Istri Yang Di Bayar (Dania Bella)

Istri Yang Di Bayar (Dania Bella)
Part 6


__ADS_3

^^^Hal yang paling membahagiakan bagi seorang pria adalah saat bisa menghabiskan waktu bersama wanitanya.^^^


^^^"Defran Arie Olvio"^^^


Sesampainya di apartemen Defran langsung membaringkan istrinya ke ranjang king size mereka, Dia terus memandangi istrinya yang tambah berisi.


"Kalo tidur begini Dania tambah cantik dan seksi." Ucapnya mengelus-elus wajah Dania.


"Beruntungnya aku memilikimu sayang, tak akan pernah aku melepaskan mu." Batin Defran lalu mencium kening Dania.


"Sekarang kamu makin berisi, dada dan pantat kamu membesar sayang, itu membuat kamu makin seksi." Defran berceloteh sendiri.


"Maaf yah tiga minggu ini aku gak pulang, aku harus ikutin maunya mama sayang, tapi sungguh aku merindukanmu." Defran berbicara dengan Dania yang masih tidur kemudian ikut berbaring di samping Dania, dia langsung menarik  Dania ke pelukannya kemudian mencium puncak kepala istrinya itu.


"Sayang kenapa kamu terlihat lelah sekali? Apa yang kamu lakukan semenjak aku nggak ada?" Tanya Defran memperhatikan wajah Dania.


Dania menggeliat mencium aroma yang sudah tiga minggu ini menghilang, dia menelusupkan kepalanya ke dada Defran. Mencari aroma yang begitu dirindukannya.


"Hm nyaman," Defran menahan  tawa melihat tingkah Dania yang mengendus- ngendus menciumi tubuhnya.


"Ternyata kamu juga merindukanku sayang, alam bawah sadar kamu takkan pernah bohong." Batin Defran senang mengeratkan pelukannya.


Dania bangun dari tidur cantiknya dan betapa terkejutnya dia ada dipelukkan lelaki brengsek yang notabane nya adalah suaminya sendiri.


"Ngapain lo meluk- meluk gue" Tanya Dania kasar cenderung tak suka.


"Aku kan suami kamu sayang, jadi wajar aku meluk kamu." Ucap Defran mengeratkan pelukannya.


"Lepasin,"


" Ng-gak akan," Jawab Defran mengeratkan pelukannya.


"Hiks hiks hiks hiks aku gak mau dipeluk bekas cewek lain, hiks hiks." Dania menangis menyembunyikan dirinya  di dada Defran.


"Loh kok kamu nangis sayang," Tanya Defran memegang pipi istrinya itu.


"Hiks, hiks, aku bukan sayang aku Dania, aku benci sama kamu, kamu jahat, kamu bekas cewek centil itu. Kamu ninggalin aku sendiri, Hiks hiks, pergi kamu." Dania memukul-mukul Defran.


"Iyaa iyaa maaf, aku ninggalin kamu yah, maaf yah sweetheart." Defran mengeratkan pelukannya dan mencium puncak kepala Dania.


"Kamu janji nggak bakal tergoda sama cewek lain nyatanya kamu tergoda, hiks hiks aku benci kamu." Dania tak ingin berhenti.


Deg, batin Defran. "Siapa cewek lain yang kamu maksud sayang?" Tanya Defran kepada sang istri.


"Hiks hiks cewek centil ulat bulu di kantor kamu, kamu ciuman, kamu pelukan sama dia, hiks hiks, aku benci kamu bekas orang." Marah Dania.


"Kamu ke kantor aku? Kapan?" Tanya Defran lagi, Dania diam dia tidak tahu harus jawab apa, ingatan Defran mencium wanita itu masih sangat jelas. 


"Dania lihat aku, kapan kamu ke kantor aku? Ngapain kamu ke kantor aku," tanya Defran melonggarkan pelukannya melihat wajah Dania.


"Jujur gak yah" Batin Dania.


"Nia, jawab aku kapan kamu ke kantor aku hah?" Bentak Defran.


"Kamu gak perlu tahu aku benci sama kamu, hiks hiks." kata Dania malah menyembunyikan kepalanya di dada Defran.

__ADS_1


Defran melamun memikirkan kata- kata Dania, dia takut Dania melihatnya bersama Dira.


"Def, aku lapar." kata Dania seolah lupa dengan kemarahannya.


"Hem apa sayang?" Tanya Defran gelagapan. "Dia udah gak marah lagi apa sama aku," Batin Defran heran.


"Laper." Rengeknya manja.


"Ya udah mau makan apa sayang?" Tanya Defran.


"Mau makan nasi goreng cumi buatan kamu def, masakin yah yah." Rengeknya sambil mengeluarkan puppy eyes.


" Sweetheart, aku kan gak bisa masak sayang." Kata Defran.


"Hiks hiks hiks hiks,  aku maunya masakan kamu." Kata Dania nangis tersedu-sedu, dengan terpaksa Defran mengiyakan.


"Ya udah aku bikinin yahh sayang tapi kalo gak enak jangan marah oke." bujuk Defran, "kenapa Dania jadi manja gini yah" Batinnya heran.


Defran menyiapkan bahan untuk membuat nasi goreng spesial buat sang istri, sementara Dania hanya menonton Defran membuat nasi goreng untuknya.


