Istri Yang Di Bayar (Dania Bella)

Istri Yang Di Bayar (Dania Bella)
Part 25


__ADS_3

^^^Aku ingin kamu memahami hatiku, tapi sepertinya itu takkan perna terjadi.^^^


^^^Dania Bella^^^


Defran termenung dengan kata-kata Dania, kenapa Dania begitu takut pulang ke rumah orang tuanya dan kenapa Dania takut terjadi hal yang buruk akan hubungan mereka.


"Arghhh apa yang kamu sembunyikan sweetheart, hingga kamu ketakutan gitu jika pindah ke rumah mama." Pikirnya bertanya.


Dania tahu suaminya itu sedang berpikir keras tentang kata- katanya tadi, "Semoga kamu tak membawaku ke sana Def, agar hubungan kita baik- baik saja!" batinnya memohon.


Defran membaringkan tubuhnya di samping Dania yang memunggunginya, ia memeluk istrinya itu dari belakang kemudian menghirup aroma tubuh Dania yang memabukkan diri nya.


"Sweetheart, aku sangat mencintaimu. Aku tak ingin ada suatu yang menimpah hubungan kita, tapi aku akan mencari alasan apa yang menyebabkan kamu tidak ingin tinggal di rumah mama. Jadi maaf kita akan tetap pindah." kata Defran tetap pada pendiriannya.


Air mata Dania mengalir tanpa bisa di tahan, dia menangis dalam diam, "Jangan salahkan aku! Jika nanti aku menyerah dengan hubungan kita Def, karena untuk bertahan di sana akan terasa sulit. Aku tak sekuat yang kau kira, tapi tak selemah yang kau pikir. Jadi jangan salahkan aku! Jika aku tak sanggup untuk tetap bertahan di sisimu." batinnya menangis.


"Aku menyayangimu sayang. Sungguh menyayangimu, kau tak perlu takut! Aku akan menjagamu." Defran menyakinkan istrinya itu, mencium puncak kepalanya dari belakang kemudian mereka terlelap.


Keesokan harinya pagi-pagi sekali Dania sudah berada di kampus. Sarapan dan baju Defran telah disiapkannya, dia menulis note kecil di atas meja, tidak lama kemudian Defran bangun membaca note dari istrinya.


"Kak, maaf aku tak membangunkan mu, aku harus ke kampus pagi-pagi. Sarapan sudah ku buat, baju juga telah kusiapkan. Aku akan pulang jam 11 an untuk pindah ke rumah mama. Barang yang ingin kita bawa ke sana juga udah aku packing kok, love you kak❤"


"I Love you too sayang." Ucapnya tersenyum membaca note istrinya.


Dania dan Defran sedang mempersiapkan kepindahannya ke rumah sang mama, tidak banyak yang di bawa hanya koper yang berisi baju Dania. Untuk baju-baju Defran sendiri sudah ada di rumah itu.


"Kamu siap sayang?" Tanya Defran yang di jawab anggukan oleh istrinya.


"Kamu tak perlu takut! Aku akan menjagamu, aku juga yakin tidak akan terjadi hal buruk di sana. Keluargaku akan menjagamu terutama mamaku, kamu percayakan?" Ucap Defran kembali meyakinkan istrinya.


"Hm iya kak, bisa kita berangkat sekarang!" Ucap Dania mengalah, dia tidak ingin mendebat sang suami, toh keputusan tetap di tangan Defran suaminya.


"Tentu sweetheart." Defran tersenyum melajukan mobilnya menuju rumah mamanya.


Sesampainya di rumah mama maura tampak begitu antusias menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang kembali mantu mama yang cantik."  Maura memeluk Dania hangat.


"Iya ma." Dania membalas pelukan sang mama mertua.


"Ayoo masuk! Mama udah masak buat kita makan siang." Ajak Maura menarik mereka ke meja makan, mereka makan siang diselingi dengan mengobrol ringan, "gimana kabar cucu mama Dania?" tanya maura ingin mengetahui janin yang bertumbuh di rahim menantunya.

__ADS_1


"Alhamdullilah Sehat ma."


"Def, kamu tidak ngantor lagi abis ini?" tanya Maura kepada putranya.


"Tidak ma, Def mau disini aja sama Nia."


"Kamu tuh jangan malas lah! Dania ada mama yang jagain, kamu ke kantor yah!"


"Bukan gitu ma, Def memang libur hari ini untuk kepindahan kami ke sini." jawab Defran tak suka.


"Hm ya udahlah, kamu tuh jangan terlalu manjakan istri kamu! Istrimu juga gak terlalu suka dimanjaain, bukan begitu Dania?"  Maura melirik menantunya itu.


Dania hanya mengangguk lemah tak enak jika dia tak setuju dengan pendapat mama mertuanya itu.


