Istri Pilihan Bunda

Istri Pilihan Bunda
episod 23


__ADS_3

Deg.


" kenapa perasaan ku tidak enak ya, ada rasa kehilangan paling dalam yang aku rasakan sunyi hampa ,ada apa ini Tuhan " gumamnya


"sayang kamu kenapa ko melamun ,kamu sakit?" setelah berada di pesawat Wisnu terlihat pucat dan diam seribu bahasa biasanya dia tidak henti hentinya menggoda sang istri,namun sekarang wisnu terlihat dingin .


"entahlah ,aku merasa ada yang tidak enak di hati ,rasa kehilangan entah apa aku tidak tau "


" kamu jangan mikir macam macam ,kita pergi untuk berbulan madu tidak usah mikirin yang aneh aneh , ini minum dulu ,kamu butuh ini "ucapan Risa membuat hatinya semakin galau entah apa .namun Wisnu tidak mau membuat Risa menjadi kecewa .


" makasih sayang " di raihnya minuman yang membuat hati risa bahagia .


" sayang kamu janji tidak boleh sedih dan tidak boleh bersikap dingin seperti tadi aku gak suka " ucap Risa sedikit manja .


" aku hanya sedikit memikirkan bunda "


" apa " teriak Risa .


" iya , maaf sayang aku tidak bermaksud membuatmu sedih " lirihnya seketika itu wisnu mencoba menepis perasaan khawatir itu ,dia tidak ingin membuat istri tercintanya sedih dan kecewa .


" tapi tenang saja itu tadi , ayo sebaiknya kita bersenang senang ok " di raihnya tubuh risa kedalam pelukan nya .


" makasih " seringai senyuman terbesit di wajah Risa merasa bangga dia berhasil mengalihkan suaminya .


"hem " dengan mata terpejam mencoba meyakinkan diri bahwa tidak ada yang lebih penting dari sang istri.


*


*


"maafkan ayah bun, belum bisa menjadi suami yang baik untukmu ,maafkan ayah tidak bisa membawa putra kita ,kamu tidak akan marah kan jika putra kita tidak ikut mengantar " suara lirih ayah terdengar pilu .


" tuan besar ,hari sudah sore sebaiknya kita pulang "perkataan yoga menyadarkan lamunannya .

__ADS_1


" kamu benar ,aku hampir lupa ,kapan mas Joko sampai ,aku tidak mau dia marah marah lagi "jawabnya ketus .


" kenapa " suara tegas sang kakak ipar membuat nya kembali tersenyum .


" adikku sudah meninggal masih saja di tangisin ,sini aku mau peluk pria cengeng macam kamu nie" di bawanya ayah kepelukan pakde yang sudah tau akan seperti ini jadinya ,hati kakak siapa yang tidak sedih melihat sang adik kesayangan nya pergi begitu saja ,


" kenapa kalian tidak jadi pergi ke rumahku " pertanyaan pakde membuat ayah teringat kata kata sang istri .


" adikmu keras kepala ,dia ingin tinggal di rumah dimana pertama kali mereka bertemu " jawabnya sambil meletakan bunga dari sang kakak tercintanya .


" dasar bucin ,udah tua masih penakut ,kalah ama istri " cibir pakde .


" kemana mba Rita tidak mas ajak "?


" aku sengaja tidak mengajaknya, kepalaku pusing denger dia nangis terus , apalagi kedua anaknya tidak membiarkan aku membawanya ke pemakaman adikku sebel " ucapnya kesal .


" bagus lah ,anak anak mas tau kali jika mas suka galak kalo lagi sedih "


" hay ayah ,jangan bersedih masih ada aku,Darma dan zoya" Darma menghampiri laki laki yang sudah ia anggap ayah sendiri . sebaiknya ayah ikut dengan kami ke surabaya pasti seru " suara Darma yang sedari tadi di belakangnya , membuat hatinya semakin rindu pada putra nya ,meski rasa kecewa namun rasa rindu dan sayang nya melebihi semuanya .


"kamu bisa aja ,kemana zoya ,kenapa dia tidak ikut ke sini ,dia tidak sopan tidak mau antar bundanya " ketus ayah .


" zoya di sini yah , masa wanita cantik kaya gini gak keliatan " tak kalah cerewet zoya makin dewasa bukan makin anggun malah makin bar bar .


" mas , zoya di kasih makan apa ,suaranya kaya petasan , sakit kuping ku " cibirnya .


" entahlah , dia kebanyakan makan bakso mercon x " jawabnya sekena saja .


" iis kalian meledek ku terus , zoya berlari memeluk adik ipar sang ayah mereka memang selalu memanggil mereka ayah dan bunda karena sedari kecil ayah dan bunda selalu berkata mereka ayah dan bundanya juga .


" kamu sudah besar , jangan nangis yah " ucap ayah yang mendengar isakan kecil anak dari kakanya ini .


" siapa bilang aku nangis ,ini gak nangis cuman flu" elaknya .

__ADS_1


*


*


" bu ,aku teringat bunda , Rima teh kangen sama bunda bu"


" jangan aneh aneh Rim ,kita baru juga sampai di rumah ibu ,masa mau balik lagi ke jakarta "


" yah tidak gitu juga bu , cuman pengen nelpon aja bu boleh " entah kenapa perasaan nya kini hanya pada mantan mertuanya itu .


" boleh lah ,ayo kamu telpon siapa tau bunda juga kangen kamu "


" iya bu ,di cobanya namun belum ada jawaban begitupun hp ayah mertuanya tidak da respon .


" kenapa"


Rima hanya mengisyaratkan dengan geleng geleng kepala


" yasudah nanti lagi telpon nya " .


" baik bu ,Rima ke istirahat dulu yah bu "


"iya ,ibu juga lelah "jawabnya .


*


*


" bunda aku kangen , dengan mata terpejam Rima mencoba melupakan rasa rindunya pada bunda yang tidak lain hanya mantan mertua .


bersambung


jangan lupa like ya

__ADS_1


__ADS_2