
^^^Letak kekuatan cinta yang sebenarnya adalah saling percaya^^^
^^^Defran Arie Olvio^^^
"Bella? Rindu? Siapa lelaki ini berani sekali dia, tidak tahu apa jika perempuan yang di panggilnya Bella itu istriku. Ini kenapa Dania hanya Diam saja?" pikir Defran kesal.
"Nia, aku mengantar Rara ke kamarnya dulu, ayo kasih ikut kakak!" Defran meninggalkan dua orang yang sedang terdiam.
"Hai Bel, apa kabar kamu?" Tanya Rio basa basi.
"Seperti yang kamu lihat aku baik- baik saja walau tanpa kamu," jawab Dania ketus.
"Ooh... Syukurlah kalo begitu, Bel aku kangen sama kamu." Ucap Rio tak tahu malu.
"Kangen? Hahaha kemana aja kamu selama ini yo? Kenapa baru sekarang? Sekarang aku udah bahagia sekali meski tanpa kamu." Dania tertawa mengejek.
"Kamu tahu sendiri Bel, aku pergi tuh buat masa depan kita."
"Masa depan kita? Gak salah yo? Kamu tiba-tiba mutusin aku tanpa sebab, aku nyariin kamu tapi kamu gak ada yo, kamu pergi dan aku gak tau kamu pergi kemana." Ucapnya menohok ulu hati Rio.
"Maaf Bel, tapi sekarang yang penting aku udah kembali buat kamu Bel, kita bisa kan seperti dulu lagi?" Rio menyesal berharap Dania kembali ke pelukan nya.
"Semudah itu kamu bilang maaf dan semudah itu kamu mau kita kembali, gak yo kita gak bisa kembali lagi." Ucap Dania sinis.
"Kenapa Bel? Apa alasannya? Bukankah kamu masih mencintaiku?" Tanya Rio khawatir.
"Kamu lihat lelaki tadi? Dia suamiku yo, ayah dari janin yang ku kandung saat ini." Dania tersenyum bangga sambil memamerkan perutnya yang terlihat membuncit
"Gak Bell... Aku gak percaya, kamu gak mungkin udah nikah, aku percaya kamu masih nungguin aku sampai detik ini." Rio menggelengkan kepalanya tak percaya, menolak fakta yang terucap dari perempuan yang masih di hatinya itu.
"Tapi itulah kenyataannya. Aku sudah menikah, namamu di hatiku telah hilang bersama menghilangnya kamu yo." Dania tersenyum sinis.
"Bel, aku kembali ini untuk kamu Bel, tapi kamu dengan teganya mengkhianati aku Bel." kata Rio memegang pundak Dania.
"Lepasin tangan lo dari istri gue!" Defran yang tiba- tiba muncul menarik Dania ke pelukannya.
"Kamu siapa hah? Biarin aku menyelesaikan masalahku dengan pacarku dulu." Bentak Rio marah.
"Lo budek ya? Gue Defran suami sahnya Dania Bella dan apa tadi lo bilang pacar? Pacar istri gue? Jangan mimpi bro!" Defran tertawa mengejek.
"Gue gak percaya lo suaminya Bella, Bel tolong jelasin semuanya ini! jangan buat aku bingung! Aku tau kamu masih cinta aku kan?" Rio menatap Dania memohon penjelasan.
"Rio, Defran memang suamiku dan satu hal dari tadi aku udah jelasin ke kamu kalo perasaan aku ke kamu udah hilang saat kamu juga hilang dari hidup aku."
"Lo dengarkan kata bini gue, lo gak ada lagi dihatinya, gue yang udah gantiin nya." teriak Defran bangga.
__ADS_1
"Sweetheart sebaiknya kamu masuk kamar yah! kamu pasti capek banget kan abis jalan." Defran mengusap puncak kepala Dania, yang dibalas anggukan oleh istrinya.
Dania meninggalkan suami dan mantan pacarnya menuju kamarnya.
"Lo, gue ingetin jangan perna deketin bini gue lagi atau gue gak segan-segan musnain lo!" ancam Defran menunjuk muka Rio.
"Hah, lo pikir gue takut dengan ancaman sampah lo! Gak yah gue gak takut sama sekali dan gue Rio akan merebut kembali Bella dari tangan lo karena dari awal emang dia milik gue." ancam Rio Balik.
Bugh, satu pukulan mendarat manis ke pipi Rio "Brengsek lo, Dania itu bini gue dan gue gak akan pernah ngelepas dia, ingat itu!" Defran Marah memukul muka Rio.
