
^^^Hai Pria buatlah wanitamu bahagia bukan jatuh cinta.^^^
^^^Dania Bella^^^
Matahari telah menunjukan cahayanya, akan tetapi sepasang anak manusia masih asik terlelap dengan tidur nyenyak nya. Sementara di luar kamar Kasih dan Tiara mencoba menggedor pintu kamar kakaknya.
Tok tok tok
"Kak Bey, kak Def ayo bangun!" Teriak Tiara menggedor pintu kamar kakak sulungnya itu.
"Kak Nia, kak Def cepetan bangun!" Timpal kasih ikutan kesal dengan dua orang yang masih terlelap tidak mau bangun itu.
Tidak ada sahutan sama sekali dari dalam kamar seolah penghuninya tak ada.
"Kakak, buka pintunya!"
"Kak Def katanya mau ngajakin kita jalan-jalan ke kota." Teriak Tiara dengan suara cemprengnya.
"Kakak bangun, kakak bangun!"
Masih tak ada sahutan, Tiara mulai menyerah membangunkan kakak dan kakak iparnya itu.
"Acii, Rara nyerah. Kayaknya kak Bey sama kak Def gak bakal bangun deh." Ucap Tiara cemberut.
Kasih berpikir, sudah cukup rencana ke pasar malamnya gagal sekarang jalan-jalannya ke kota harus berjalan dengan lancar.
"Aha aku punya solusinya Rara." kata kasih menuju laci lemari rumahnya.
"Apa solusinya acii?" Tanya Tiara
"Ini dia, duplikat kunci kamar kak Nia." Kasih menunjukan kunci kepada Tiara.
"Aciii pinter." puji Tiara mencium pipi kakaknya itu.
"Iya dong, gak ada kamus gagal di hidup acii yah." jawab kasih sombong.
"Ayo kita buka pintunya!" Ajak Tiara.
Kasih pun membuka pintu kamar Dania, mereka terkejut dengan pemandangan di depannya, Kakak iparnya begitu posesif memeluk kakaknya.
"Sweet moment." Teriak Tiara senyum-senyum sendiri.
"Harus kita abadikan." Kata Kasih langsung mengeluarkan ponselnya dan mengabadikan pemandangannya dengan kamera ponselnya.
Cek Rek
Cek Rek
Cek Rek
Bunyi mereka memfoto kedua kakaknya itu.
"Acii lihat hasilnya," Tiara mendekati kakaknya itu.
"Nih," Kasih memberikan ponselnya.
"Wow, sweet bangeet Aciii, pengen deh punya suami kayak kak Def satu." Ucap Rara centil membayangkan dirinya sudah bersuami.
"Ra, kita tadi ke kamar Kak Nia buat apa yahh?" Tanya Kasih kesal dengan adik yang dianggapnya lebay itu.
"Buat foto. " Kata Tiara yang masih mengagumi hasil jepretan Kasih.
"Bukan Ra, tapi buat bangunin kak Nia sama kak Def."Kata kasih
__ADS_1
geram sama adiknya itu.
"Ayo kita bangunin!"
"Kak Def bangun!"
"Kak Be1, 5 menit lagi sweetheart." Defran mengeratkan pelukannya.
"Kakak berdua ayo bangun! Rara udah dari tadi bangunin, kita harus jalan- jalan ini." Teriak Tiara.
Tidur nyenyak Dania terganggu oleh suara cempreng milik Tiara.
"Good morning Ra, Acii, ada apa bangunin kakak, kalian laperr yah?" Kata Nia berusaha bangun tapi lengan kokoh itu masih memeluknya.
"Pagi kak Nia, kami belom laper. Hanya saja kak Def janji ngajakin kita ke kota hari ini, jadi kita bangunin kakak." jelas Kasih.
"Oh, jam berapa sekarang?" Tanya Dania berusaha untuk melepaskan dirinya dari tubuh Defran.
"Jam 7 kak bey." Jawab Tiara.
"Ya udah kalian keluar gih sana! kakak mau bangunin kak Def dulu."
"Oke kakak." jawab Tiara dan Kasih serempak meninggalkan kamar kakaknya.
"Def bangun!"
"Morning sweetheart, kiss me please!" kata Defran menunjuk bibirnya.
"Morning Def, aku mau mandi."
"Kiss dulu. Baru mandi." ucap Defran manja.
"Gak ada yah Def. Minggir, aku mau mandi."
"Nggak mandi sendiri-sendiri. Kalo mandi bareng kamu pasti lama." Dania langsung berlari ke kamar mandi.
"Ya udah aku lanjut tidur aja." kata Defran ngambek.
