
^^^Aku percaya kau lah takdir yang di kirim Tuhan untukku.^^^
^^^Dania Bella^^^
"Mantan pacar? Orangnya seperti apa aku ingin tahu, coba ceritakan jangan ada yang di tutup- tutupi." Defran meminta penjelasan kepada sang istri.
"Cepat kamu habiskan makannya dulu! Nanti malam usai jalan- jalan aku ceritakan." Perintah Dania.
"Tidak mau, aku maunya sekarang Nia. Dari tadi aku penasaran, apakah ganteng aku atau dia? Sampai- sampai Tiara dan Kasih selalu memujinya." Dengusnya kesal.
"Ya sudah kita kerumahnya sekarang, kalo kamu penasaran. Kamu lihat sendiri siapa yang lebih tampan? Kamu atau dia?" Ucap Dania kesal.
"Tidak sudi, nanti kamu malah clbk. Aku tak sudi kamu milikku dan akan selamanya milikku titik." Ungkapnya penuh penekanan.
"Katanya tadi penasaran mau lihat seberapa tampannya Rio mantan kekasihku itu." Goda Dania menjawil dagu sang suami.
"Jangan sebut namanya! Aku tak sudi mulut milikku itu menyebutnya." Ungkap Defran kesal.
"Dengar suamiku! Lihat aku dia hanya masa laluku!" Ucap Dania terhenti sebentar, "orang di depanku ini meskipun sangat pemaksa menyebalkan dan begitu manja adalah masa depanku, papa dari bayi yang sedang ku kandung, orang yang membuatku jatuh cinta berkali-kali." Lanjutnya tersenyum memeluk suami labilnya.
Defran bungkam mendengar penuturan Dania, dia melihat manik kejujuran di mata istrinya itu.
"Suamiku sejak kau memaksaku menikah denganmu, sejak saat itu aku telah menerimamu di hatiku dan menutup pintunya, sehingga tak kan perna ada pria lain yang bisa masuk termasuk Rio mantan pacarku...."
Dania mengambil nafas sebentar, "suamiku denganmu aku ingin menghabiskan waktu, menciptakan mimpi yang ingin ku rajut bersamamu, mengukir memori terindah bersamamu yang akan ku kenang disepanjang hidupku, kamulah takdir terindahku yang dikirim Tuhan khusus untukku." Lanjutnya mengambil piring dan sendok di tangan Defran.
"Sekarang buka mulutnya Def, kamu takkan makan kalo gak di suapi kan?"
Defran memakan sarapannya sampai ludes tak bersisa karena tangan lentik Dania yang menyuapi nya. Kasih dan Tiara sudah siap jalan-jalan ke kota mereka Teriak kegirangan dari luar ruang makan.
"Kak Def buruan kita berangkat!" Jerit Tiara.
"Iyaa kak ayoo kita udah gak sabar ngabisin duit kakak!" Kata Kasih.
"Kalian yang bilang tentang Kak Rio sama kak Def?" Tanya Dania melototi kedua adiknya.
"Heheehe maaf kak, abisnya kak Def gak mau jalan kalo gak di ancam dulu." Jawab Kasih menunjukan gigi putihnya.
"Iya kak mending kita ngajak kak Rio aja deh, kalo kak Def gak mau." timpal Tiara kesal.
"Jadi kalian mau jalan sama Mantan Dania, ya udah sana pergi!" Defran memasang wajah cemberut.
" Iya sana pergi sama Rio! Kakak sama kak Def di rumah aja." Dania mendukung suaminya.
"Ih kak Def ma nyebelin, pokoknya harus pergi kakak. Kan udah janji mau ngajak jalan-jalan." Tiara menagih janji kakak iparnya itu.
"Iya kak, masak kita selama ini cuma di desa ini aja gak perna keluar, kita kan pengen lihat kota kayak mana seperti cerita teman-teman kita." Curhat Kasih agar Defran tidak membatalkannya.
" Ya udah ayo kita berangkat! kakak ambil kunci mobil dulu yah." Defran masuk kamar mengambil kunci mobilnya.