"Kamu ganteng," Puji Dania malu.


"Iya lah sayang, kalo aku jelek kamu mana mau aku nikahin hehe." Ucap Defran percaya diri.


"Siapa yang bilang aku mau dinikahin sama kamu? Kamu tuh maksa aku yah Def." Sindir Dania mengena langsung ke jantung Defran.


"Kalo aku jadiin pacar mau?" Tanya Defran kemudian.


"Aku gak mau pacaran, maunya nikah," Ucap Dania tidak suka.


"Oh jadi kamu nikahin aku karena mau sentuh- sentuh aku yahh,"  kata Dania kesel.


"Bukan gitu sayang, ini nasi gorengnya udah jadi," Defran mengalihkan pembicaraan.


"Wah kayaknya enak daddy Def, " Mata Dania berbinar senang. " Kok kamu panggil aku daddy def sweetheart?" Tanya Defran.


"Hehe, gak tau pengen panggil aja." Kata Dania melahap nasi gorengnya, "enak sayang rasanya?" Tanya Defran ingin mencicipi, Dania menganguk- anguk, dan berkata, "enakkkk, aku suka daddy Def."


"Boleh coba nggak sayang," Tanya Defran


"No, Daddy Def gak boleh makan ini, ini punya aku." Dania melarang def mencicipi nasi goreng.


"Hem iya deh, aku ambil nasi goreng yang masih sisa di wajan." Defran menyendokan nasinya ke mulut dan Dania terlambat bilang jangan.


"Jangan Daddy!" Larang Dania, tapi Defran sudah keburu mencicipi nasi goreng buatannya sendiri. "Huek ini gak enak sayang, asin jangan di makan!" Perintah Defran.


"Hehe," Dania tertawa.


"Kan aku sudah bilang nasi gorengnya punya aku jangan dimakan, daddy Def delivery aja." kata Dania lagi.


"Iyaaa sweetheart aku delivery aja." Defran sambil mencubit hidung Dania gemas.


"Def kamu gak balik ke kantor?" Tanya Dania.


"Nggak hari ini aku ingin bersama istriku ini," Defran mencium pipi Dania.

__ADS_1


Tidak lama kemudian handphone Defran berbunyi?" batin Defran.


"Angkat aja Def mungkin penting," ucap Dania.


"Mama sayang yang nelpon, aku angkat dulu yah." Kata Defran dibalas anggukan oleh Dania.


"Hallo Def, kamu di mana?"


"Apartemen ma,"


"Kamu ke rumah sayang, ada Dira juga orang tuanya.


"Tapi ma,"


"Gak ada tapi- tapian buruan pulang," paksa Maura kepada anaknya itu.


"Ya udah Def pulang," Defran akhirnya mengalah kemudian menghampiri istrinya yang lagi nonton tv.


"Sayang, maaf yah aku gak bisa sama kamu dulu hari ini, aku di suruh mama pulang sekarang." Jujur Defran.


"Iya," kata Dania lesu.


"Kamu gak marah kan?" Tanya Defran.


"Gak, pulanglah mama kamu lebih butuh kamu dibanding aku." Jawab Dania mengalah.


"Bye sayang, jangan nakal yah kalo aku gak ada," peringat Defran sambil mencium istrinya sekilas. Dania hanya mengangguk sedih.


"Def, aku baru ketemu kamu, kamu udah pergi lagi. Kenapa kamu gak mau ngakuin rumah tangga kita Def? Padahal kalo kamu ngakuin, aku mau pengen ketemu mama  kamu." Dania berujar ketika melihat punggung suaminya menjauh.


Sudah tiga hari Defran tak pulang lagi ke rumah. Dania sangat merindukan suaminya, Defran juga tidak menghubunginya.


" Apa aku harus ke kantornya yah? " Batin Dania bertanya.


Dania bersiap ke kantor Defran, dia juga membawa bekal makan siang untuk suami yang dirindukannya itu. Sesampainya di kantor suaminya Dania disambut satpam ramah.


"Eh mbak lagi? Mau ketemu Siapa mbak?" Tanya  pak satpam ramah sambil tersenyum.


"Ketemu Pak Defran," Jawab Dania cepat.


"Tapi maaf mbak Pak Defran gak bisa diganggu untuk sekarang." Tolak Satpam itu halus.


"Pak saya ini lagi hamil dan ngidam pengen lihat pak Defran, kalo Pak Defrannya lagi sibuk saya nggak akan ganggu tapi, izinkan saya melihatnya sebentar, takutnya anak saya ngeces." Dania berbohong demi bisa bertemu dengan suaminya itu.


"Ya udah mbak mari saya antar." Kata satpam ramah.


Sesampai di depan pintu ruang kerja Defran, Dania terkejut kejadian 3 minggu lalu kembali terulang di depan matanya, Dania menahan tangisannya. 


"Pak itu siapanya Pak Defran" Tanya Dania menahan tangisnya.


"Oh itu non Dira  tunangannya Pak Defran mbak." Jawab Pak satpam, "


"Pak tolong kasih ini sama pak Defran, bilang dari ibu hamil yang ngidam pak Defran memakan masakannya." Dania berlalu pergi meninggalkan kantor Defran.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2