
...Hayhay, kembali lagi sama aku, aku bawain cerita baru nih. disini cerita ku bergendre fiksi-fantasi yah, romance trus ada rada-rada nyeseknya juga. jangan lupa di vote, komen dan follow aku ya! up ga bisa tiap hari soalnya aku gak menulis hanya di mangatoon/noveltoon, tapi di ******* juga, mohon pengertiannya yaaa🤗🦢 oh ya, jangan plagiat, soalnya cape mikir guys, cukupp pantau sampai end aja, aku udah berterimakasih banget sama kalian, apalagi satu jari kalian memberikan like, sungguh banyak banget makasihnya☺️ cerita ini aku up 34 november 2022, ga janji kapan tamatnya! pantau aja terus🦢🤗🤗...
...Selamat membaca!...
...*****...
"Ga, Ga, Ga!"cowok yang dipanggil menoleh. panggil saja dengan nama Ega. Egafatih altirgo.
"Liat deh! itu ... bukannya si Dezara, ya?? mantan lo??"ujar temannya menunjuk kearah luar cafe.
Cowok itu mengamati baik-baik gerik gadis yang sedang bertengkar diluar cafe tempatnya nongkrong.
"YA GUE BILANG KITA UDAH PUTUS! PU-TUS! KITA PUTUS DANU!!!"Emosi banget, sumpah! liat mukanya aja aku enek banget.
Aku menepis kasar pegangan cowok brengsek itu. "Gak usah pegang gue! gak usah gajen! udah ada istri harusnya tau diri!"biar mampus sekalian.
Danu melirikku dengan tatapan sok sedih, aku gak perduli. mau dia sujud aku bodoamat.
"Aku harus apa supaya kamu maafin aku, Zar?"tanyanya serius.
Aku menghembuskan nafasku berat. "pergi. pergi sejauh-jauhnya dari kehidupan gue! dan jangan pernah tunjukin muka lo lagi di depan gue."
"Kamu serius, Zar?"
"Cuman cowok kayak lo yang gak tau apa itu artinya orang serius Danu."
"Tapi Zar, aku-"
"Hanya itu!"potongku penuh penekanan. "Kalo lo pergi seratus persen gue gak bakal benci sama lo lagi." aku melipat kedua tangan ku didada. membuang muka sebelum ia pergi dari hadapan ku.
"Baiklah, kalau kamu maunya itu. Maaf Zar, aku minta maaf banget Zar, aku banyak salah. aku janji gak bakal ganggu kamu lagi,"
"Bagus!"
"Aku pamit Zar. makasih udah mau maafin aku Zar. permisi,"
"Hmm."
Aku menghela nafas panjang. mengacak-acak rambutku yang perlahan mulai berantakan ulahku sendiri.
Kemudian bergegas pergi dari sana. niatnya mau makan di cafe tapi gak mood lagi, jadi males.
🦢🦢🦢
"Kamu serius Ega, mau mama dan papa lakukan itu?"tanya bundanya Ega menatap manik mata putra kesayangannya tersebut.
__ADS_1
Ega pun mengangguk. "Kalian setuju?"tanyanya.
Bundanya Ega menggeleng. Ega tau mereka tidak akan restu, mangkanya Ega hanya menghela nafas panjang saja.
"Lalu, bunda sama ayah maunya Ega nikah sama siapa?"pasrahnya melirik kedua orangtuanya yang sudah cukup tua.
"Kamu sudah tau orangnya siapa,"jawab bunda sesimpelnya.
Ega menghela nafas berat. "Mana mungkin bunda... Bunda tau sendiri, Ega sama Zara itu sudah putus sejak lama, kami bahkan sudah tidak saling sapa lagi. bagaimana mungkin bunda ingin aku menikah dengannya??"
"Ya usaha Ega! bunda tetap restunya kalo kamu menikah sama Dezara dan tidak akan memberi restu sama perempuan lain selain dia!"
