
^^^Bersamamu aku ingin menghentikan waktu menikmati ^^^
^^^setiap kejutan moment warna warni kehidupan.^^^
^^^Dania Bella^^^
"Jadi kakak calon suami kak Bey?" Tanya Kasih ingin memastikan, "Yeay, akhirnya Rara punya kakak ipar yang ganteng." Teriak Tiara Senang.
" Iya, kakak suami kakakmu Dek. Kakak juga kakak kalian mulai sekarang." Defran mengusap kepala Tiara gemas.
"Def, Ra, Sih, ayo kita makan dulu! Nanti lagi ngobrolnya." Ajak Dania yang sudah menyajikan makan siang.
"Baiklah kak," Ucap Kasih Dan Tiara patuh.
"Kita gak nunggu ayah, ibu? Sweet Heart," Ucap Defran seperti pertanyaan.
"Ayah, ibu pulangnya sore kak." Jelas Kasih menyuapkan sendok ke mulutnya. Defran mengangguk paham, memandangi adik-adik Dania yang makan dengan lahap,
"Def kenapa makannya cuma di liatin doang? Gak enak yah?" Tanya Dania heran kepada suaminya itu.
"Kamu lupa yah sweetheart, aku gak mau makan kalo gak disuapin kamu." Rengeknya manja seperti anak kecil.
"Ya Allah Def, kamu gak malu yah sama Kasih dan Rara? Makan sendiri sana!" Dania mencubit lengan suaminya.
"Cie kak Nia." Goda Kasih.
"Ih iya ni kak Def gak malu. Rara aja gak perna lagi yah minta suapin kak Bey. Padahal yah dulu kak Bey tuh selalu nyuapin Rara, kalo gak Rara bisa mogok makan." Celoteh Rara
"Raa, makan dulu baru ngoceh." Tegur Dania kepada adik bungsunya.
"Ih kak Bey, suapin Rara! Rara kangen disuapin sama kakak." Rengek Tiara.
"Gak yah Ra, kak Bey harus suapin kak Def bukan kamu." Larang Defran tidak suka ada orang lain selain dirinya bermanja dengan istrinya.
"Gak bisa kak Def, kak Bey harus suapin Rara! Kan Rara yang paling kecil di sini. Lagian yah semenjak kak Bey kuliah, kak Bey gak perna suapin Rara lagi." Curhat Tiara cemburu.
"Udah udah jangan berantem dulu. Sini Rara kakak suapin kamu! Kakak juga kangen banget nyuapin adek kecil kakak. Ayo buka mulut sayang!" Dania mengambil alih piring Rara lalu menyuapin adik bungsunya itu,
"dan untuk kamu Def. Kamu makan sendiri, jangan manja!" lanjut Dania.
Defran ngambek menyuapkan makanan ke mulutnya dengan cepat, dia kesal dengan istrinya itu. "Awas aja kamu Nia! Ku Bikin gak bisa jalan nanti." Pikir Defran menyeringai jahat.
Sementara Tiara senang karena berhasil disuapin kakak kesayangannya yang sangat di rindukannya itu. "Kak Bey, ntar malem kita ke pasar malem yah?" Ajak Tiara memandangi kakaknya itu.
"Iya Kak Nia, kita ke pasar malem yah? Kalo cuma aku sama Rara gak bakal di izinin sama Ayah." timpal Kasih cemberut, pasalnya sang Ayah begitu over sama mereka.
"Gak bisa, Kak Nia dan Kakak gak mungkin ke pasar malam. Kita kan baru aja nyampe, kita butuh istirahat." Larang Defran tak suka.
"Ayolah kak Bey, Rara pengen ke pasar malam. Soalnya besok pasar malamnya udah tutup, malam ini malam terakhir pasar malam. Kak Def gak usah di ajak kalo dia gak mau ikut." bujuk Tiara berbohong agar Dania mau ke pasar malam, padahal pasar malam baru 2 hari di buka.
"Iya kak, ayo ke pasar malam. Lagian yah kak di sana cowoknya ganteng-ganteng kak. Sekalian kan kita bisa tebar pesona." timpal kasih.
"Baiklah kita bertiga bakal ke pasar malam tapi kalian yang izin sama Ayah." Ucap Dania final.
"Kok bertiga sih Nia? Aku gimana?" Tanya Defran menunjuk dirinya sendiri.