Bugh, satu pukulan lagi mendarat di perut Rio, "gue pastiin kalo luh berani ganggu bini gue, gue sendiri yang bakal bunuh lu! sekarang cepat lu pergi dari hadapan gue!" Defran mendorong tubuh Rio.
Defran langsung memeluk Dania yang baru menganti pakaian sehabis mandi, Diletakkannya kepalanya di leher jenjang Dania.
"Def kamu kenapa?" Tanya Dania menoleh kearah suaminya itu.
Defran hanya diam sambil menciumi wangi tubuh Dania yang memang baru selesai mandi.
"Def!" Panggil Dania.
"Hem apa sweetheart?" jawab Defran.
"Kamu kenapa?"
"Kamu kenapa?"
"Sayang Rio itu ganteng gak?" Tanyanya cemburu.
"Kamu naksir Rio Def?" Tanya Dania balik.
"Kok kamu mikirnya gitu sweetheart? Aku hanya takut kamu berpaling ke Rio lagi." Defran mencebikkan bibirnya.
"Haha abisnya kamu nanya Rio ganteng apa gak?" Tawa Dania pecah.
"Sweetheart aku cemburu tau!" Defran memonyongkan bibirnya.
"Suamiku, lihat aku!" Dania menarik wajah Defran agar melihat matanya. "Kamu siapanya aku?" Tanyanya kepada sang suami.
"Suami kamu."
"Rio siapa aku?"
"Mantan kamu."
"Suami artinya masa sekarang dan masa depan bukan begitu? dan mantan berarti masa lalu kan?" Ucap Dania memberi pengertian.
__ADS_1
"Iya." jawab Defran mengangguk.
"Suami lebih berhak atas istrinya dibanding mantan, benar bukan?" tanya Dania lagi.
Defran mengangguk membenarkan perkataan Dania.
"Ku akui Rio memang tampan, ya sangat tampan, sehingga dulu aku sempat jatuh kedalam pesonanya, tapi suami yang ada di hadapanku ini jauh lebih tampan, lebih segalanya di banding Rio karena suami yang ada di hadapanku ini adalah pemilik hatiku, tubuhku, dan jiwaku. Kamu suamiku Def, masa sekarang sekaligus masa depanku, juga masa laluku, kamu yang telah mengikatku untuk terus mengabdi menjadi istrimu jadi percayalah!" Ucap Dania tersenyum sambil memegang tangan sang suami.
Defran menarik tubuh Dania ke pelukannya,
" Ya sweetheart aku percaya, aku,mencintaimu sangat mencintaimu."
"Sekarang ayo kita tidur Def!" ajak Dania menarik suaminya itu.
"Gak mau! aku mau makan kamu dulu." Defran langsung mencium bibir mungil istrinya yang sudah menjadi candunya itu di lanjutkan menciumi leher Dania.
"Deeef.." Panggil Dania.
"Apaa sweeetheeart?" Defran sibuk menciumi tengkuk istrinya.
"Sto-op geli.."
"Gak mau sayang aku udah lama puasa, aku kangen memasuki kamu...." Ucapnya vulgar, "kamu tau sayang kamu makin seksi dan montok, buat adik aku bangun terus," lanjutnya dan terjadilah hal yang dilakukan sepasang suami istri tak usah author jelaskan yahh.
***
Keesokan harinya Dania sudah ada di dapur membantu ibunya membuat sarapan. "Bu, Nia kangen sama ibu." Ucapnya sambil menggoreng nasi.
"Ibu juga sayang, gimana kabar cucu ibu baik- baik saja kan?" Tanya Ibu.
Dania memeluk ibunya "Nia sayang ibu, maafin Nia selama ini cuma buat ibu susah, Nia sayang Ibu, cucu ibu baik- baik aja bu."
"Ibu juga sayang banget sama kamu sayang, kamu dambaan hati ibu, pujaan hati ibu, harapan ibu, Ibu juga menyayangimu." Ibu mengelus rambut Dania dengan sayang lalu turun ke perut Dania yang sedikit membuncit itu.
"Nia kenapa bu?" Tanya Ayah heran.
"Nia cuma mau manja- manja sama ibu aja yah." jawab Dania.
"Cepat buat sarapannya! Ayah sudah lapar." Ucap Husien cemburu dengan anaknya itu.
"Nia, kamu bangunin suami kami aja sayang! Biar ibu yang nyiapin sarapannya."
"Baik bu."
Bersambung...
__ADS_1