
" mas ,tapi pelan pelan yah ," pintanya ada rasa takut di hatinya .
" pasti sayang , " jawab Adi tanpa berlama lama ,keduanya sudah berada di atas tempat tidur yang berhiaskan kelopak bunga yang indah ..
meksi awalnya terlihat kaku, keduanya nampak menikamati .malam pertama dengan penuh cinta
"mas..." panggil Zoya pelan saat Adi membuka seluruh pakaian yang mereka gunakan .
tanpa berkomentar lagi kedunya melakukan dengan penuh kelembutan ,jika Zoya yang baru pertama kali ia lakukan ,berhasil membuat hati Adi bahagia, bahwa laki laki yang pertama yang menyentuh Zoya .
" terima kasih sayang ,maaf jika mas tadi menyakiti mu" ucap Adi setelah ritual malam pertama selesai .
waktu terus berlalu kehidupan rumah tangga Zoya dan adi semakin terlihat bahagia , meski masih banyak selisih pahan namun Adi maupun Zoya akan menyelesaikan masalah demi masalah dengan bijaksana . Seperti sekarang Zoya sudah mengandung anak pertamnya setelah Rima melahirkan Zoya pun mengalami ngidam yang cukup aneh . Dia ingin Putri Rima nginap dua hari di rumahnya tidur dan main bersama nya tanpa Rima dan Wisnu datang .
" sayang sudah ya, nie anak orang yang , masa di sandra gini , ntr mamah dan ayahnya berantem mas kasihan yang " bujuk Adi pada sang istri .
" tapi aku gemes mas sama Embun , pokonya Embun harus nginep ya, pernyataan sang istri kini berhasil membuat kesabaran Adi pun habis ,dan tanpa sengaja ia membentak sang istri dengan keras .
" cukup , aku cape nurutin kemauan kamu, aku bosan kenapa kamu keras kepala sekali Zoy" teriak Adi yang membuat Embun pun ikut menangis .
" Adi... " ,Kenapa membentak Zoya nak " tanya Ayah wisnu yang sedari tadi menyaksikan keduanya .
" maaf ya, aku mau nengin pikiran ku dulu,semua ini karena keegoisan Zoya , dia cuman hamil bukan mau meninggal yang semua mua harus aku kabulkan keinginan nya yah " selepas itu Adi pun pergi tanpa menghiraukan raut wajah Zoya yang tampak Syok mendengar pernyataan sang suami yang sudah lelah menghadapi ngidamnya .
" di , adiii... Panggil Ayah panik saat Zoya hanya diam membisu , Embun yang sedang menangispun Zoya tak hiraukan , ayah yang langsung memanggil Bu Izah untuk membawa Embun ke rumah Rima dan Wisnu anaknya ,yang memang tak jauh dari rumah Zoya dan Adi .
" aaaaaaakkhh.. teriaknya kencang saat sesak di dadanya semakin besar .ada rasa kesal dan yang ia pendam selama masa kehamilan Zoya ,yang selalu merengek macam macam padanya ,dia muak dengan semua tingkah Zoya, kenapa sang istri begitu manja dan keras kepala .
Sementara itu di kediaman Zoya sudah ada Rima dan Wisnu yang tanpak khwatir dengan keadaanZoya yang sedari tadi hanya diam dan termenung duduk di pinggiran tempat tidur dengan sebelah tangan nya di atas perut yang sudah terlihat menonjol ,tak henti henti Zoya selalu mengelus perut buncitnya tanpa sepatah katapun .
Kini Ayah dan Wisnu beralih ke ruang tamu , mereka ingin membicarakan solusi nya bagaimana
" yah ,sebenarnya apa yang terjadi yah" tanya Wisnu penasaran
" Adikmu memaksa dede Embun bersama nya malam ini ,tapi Adi khwatir jika kalian akan keberatan dan berantem , ayah juga kaget saat adi membentak Zoya, dia sepertinya Syok dan ayah khwatir dengan kandungan adikmu nak ,sebaiknya kita bawa adikmu ke rumah sakit ,ayah gak mau terjadi apapun pada adikmu nu" pernyataan panjang lebar sang ayah ,berhasil membuat darah Wisnu mendidih dan ingin sekali memberi pelajaran pada Sahabat sekaligus adik iparnya itu .