__ADS_1
"Kak Def kan butuh istirahat setelah perjalanan panjang. Jadi kak Def gak ikut." Jelas Tiara mengejek.
"Gak bisa, kalo Nia ikut aku harus ikut." Ucap Defran tidak terima.
"Kakak boleh ikut, tapi kakak yang harus izin sama Ayah. Kalo gak, kakak gak boleh ikut dan kita bakal cari kakak ipar lain buat kak Nia di pasar malem." Ancam Kasih dan Tiara mencoba bernegosiasi dengan pria tampan itu.
Usai makan siang Defran, Tiara dan Kasih asik menonton tv. Sementara Nia kembali ke dapur mencuci piring bekas mereka makan.
"Kak Def udah berapa lama pacaran sama Kak Nia?" Sesi intro ngasi alah Kasih dimulai kembali.
"Baru 4 bulan," jawab Defran.
"Setau aku kak Bey gak suka yang namanya pacaran kak?" Timpal Tiara ikut masuk ke dalam obralan mereka.
"Iyaa, kak Nia gak mau lagi pacaran semenjak di tinggal mantannya. Kakak keren bisa menaklukkan hati kak Nia." Puji kasih tersenyum manis.
"Jadi Dania emang gak suka pacaran yah?" tanya Defran penasaran.
"Iyaaa dan kakak beruntung bisa meruntuhkan prinsip kak Bey. Kak Bey sering cerita sama aku kalo dia gak mau pacaran, kak Bey maunya menikah." Jelas Tiara.
"Tapi kok bisa kak Bey dan Kak Def pacaran?" Tanya Kasih heran.
"Tidak ada yang bisa menolak pesona kakak kalian yang tampan ini, termasuk Dania." Ucap Defran menyombongkan diri.
"Kakak jangan seneng dulu, kakak masih harus ngadepin raja rimba dulu! Kalo mau sama kak Nia." Timpal kasih.
"What, raja rimba?" Tanya Defran heran dengan siapa raja rimba.
"Tentu kak, ingat raja rimbah sangat galak." Tiara menakut-nakuti.
"Ayah kami." Jawab Tiara dan Kasih serempak.
"Oh ayah. Tenang saja kakak pasti bisa menghadapi nya," kata Defran santai.
" Aku yakin malam ini kakak akan tidur di luar. Ayah takkan mengizinkan kakak tidur di dalam." Goda kasih
Defran melamun memikirkan kata- kata kedua adik iparnya, bagaimana caranya dia menghadapi Ayah mertuanya itu, Defran tak mau tidur tanpa Dania dan harus tidur di luar di gigitin nyamuk.
Seorang pria paru baya diikuti seorang perempuan yang bisa dipastikan itu adalah istrinya memasuki istana kecil mereka. Dilihatnya kedua putrinya asik menonton dan siapa pria yang melamun di samping kedua putrinya itu. Rahang pria itu kokoh dan mengeras menahan amarah.
"Ayah, ibu pulang." Kata Ayah Husien.
Kedua anaknya langsung berhamburan memeluk sang Ayah dan Ibu. "Ayah Kak Bey udah pulang." Kata Tiara senang.
"Oh yah, kakak kalian pulang. mana anak itu, tidak mau menyambut ayah dan ibunya apa?" Tanya ayah celingukan mencari putri sulungnya.
" Kak Nia di dapur yah. Kasih panggilin yah."
"Iya cepat panggil kakakmu itu. Ayah rindu sekali dengan putri kesayangan ayah dan kamu siapa? Kenapa bisa ada di rumah ini?" Tunjuk ayah ke arah Defran
yang menciut. Tatapan ayah mertuanya begitu tajam seakan membunuh. Ternyata benar kata kedua adik iparnya kalo ayah Dania lebih dari sekedar raja rimbah, Oh defran begitu ketakutan. Adakah orang yang bisa menyelamatkan Defran sekarang dari amukan raja rimbah.
"Saya Defran Arie Olvio Ayah, bu" Jawab Defran mengulurkan
"Kenapa baru datang sekarang?" Kata Ayah galak.
__ADS_1
"Ayah, ibu Nia kangen." Teriak Nia langsung berhambur ke pelukan Ayah Ibunya.
"Oh lihatlah bu putri sulung ayah tambah cantik. Ayah juga merindukanmu princes" Kata Ayah membalas pelukan putrinya.