Usai Dania mandi, suaminya itu masih tertidur dengan nyenyak nya. "Def kok tidur lagi sih? Capek banget yah kamu." Batin Dania.
Dania meninggalkan Defran menemui kedua adiknya.
"Ayah ibu mana dek?" Tanya Dania.
"Udah pergi kak." jawab Tiara
"Kak Def mana kak? Udah siap- siap belom?" Tanya kasih.
"Belom bangun." kata Dania santai
"Apa belom bangun kak?" Tanya Kasih.
"Belom, kalian udah sarapan belom?" Tanya Dania
"Udah kak, kita bangunin kak Def lagi yah kak." kata Tiara langsung menarik tangan kasih.
"Ya, kakak mau bikin sarapan dulu." jawab Dania.
Dikamar Dania, Tiara dan Kasih memaksa Defran membuka matanya. "Kak Def ayo cepetan bangun mandi gih kita mau jalan hari ini." teriak Kasih.
"Ihh kak Def bangun cepetan, kak Def kan udah janji sama kita berdua." timpal Tiara
"Apaan sih berisik kalian kak Def ngantuk, kalian aja yang perginya yah." bujuk Defran kembali memejamkan matanya.
__ADS_1
"Ya udah kalo kak Def gak mau, kita ajak aja kak Rio. Kak Rio kan sayang banget sama kak Bey pasti dia gak keberatan kalo kita ngajak dia." kata Tiara
"Ah bener kamu Ra, ayo kita telvon kak Rio aja." kata kasih mengeluarkan ponselnya dan men dial no Rio.
"Angkat kak Io, kalo mau Clbk sama kak Bey, Acii speaker." kata Tiara antusias.
"Sip Ra."
"Halo ada apa Acii nelpon kakak?" Tanya suara di seberang sana.
"Kakak lagi di mana ni?" Tanya Kasih.
"Kakak ada di rumah dek." jawab Rio
"Gini kak Io, kak Bey kan lagi ada di rumah ni, kita mau ngajakin kak...." Ucapan Tiara terhenti karena ponsel Kasih sudah berpindah ke tangan Defran.
"Gak usah ngajak orang lain, kakak mandi dulu, kalian tunggu diluar." Defran memutuskan sambungan dan masuk ke kamar mandi.
"Yeayy berhasil." teriak Tiara dan Kasih senang.
"Kalian kenapa?" Tanya Dania yang tiba- tiba muncul menatap curiga kelakuan adik-adiknya itu.
"Gak apa- apa kak." Jawab Kasih menarik tangan Tiara keluar.
Dania menyiapkan pakaian yang akan di kenakan suaminya, sementara Defran lagi mandi.
Tidak lama kemudian Defran keluar kamar mandi mengenakan handuk yang melilit pinggangnya, terlihat deretan roti sobek yang sangat memanjakan mata Dania.
Defran langsung mengenakan baju yang dipilihkan Dania tanpa banyak bicara, sementara Dania melihat suaminya heran.
"Kamu marah sama aku Def?" Tanyanya kepada sang suami
"Hem."Jawab Defran.
"Kamu marah karena ini." Kata Dania mencium bibir suaminya sekilas.
Defran tak berniat menjawab sama sekali memilih meninggalkan Dania. Dania menyusul suaminya yang masih ngambek mereka berhenti di ruang makan.
"Aku lapar!" kata Defran singkat.
"Ayo duduk aku ambilkan sarapannya!" kata Dania menuangkan nasi goreng ke piring suaminya dan piringnya sendiri. Mereka makan dalam diam, tidak ada yang berbicara tapi kemudian Defran mengeluarkan suaranya.
"Siapa Rio?" Tanya Defran
Dania tidak berniat menjawab pertanyaan suaminya, dia lebih memilih menyuapkan nasi ke mulutnya.
"Siapa Rio?" Ulang Defran kesal karena tak di jawab.
Dania masih bungkam asik dengan acara makannya tanpa menghiraukan pertanyaan Defran.
"Dania Bella, Siapa Rio?" Tanya Defran mengeraskan suaranya.
Dania masih asik dengan sarapannya, dia tak peduli dengan pertanyaan barusan Defran.
"Dania Bella kamu punya mulut kan? Dari tadi aku nanya siapa Rio kenapa gak di jawab Nia. Siapa Rio, Nia?" Defran mulai emosi memegang pundak Dania meminta penjelasan.
"Kamu bilang tadi lapar, tapi kamu tak menyentuh sarapanmu, mau sarapan atau bahas orang lain?" Sindirnya kesal.
"Aku tanya siapa Rio, Nia?" Tanya Defran.
"Rio mantan pacarku, sekarang cepat habiskan sarapannya!"
Bersambung...
__ADS_1