" sekarang dimana laki laki brengsek itu yah" tanya Wisnu marah .
" ayah tidak tau ,setelah membentak tanpa pamit dan tanpa melihat reaksi Zoya dia pergi ayah tidak tau Nu " sesalnya .
__ADS_1
Sementara itu Rima yang sudah menenangkan putrinya, ingin memberikan makan malam pada Zoya namun pintunya susah untuk di buka .
" Zoy ,boleh aku masuk " ketukan demi ketukan tak ada respon ,Rima terpaksa memberi tau ayah mertuanya dan sang suami agar mendobrak pintu kamarnya yang terkunci ,dia khwatir Zoya dan kandungan nya celaka .
brak ... Brak ... Brak ... Zoya...... Kamu jangan seperti ini nak" tetiak Ayah yang terus mendobrak pintu ,
Clek ....
" Zoya..........
" ZOY.....
"de.... Teriak ketiganya nampak syok melihat darah yang mengalir di pergelangan tangan nya
" angkat bajingan " kesal Wisnu saat menelpon Adi .
" aaaaahk berengsek , aku tidak akan memaafkan mu di, jika Zoya kenapa napa " tekadnya .
" nu hubungi pakdhemu saja, cepat Nu ,ayah mohon kabari pakdhemu dan budhemu saja , Adi biar ayah yang urus " ucap ayah kesal.
Semntara itu Adi yang sedang mersakan surga dunia dengan beberapa minuman di tangan nya nampak sudah tak sadarkan diri karena banyak nya ia minum .
"baik bos " dengan langkah cepat kedua preman itu membawa tubuh Adi ke ruangan sang bos nya .
" ha ha ha ha ... Sebentar lagi kamu akan hancur di, ingat aku tidak akan membiarkan mu bahagia " dengan senyum liciknya Dokter itupun kembali melangkah ke ruangan yang sama dengan lelaki idaman nya . Dengan kejadian ini dia akan memanfaatkan stuasi ini dengan sempurna " ,pikir sang dokter.
Pagipun menjelang ,sebuah kamar mewah dengan berselimutkan tebal, namun tak menggunakan sehelai benangpun di tubuhnya ,Adi menyadari jika kamar ini bukan kamarnya .
"dokter Rere " ucapnya kaget ,belum selesai keterkejutan nya dia di kagetkan dengan dobrakan pintu oleh wisnu dan kedua mertuanya membuat muka Adi pucat dan syok dia tidak tau kenapa dia bisa ada di kamar dokter Rere
" dasar Brengsek , kurang ajar " ucap Wisnu yang langsung memukul wajah Adi dan mengahajarnya tanpa ampun ,Rere yang pura pura tidurpun langsung memebuat drama .
" mas Adi tega ,kenapa aku yang kau jadikan pelampiasan ,istrimu sudah tak enak di pandang iya " teriak Rere dengan tipu dayanya ,sontak membuat Wisnu dan ayah meradang begitupun pakde ayah mertuanya ikut menghajar Adi dengan brutal .
" mulai sekarang kau bukan menantuku lagi ,aku tunggu kau di pengadilan dasar laki laki brengsek " teriak Ayah Zoya yang sudah puas menghajar sang menatu tanpa henti.
Adipun hanya bisa pasrah dengan luka di wajah dan sekujur tubunhya ,dia mengaku salah karena bisa bisanya dia melakukan bejat ini dengan wanita lain .
Semntara itu ibu yang sedari tadi menunggu suami dan menantunya datang begitu tak sabar ,namun tiba tiba Pak Joko datang dengan muka yang penuh amarah .
__ADS_1
" pak ,bagaimana ,dimana Adi pak " cecar Ibu yang sudah menunggu Sang menantu agar membuajuk Zoya untuk makan .
" jangan sebut nama laki laki berengsek itu lagi bu ,bapak akan mengurus surat perceraian mereka , jangan banyak tanya ayo kemasi baju baju Zoya , karena bapak ,akan membawa Zoya pergi dari Sini "ucap Pak Joko tegas .
"baik pak " ucap Ibu nurut karena dia yakin suaminya tak akan pernah mau di bantah .
Setelah acara mengobati luka yang wajah Adi ,dengan sorot mata yang tajam dia memandang wajah wanita yang saat ini ia benci .