"Nia suka ma dimanjaain sama Def..." Ucap Defran memegang lengan sang istri.


"Itu menurut kamu, bukan menurut Nia." Maura masih kekeh dengan pendapatnya.


"Kak, mama, Nia boleh permisi ke kamar tidak? Perut Nia mual." Dania tidak tahan mendengar perdebatan anak dan ibu itu.


"Silahkan Nia! Ke kamar aja istirahat yah!" Maura mengizinkan sang menantu istirahat.


"Iya ma," Dania meninggalkan Defran dan Maura berdua dengan perdebatannya.


"Def juga mau permisi ma, makasih makanannya. Def mau ke kamar nyusulin Nia."  Defran ikut menyusul istrinya.


***


Di kamar Dania muntah-muntah entah kenapa perkataan mertuanya membuatnya mual. Defran sudah ada di belakangnya membantunya memijit leher Dania.


"Sweetheart!!!" Panggilnya.


"Hiks hiks mual kak," Dania memeluk Defran menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


"Mual kenapa sayang?" Tanya Defran mengelus rambut Dania dengan sayang.


"Mual kak dengerin omongan mama tadi, aku suka kok kakak manjain." Adunya polos.


"Ya udah tutup telinga aja, gak usah di dengerin! Ayo sekarang kamu istirahat dulu! Muka kamu pucat sekali sayang." Defran membimbing istri nya ke ranjang king size mereka. "Sayang aku keluar sebentar yah? Mau buatin kamu teh mint, biar mualnya pergi." Defran beranjak pergi dari kamar.


Defran keluar dari kamar menuju dapur untuk membuatkan teh mint untuk istrinya yang tiba-tiba mual.

__ADS_1


"Bi bantui  Def bikin teh mint, istri Def mual." Ujarnya kepada bi Sum.


"Baik tuan." jawab bi Sum.


"Istri kamu tuh yah manja sekali, masak bikin teh aja nyuruh suami. Gak pantes dia itu jadi istri, bagusan juga si Dira Def jadi istri kamu, tapi malah milih Dania si gadis kampung." Sindir Maura yang tiba-tiba muncul.


"Ma istri Def itu Nia dan sekarang Nia lagi hamil. Jadi wajar kalo dia manja dan soal Dira, dari kecil Def cuma menganggapnya adik Def sama seperti Devana ma." jelasnya kesal.


"Ih jangan-jangan kamu ini di pelet yah sama Dania? Udah berani bentak- bentak mama." kesal Maura sambil menunjuk muka sang putra.


"Terserah mama sajalah, Def mau mengantar teh mint nya dulu." Defran memilih pergi daripada meladeni mamanya.


Dilain pihak Dania mendengar jika mertuanya itu memang tidak akan perna menyukainya. "Aku sudah memperingatkan mu Def! Maaf jika nanti aku malah menyerah karena tak sanggup lagi melawan mereka." Batinnya yang langsung ke ranjang dan pura-pura tidur.


Defran masuk ke kamar, dia melihat istrinya sedang tertidur. Ada rasa tidak tega membangunkannya tapi dia harus memberikan teh mint nya.


"Sayang bangun sebentar! Minum teh mint nya dulu biar mualnya berhenti." Defran menoel-noel pipi istrinya. Dania mengerjab-ngerjabkan matanya yang begitu lucu di mata Defran seperti bayi.


"eh kakak..." katanya bangun dari tidur pura-pura nya


"Ayo minum tehnya dulu ya! Abis itu tidur lagi!" Defran memberikan teh mint kepada sang istri.


"Enak kak tehnya, Nia gak mual lagi." Dania tersenyum menunjukan giginya.


"Nia sayang banget sama kakak " lanjutnya memberikan gelas kosong ke Defran lalu memeluk leher Defran.


"Apapun yang terjadi kakak harus janji ya! Kakak harus tetap percaya sama Nia!" Lanjutnya lagi.


"Tentu sayangku, mana mungkin kakak gak percaya dengan istri kakak yang super manja ini." Defran mencubit gemas hidung Dania.


"Kak, Baby D rindu kakak, katanya kapan papanya mengunjungi lagi?" Ucap Dania malu-malu.


"Masak sih Baby D rindu papa?" Defran melepaskan pelukannya lalu menciumi dan menggelitiki perut Dania.


"Ih kakak geli, geli tau berhenti ciumin gelitikin perut Nia!" Dania tertawa kegelian.


"Anak papa kangen yah?" Tanya Defran.


"Iya pa, kapan papa tengokin baby D?" Dania meniru suara anak kecil.


"Ini bukan anaknya yg minta dijenguk, tapi mamanya yg ingin di sentuh papa." Defran yang langsung ******* bibir Dania, Dan terjadilah adegan 18 tahun ke atas, gak perlu yah di jelaskan oleh author.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2