Kasih dan Tiara benar-benar bahagia diajak ke kota. Mereka kegirangan masuk mall, mulai main timezone hingga belanja Tiara tidak berhenti berceloteh.
"Kak Def belikan Rara tas, baju, sepatu, bandana yah!" Pintanya sambil menarik lengan kemeja Defran.
"Iyaa.... Kamu ambil aja apa yang mau kamu beli dek, asal harus dukung kakak sama kak Bey yah!" Ucap Defran mulai mencari sekutu.
"Kasih juga kak, belikan baju itu, sepatu, tas, novel juga yah kak!" Kata Kasih tidak mau kalah."Kasih bakal jadi adik ipar yang baik deh."
"Iya ambil aja, asal jangan ketus lagi sama kakak!"
"Oke bos, kak tasnya boleh tiga yah, sepatunya dua, dan bajunya lima yah, bandana 10 kak yah!" Tiara melunjak.
"Iya ambil semau Rara dan kasih lagian kan jarang-jarang kak Def bisa belanjain kalian!"
" Beneran kak?" tanya Kasih dan Tiara girang.
__ADS_1
"Acii Rara beli seperlunya aja!" kata Dania melotot.
"Ih kak Bey ma gak asikkkk!" Kata Tiara mengambil apapun yang ada didepan matanya.
"Kakak gak ngajarin kalian buat boros yah! Beli yang sekiranya penting!" kata Dania tegas.
"Enggak apa-apa sweetheart, lagian jarang- jarang aku bisa belanjain mereka ini."
"Aku mau belanja bulanan dulu." Dania meninggalkan Defran dan adik-adiknya.
Usai belanja- belanja saatnya mereka mengisi perut, Tiara dan Kasih benar- benar puas kakak iparnya itu begitu baik menuruti semua keinginan mereka. Tiara tadi juga merengek- rengek mintah dibeliin boneka sama kakak iparnya itu.
"Kak abis ini kita mau kemana?" Tanya Tiara penasaran.
"Kalian mau ngapain?" Tanya Defran.
"Gimana kalo kita nonton?" tawar Kasih.
"Oke ayo kita nonton!" Ajak Dania.
Sesampainya di bioskop Defran membeli karcis sementara Dania membeli cemilan untuk mereka menonton. Saat memasuki studio Tiara menjerit ternyata kakaknya memilih film horor sebagai tontonan mereka.
"Loh kok hantu si kak! Rara takut," Cicitnya.
"Ih Rara penakut!" Ledek Kasih menjulurkan lidah.
"Tuh tuh serem banget hantunya." Tiara menutup mata.
"Seru gini ceritanya, yah kan sweetheart?" Tanya Defran kemudian melihat istrinya yang tertidur tidak menyimak filmnya.
"Yah kak Bey tidur, Rara juga mau tidur aja takut." Tiara menyandarkan tubuhnya di pundak Defran sebelah kiri Defran, karena pundak kanan disandari oleh Dania.
"Kak Nia dan Rara ma gak seru masak tidur!" celoteh Kasih
"Kak Nia capek keliatannya Kasih kalo Rara penakut." kata Defran meledek.
"Ya udah fokus fokus sama filmnya."
Film telah usai, Dania dan Tiara masih asik dengan tidurnya.
"Sayang bangun!" Defran menepuk pipi istrinya pelan.
"Hoam maaf ketiduran Def, filmnya udah kelar?"
"Iya gak apa-pa sayang."
"Tiara ketiduran kak, gak mau bangun." Jelas Kasih kesal.
"Udah gak apa-pa. Gak usah dibangunin! Biar kakak gendong aja." kata Defran mengambil tubuh Tiara ke dalam gendongannya.
Mereka keluar dari mall dan memutuskan untuk pulang, perut Dania sudah mintah diisi karena lapar. ;Def mampir di rumah makan padang yah, laper!" Rengek Dania.
"Iya sweetheart, Acii Bangunin Rara!"
"Oke kakak ipar, Rara bangun dek! Kita udah nyampe." Kasih memencet hidung adiknya gemas.