" kenapa kamu melakuakan ini padakau re, apa salahkuuuu..... " Teriak Adi saat Rere terus terusan menahan nya agar Adi tak meninggalkan nya .
" karena cinta ,kamu tau selama satu tahun aku menderita karena kebahagiaaan mu ,aku lakukan itu demi CINta.. aku padamu ,ingat kamu sudah melakukan ini ,jadi aku ingin saat ini kamu nikahkan , jangan coba coba untuk kabur ,karena aku tau keadaan istrimu dan anakmu sedang bahaya ,apalagi denger kalo suaminya sudah tidur dengan wanita lain apa kamu mau ,anak dalam kandungan tidak selamat ". Tegasnya , pernyataan Rere berhasil membuat Adi ingin mengamparnya namun dia tahan ,dan ia tau apa yang ia harus pilih ,selain menuruti permintaan gila sang Dokter . Ada rasa sesal di hatinya kenapa malam itu dia mabuk berat dan berakhir di kamar Rere dengan tubuh tanpa busana. Dia tak tau apa yang sudah terjadi pada dirinya dan Rere .
Sedangkan di tempat lain
" ayah . Jangan banyak pikiran Wisnu akan menyusul jika Embun sudah siap di ajak jalan jauh yah" ucap Wisnu di sebrang sana . Ayah ingin selalu da di samping cucu pertamanya , namun dia harus mengurangi keegoisan nya karena saat ini kakak iparnya sangat membutuhkan dukungan nya .
" jaga baik baik Embun yah wisnu, bilang sama Rima ayah sayangat menyayanginya, dan selalu ingin mereka bahagia , dan jangan pernah membentak merkea ingat itu " ancam Ayah pada wisnu , ayah tidak ingin Rima dan cucuknya di sakiti oleh putranya sendiri .
Setelah sambungan telpon di matikan Ayah melihat keadaan Zoya yang tertidur di pelukan ayahnya begitu menyayat hati , dan dia berjanji tidak akan memebiarkan Adi menyakitinya kembali .
" mas ,ini kopinya ,Darma sebentar lagi jemput kita jangan menjadi ayah yang cengeng " ledek Ayah agar Mas Joko tak setegang ini .
" aku benci laki laki yang menyakiti putriku , aku akan membawa putriku pergi dari kehidupan nya , kamu tau putriku yang aku besarkan harus di sakiti orang lain itu begitu sakit " ungkapan Pak Joko, mengingatkan dirinya bagaimana dulu ia dan sang istri begitu malu dan bersalah kepada keluarga Rima ,apa ini karma pikirnya .
" ayah ,Zoy , pak bu " teriak Darma yang langsung datang ke rumah sakit untuk menjemput dan akan membawa Zoya ke kalimantan tempat Darma bekerja , dia ingin sang adik bahagia tanpa Laki laki berengsek itu .
" bawa adikmu , ayah sudah tidak kuat darma " ucap ayah pada sang putra yang terlihat terluka melihat adik kesayangan nya terluka .
semntara itu Adi yang sudah selesai menikah paksa dengan Rere ,dengan hati yang sesak dan sakit dia lakukan semua ini demi Zoya dan ankanya yang selalu Rere ancam akan membunuhnya .
" Zoya ... Sayang ... Buka sayang mas minta maaf ,mas janji tidak akan melakukan kesalahan yang sama " teriak Adi di teras rumah Zoya .
" ngapain teriak teriak ,pergi kau dari sini , ingat surat ceraimu sudah mau sampai jadi jangan coba coba kau ganggu lagi adikku " ucap Wisnu di balik pintu yang masih tertutup ,dia tak ingin Adi kembali hadir di rumah sang Adik .
" nu ,buka nu,aku mau.... mau Zoya aku mau zoya dan anakku ,maafkan aku wisnu , aku janji tidak akan menyakiti mereka lagi aku janji " teriak Adi tanpa dia tau jika Wisnu dan keluarganya sudah membawa Zoya pergi jauh dari jakarta .
" urus saja hidup mu , dan istri barumu saja ,jangan kau temui adiku" teriak Wisnu marah saat dia tau jika Adi dan Rere sudah menikah . Tanpa mereka tau jika Rere sudah mengirim foto foto pernikahan Adi denganya nya begitupun keluarga Zoya .
Deg .
__ADS_1
Bersambung ..