungku membuat Ega menatapku spontan. "Halu,"katanya kemudian menonyor keningku. ia lekas pergi sedangkan aku mendadahinya. hari ini aku gak kerja jadi nyantai dirumah. namun saja aku masih menerka-nerka, apakah Ega masih menyimpan rasa padaku atau rasanya sudah pudar.


ketakutan ku bertambah melihat sifat menyebalkannya yang tidak berubah. sifat itulah yang dulu diam-diam tanpa sadar berhasil meracuniku. mencuri peran penting dibagian hidupku sampai kehilangan Ega dulu aku seperti orang gila. bahkan hampir menghadapi dokter psikiater saking syoknya Ega pergi meninggalkan ku.


Terlebih, aku paling takut saat ini Ega akan menyakitiku lagi. bahkan lebih parah dari dulu. apakah aku sanggup kembali terluka olehnya?


🦢🦢🦢


"Ga,"Ega menoleh kesumber suara. Ranka, asisten pribadinya.


"Selamat ya atas pernikahan lo. sorry bro gak bisa hadir dihari penting lo. mama gue sakit,"jelas Ranka dibalas anggukan oleh Ega.


"Gue lihat di sosmed lo merried sama Dezara ya? mantan lo yang hampir setres karena lo putusin dulu?"


"Wihhhh!! keren bro. emang definisi jodoh gak bakal kemana tau! kan, apa kata gue? jodoh lo tuh memang Dezara. lo nya aja yang ngotot pengen lupain dia dan putus hubungan sama dia."Ranka berceloteh panjang lebar membuat Ega mendengus sebal.


"Gue nikahin di karena bunda."jawab Ega santai.


Ranka diam.


"Yang bener?"godanya. "ntar dusta lagi,"kekeh Ranka.


"Berisik!"ketus Ega melayangkan tatapan mautnya. "mending lo urus jadwal gue. rapat sama siapa hari ini?"tanyanya.


"Lo nanya sama gue. tanya sama sekretaris lo lah!"cibir Ranka.


Ega jengkel banget sama manusia bernama Ranka ini. bisa-bisanya dia gak takut sama Ega dari segi manapun. mungkin definisi sahabat sehati sejiwa dan sepemikiran kalik ya? rasa takut itu dianggap sebagai candaan belaka.

__ADS_1


"Setau gue hari ini lo ada rapat penting sama perusahaan Xclot grup. itu sekitar pukul sebelas nanti,"ujar Ranka memberitahu. Ega mengangguk paham kembali menyusun berkas-berkas pentingnya. berkutat dihadapan laptop sebelum ia mengikuti rapat.


"Ga."panggil Ranka duduk di sopa sambil makan buah apel.


"Apalagi bawel?"sebal Ega dibalas kekehan oleh Ranka.


"Request baby twins dong!"


"Tai lo!"Ega langsung melempar kertas yang tidak digunakan lagi kearah Ranka. "Malam pertama aja masih di pending."


"WHAT?!"mata Ranka membelalak. "Kenapa? jangan bilang kalian ...."


"Dia datang bulan."


Ranka tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Ega. kemudian memegang perutnya. ia tau banget Ega jengkel setengah mati.


"Sabar bro. dulu lo yang ngajarin gue sabar soal gituan sama cewek-cewek gue,"kekeh Ranka. "tunggu aja."lanjutnya.


Ega mengangguk mengiyakan. "Tunggu negara api menyerang. "jawabnya kemudian terkekeh bersamaan dengan Ranka.


"Ada-ada aja lo!"cibir Ranka.


"Yaudah. lanjut. gue mau jalan-jalan dulu sama calon bini. siapa tau nyetak anak duluan mendahului lo."


"Awas aja kalo sampai terjadi!"ancam Ega. "Lo tau akibatnya!"ancamnya penuh menekan.


"Di sah-kan dulu baru di grep! baru halal."cibir Ega membuat Ranka nyengir kuda.


"Nunggu baby twins lo ke cetak gol baru gue merried."Jawab Ranka.


"Gue pegang omongan lo!"

__ADS_1


__ADS_2