Tiara membulatkan matanya melihat sekelilingnya.
"Ih acii boong, ini masih di jalan Rara ngantuk." Tiara memukul lengan Kasih.
"Ra, bangun!!! Kita mau makan apa kamu mau tidur di mobil aja." Kata Dania melihat adiknya kembali memejamkan mata.
"Ikut Rara juga laper kak Bey, kita makan nasi padang yah? Rara udah lama gak makan nasi padang." jelasnya girang
"Iya, kita berhenti di rumah makan padang." jelas Dania.
__ADS_1
"Hore nasi padang nasi padang." kata Tiara girang.
Sesampainya di restoran padang Defran memarkirkan mobilnya dan mereka masuk kedalam restoran tersebut. Usai memesan makanan mereka sampai, Dania hanya asik mengaduk nasinya tanpa berniat memakannya, Kasih yang melihatnya langsung menegur kakaknya itu.
"Kok gak di makan kak? Katanya tadi laper?" Tanya kasih.
Defran melirik piring istrinya masih penuh.
"Kamu gak selera makan ini sayang, ya udah kita cari tempat lain aja." Tawar Defran.
"Aku mau makan yang di piring kamu, kita tukeran yah!" pinta Dania.
Defran menukar piringnya dengan Dania, dan benar saja istrinya itu langsung lahap memakan makanannya.
"Enak?" Tanya Defran.
"Hehehe yummy Def." Kata Dania senang.
"Kak Bey aneh, masak makan bekas kak Def. Mana tadi kak Def makannya pakek tangan lagi, gak jijik apa?" Tiara memandang ngeri.
"Ih Tiara mulutnya pedes, emang kamu kira Kakak apa sampek jijik gitu?" Kata Defran cemberut.
"Beruang." jawab Tiara terkekeh.
"Nggak kakak belanjaain lagi ntar." Defran mencubit gemas pipi adik iparnya.
"Nggak papa aku mintah belanjaiin kak Bey aja." Tiara menjulurkan lidahnya.
"Def kamu nambah yah!" pinta Dania.
"Mbak nasinya tambah 2 porsi lagi!" Defran memangil mbak-mbak waiter.
Defran menambahkan 2 porsi nasi ke piringnya dan mengambil rendang daging sebagai lauknya lalu mulai memakan nasinya, Dania melihatnya langsung ngiler.
"Def tuker lagi piringnya!" kata Dania.
"Ini sayang ambil makan yang banyak yah!" Kata Defran.
"Wow benar-benar takjub Rara sama kak Bey, gak jijik makan bekas kak Def." kata Tiara heran.
"Kak Nia lagi ngidam yah kak Def?" Tanya Kasih.
"Iyaa kakak kalian ngidam makan bekas kakak" jawab Defran.
"Oh, jadi itu alasannya kak Bey mau makan bekas kak Def." kata Rara takjub
"Bukan, nasi yang dimakan Defran itu rasanya nikmat sekali, dan kakak gak bisa jijik sama suami sendiri apalagi Defran sangat tampan." jelas Dania tersipu malu.
"Kak Def punya adik cowok seumur Rara gak?" tanya Tiara ganjen.
"Ra, kamu tuh baru kelas satu SMP jangan maen pacar-pacaran!" kata Dania tidak suka.
Defran tertawa melihat kekonyolan Tiara yang tiba- tiba jadi centil padahal barusan dia bilang jijik dengan Defran.
Setelah makan Defran membayar di kasir dan mereka memilih pulang ke rumah karena kecapean, Rara sendiri sudah kembali tertidur, Jam 8 malam mereka sampai di Rumah. Defran memarkirkan mobil di pekarangan Rumah dan di sana juga ada mobil yang terparkir, Dania sudah keluar dengan Kasih sementara Defran mengendong Tiara yang ketiduran.
"Siapa yang bertamu malam-malam gini." Pikir Defran.
Seorang lelaki tampan mendekati Dania dan hendak memeluk Dania, tapi langsung di tolak oleh Dania.
"Bella aku merindukanmu." Kata lelaki itu.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....