"Iyaa yah, Nia agak berisi sekarang. Gendutan kamu nak." Ujar Ibu memindai putrinya itu.
" Ayah Ibu bolehkah kita bicara mengenai hubunganku dengan putri Ayah Ibu?" Tanya Defran takut-takut.
"Baiklah nak Defran ayo duduk dulu kita bicarakan kamu mau ngelamar anak ibu kan?" Tanya Ibu Antusias.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya ayah tegas.
"Saya mau minta maaf sama ayah juga ibu, karena baru bisa berkunjung sekarang. Saya juga ingin menjelaskan bahwa saya dan Nia putri kalian sudah menikah. Seperti yang saya bilang lewat telvon empat bulan lalu, meminta restu untuk menikahi Nia. Maafkan saya, yah bu. Tidak meminta Nia secara langsung. Sekarang kalian boleh memukul saya atas kalangan yang saya buat." Defran menundukkan kepalanya takut berlutut di bawah kaki sang mertua.
"Yah, maksudnya apa? Kenapa Dania sudah menikah?" Tanya Silla bingung. "Nia benar kamu sudah menikah nak?" Tanya ibu Silla kepada putrinya itu.
"Maafkan Nia ayah bu, Hiks hiks hiks, Nia dan Def memang sudah menikah. Maafkan Nia karena tak bilang Ayah ibu." Tangis Dania mengikuti Defran berlutut di kaki Ayah.
Husien masih terdiam, dia bingung mau berbicara apa. Dia memang sudah mengizinkan Defran menikahi Dania putrinya. Namun dia juga merasa bersalah kepada istri karena menutupi pernikahan Dania, dia juga kecewa dengan dirinya, karena Haris adiknya lah yang mengantikan perannya menyambut tangan Defran, menantunya saat itu.
" Saya yang bersalah disini ayah, ibu. Ayah sama ibu boleh memukul saya tapi tolong maafkan Dania. Jangan kecewa karena Dania, karena saya yang memaksa Dania menikah, tapi percayalah ayah ibu saya akan membahagiakan Dania itu janji saya." kata Defran.
"Nia, Defran bangun! Ayah merestui kalian, asal kalian mau kasih saya cucu."
"Ibu juga akan merestui kalian asal kalian bisa bahagia." jawab Ibu senang.
"Terimakasih Ayah ibu" Jawab Defran dan Dania senang, "dan mengenai cucu ayah tak perlu khawatir Nia sedang mengandung anakku." kata Defran bangga.
"Kalian tidak menikah karena kecelakaan kan?" Tanya Husien takut, jika putrinya hamil duluan.
"Tidak Ayah, kita menikah karena memang menghindari hal itu." kata Dania.
"Oh syukurlah kalo begitu. untuk kamu Defran kamu harus bisa jaga putri dan cucu ayah kalau tidak ayah tidak segan- segan memisahkan kalian dan sekarang bangunlah! Kita akan makan ayah lapar."
"Tentu ayah, Defran akan menjaga Dania dengan baik." Kata Defran sambil berdiri.
***
Di meja makan mereka makan dengan tenang, Husien tersenyum senang. "Akhirnya ayah punya seorang putra, terima kasih Defran kamu bersedia menjadi mantu ayah." Ucap Husien menepuk pundak Defran pelan.
"Sama- sama ayah, Def juga bahagia punya Ayah kayak Ayah mertua."
"Kak Def cepat izin sama ayah! Kalo tidak kami akan mengajak kak Dania mencari kakak ipar yang lain." Seru Tiara.
"Izin apa Ra?" Tanya Husin kepada putri bungsunya.
"Begini Ayah, Rara dan Kasih ingin ke pasar malam. Katanya ini malam terakhir, jadi Def minta izin mengajak mereka dan Dania."
"Kata siapa ini malam terakhir? Bahkan pasar malamnya baru buka 2 hari yang lalu, tapi baiklah ayah mengizinkan kalian pergi asal tetap dalam pengawasan kamu Def ." Ujar Husien akhirnya.
"Jadi kalian bohongi kakak? Kak Nia gak mau ikut." Ucap Dania marah.
"Kak Def yang tampan, bujukin kak Nia. Kalo tidak,... Akan kami pastikan, kak Def tidur di luar malam ini." Ancam kedua gadis yang baru beranjak remaja itu.
Bersambung...
__ADS_1