Beginilah nasib kalo orang tua sudah punya pilihan. mau hubungan anaknya sudah mantanan pun ia akan tetap memintanya untuk segera balikan lagi. Ega tidak mungkin melakukan itu. Dezara pasti akan mengolok-olok dirinya, mengingat perlakuan jahatnya terhadap Dezara dulu.
"ARGHHHHHH SIAL!"umpat Ega masuk kamarnya.
"Dezara ... kenapa elo, elo, elo, dan selalu elo, sih!? kenapa bunda mau nya hanya elo! kenapa!!"
Benar-benar hampir gila Ega memikirkannya. Ega pun lanjut mengambil handphone menghubungi salah satu temannya.
"Hallo. Rik, gue butuh bantuan lo!"
"...."
"...."
"Oke. bye."
Tut.
🦢🦢🦢
Hidup jomblo tuh gak enak banget. udah dua minggu putus sama Danu malah suram banget. biasanya selalu Danu yang aku andalkan, sekarang hanya diri sendiri.
Tok-tok!
Ketukan pintu berulangkali membuatku kebingungan. jam segini siapa yang bertamu? aku pun keluar dari kamar untuk membuka pintu kosan.
"Ya, siap..."aku menggantung ucapanku saat melihat sosok siapa tamu tersebut. "... pa. EGA!?"
"Apa kabar?"
Di--dia nyapa aku?! OH MY GOD! batinku menjerit.
Di dalam kosan, aku mempersilahkan Ega duduk di sopa. tubuhku termor, panas dingin melihat mantan pertamaku datang ke kosan. pasalnya udah hilang kontak sangat lama, bagaimana bisa sekarang dia malah ada di depan mataku. Aku gak pernah se-grogi ini sama orang apalagi cowok. heran, kenapa sama Ega tuh termor banget. angan mau maki-maki dia karena masih nyimpan dendam masalalu tapi gak tau kenapa nyaliku gak ada sama sekali dihadapannya.
__ADS_1
Aku memberikan segelas teh yang tidak terlalu manis, seperti dulu.
"Si--silahkan diminum,"ujarku. sialnya kenapa malah grogi gini sih!
Cowok itu tersenyum sambil menyeduh teh buatanku. aku kebingungan dia kenapa datang? perlu apa? apa punya kabar baik buruk, aku gak tau.
"Ehm ... ka--kalau ***--boleh tau, kamu-eh, elo--"
"Masih grogi'an Zar?"potongnya membuat aku hampir menganga. aku berusaha menetralkan jantungku dengan senyuman paksaan. nyatanya wajahku tetap saja memanas menatapnya.
"Kayak biasa aja."katanya lagi.
Singkat banget, emang, dia itu selalu singkat!
Aku menghela nafas dan membuangnya perlahan-lahan. ku tatap mata cowok itu dengan seksama.
"Kamu ... tau aku ngekos disini dari siapa?"tanyaku, barulah bisa meluncur dengan maksimal. gak grogi banget, meski tanganku gak bisa diem.
Ega mengangguk. "Sayangnya aku gak bakal jawab."
Kan. dia itu resek!
"Dari temen aku?"
"Udah dibilang, aku gak bakal jawab."
Aku berdecak sebal. kemudian kembali menatapnya.
"Yaudah. kamu ... kesini gak bawa kabar buruk, kan? semisal bunda atau ayah, mereka ...."
Ega menggeleng. "Gak kok,"jawabnya tanpa ekspresi. ia pun balik menatapku. sialnya aku grogi lagi.
Ia berdecak sambil tersenyum. "Udah lama gak ketemu, tapi muka kamu gak berubah ya? masih gemesin kayak dulu."
Aku tersenyum. tepatnya itu garing sih.
"Kamu tau aku gak suka basa-basi. to the point aja,"ujarku serius.
Ega mengangguk.
"Oke. kalau itu mau kamu,"ujarnya. ia pun tersenyum.
"Bunda ngajak kamu tinggal dirumah."
"APA?!"
__ADS_1