Istri Yang Di Bayar (Dania Bella)

Istri Yang Di Bayar (Dania Bella)
Part 28


__ADS_3

Dania belum juga menunjukan tanda akan sadar, Defran terlihat sangat frustasi wajahnya sudah sangat kusut seperti baju yang dikenakannya.


"Sweetheart sadar dong, kamu kok tega sama kakak! Kakak kangen kamu sayang."


"Sweetheart kalo kamu bangun nanti kakak bikinin nasi goreng cumi kesukaan kamu yah!" lanjutnya menggenggam tangan sang istri.


"Kamu gak capek apa tidur mulu sayang? Ayo bangun dong kita pulang ke kampung lagi biar ketemu sama Tiara sama kasih terus kita panen padi lagi." cerocosnya.


"Kak Bey bangun kak Bey, itu suara Rara sayang bukan suara kakak, Rara kan adik kamu yang paling kamu sayang dia nyuruh kamu bangun, ayo dong bangun sayang! Kakak rindu suara kamu." bujuknya.


"Kamu marah yah sama kakak? Iya kakak akui kakak salah sama kamu, nanti kalo kamu bangun kamu bebas ngapain kakak, mau kamu pukul, tampar, cubit terserah kamu sweetheart, asal kamu bangun yah!"


"Sweetheart bangun dong kamu gak kasian apa sama baby D, baby D bisa kenapa-napa kalau kamu gak bangun-bangun." Ucapnya sedih.


"Kak Def ayo pulang dulu, kakak juga butuh istirahat!" Bujuk Devana.


"Iya Def, biar papa sama Nana yang ganti jagain Dania." Sambung Wildan papanya.


"Gak bisa pa, Def mau tetep di sini, Def gak butuh istirahat, Def mau jagain Nia pa." Tolaknya.


"Gak bisa gitu dong Defran, kamu gak kasian apa dengan Dira tunangan kamu, kamu harus pulang sama mama sekarang!" Marah Maura.


"Persetan dengan tunangan itu, gara-gara mama maksa Defran tunangan, Nia kayak gini, Def gak mau pulang, Def cuma mau Nia." katanya kacau.


"Sweetheart, ayo bangun sayang! Kamu gak kasian apa sama aku? Aku seperti orang gila sayang, Aku menghancurkan hatiku sendiri sayang, ayo bangun sayang!"


"Def ayo pulang!" kata Dira yang tiba-tiba muncul.


"Aku gak mau, aku mau di sini nemenin istri aku." Katanya marah.


"Def kamu bisa gak sih hargain perasaan aku sebagai tunangan kamu Def, jangan mentingin Dania aja! Aku juga butuh kamu." Cerca Dira.


"Kamu tahu istriku terbaring di sana, itu karena pertunangan sialan ini, Daniaku gak mungkin marah terus jatuh ke kolam kalo kita gak tunangan Dira, Dania pasti sekarang lagi manja-manja sama aku, hiks hiks ini salah aku, aku seharusnya gak ngabulin permintaan mama, aku seharusnya gak perlu bikin istri aku cemburu dan marah kayak gini, aku seharusnya gak ngancurin hati dan kepercayaannya, aku-aku seharusnya jagain dia, buat dia bahagia, aku salah hiks hiks, aku pantes dihukum hiks hiks, sweetheart ayo bangun sayang! Kamu marah ya aku tunangan sama ulat bulu ganjen ini, aku putusin ya tunangan aku, sekarang kamu bangun sayang, kamu gak suka yah kalo aku deket-deket ulat bulu ganjen , aku usir ya dia, tapi kamu janji harus bangun sayang!" Tangisnya tak bisa ditahan lagi penyesalan hanya penyesalan istrinya belum juga sadar.


"Dira mulai hari ini dan selanjutnya kamu bukan tunangan aku, karena aku mau tunangan sama kamu cuma mau lihat istriku cemburu dan satu hal lagi kamu lebih baik pergi karena Dania gak suka kalo aku deket-deket kamu!" Katanya langsung melepas cincin dan memberikan lagi kepada Dira.


Dira pergi dengan berurai air mata hatinya teriris pilu lagi-lagi dia gagal mendapatkan seorang Defran meski saingannya telah terbaring lemah tak sadarkan diri pun percuma, cinta Defran memang bukan untuknya tapi untuk Dania saingan yang berusaha di singkirkannya, orang yang baru Defran kenal tapi mampu menguasai sepenuh hati Defran.


Defran memang tak berniat untuk bertunangan dengan Dira tapi lebih kepada rasa kesalnya kepada Dania saat mereka ke warung bakso pakde, Defran cemburu tapi tak bisa mengungkapkannya hingga dia memilih cara yang membuatnya harus menghancurkan hati istrinya dan tentu hatinya sendiri, dia ingin membuat Dania cemburu kepadanya.


Mata Dania perlahan mulai terbuka, dan pandangan pertamanya adalah Defran yang tertidur di samping nangkas nya, melihat Defran, Dania teringat kejadian yang membuatnya terpaksa terbaring di rumah sakit, sorot matanya menunjukan kebencian yang dalam.


Defran terbangun saat Dania berusaha melepaskan tangannya dari tangan Defran.


"Sayang kamu udah sadar, kamu mau apa? Kamu butuh apa? Aku panggil dokter dulu!" Defran senang istrinya akhirnya sadar.


"Tidak perlu, aku hanya ingin kau pergi dari sini!" Raut Dania menunjukan aura kebencian.


"Sweetheart kamu ngomong apa sayang? Aku panggil dokter ya?" bujuk Defran.


"Siapapun tolong usir orang ini dari hadapan saya!" Pekik Dania.

__ADS_1


Deg, hati Defran sakit, Dania menolak keberadaannya, "Sayang aku suamimu!" jelasnya hendak memeluk Dania.


"Jangan sentuh saya, saya jijik sama kamu,  jijik, sekarang silahkan keluar! Saya tidak ingin melihatmu lagi." Ucap dingin Dania.


"Baiklah kakak keluar dulu sayang, kakak panggil dokter dulu ya?"Defran meninggalkan ruangan Dania.


Dania menangis hatinya sakit mengingat bagaimana Defran menghancurkannya.


"Kamu jahat Def, aku membencimu sangat!"


Tak lama kemudian dokter datang memeriksa keadaan Dania, kemudian masuk papa, mama mertuanya dan Devana adik iparnya.


"Bagaimana keadaanmu Nia?" tanya papa Wildan.


"Sudah baikan pa." jawabnya singkat.


"Maafkan kami Nia, seharusnya papa bisa mencegah keputusan Defran untuk bertunangan dengan Dira." jelas papa.


"Aku tidak apa-apa." jawabnya dingin.


"Maafin Deva kak, seharusnya Deva ngelarang kakak ke taman belakang." Deva langsung memeluk Dania.


"Maafkan mama Dania, ini salah mama Defran tak mungkin mau ditunangkan dengan Dira jika mama tidak memaksanya, sekarang mama sadar jika kamulah orang yang di cintai Defran." Ucap Maura menyesal.


Dania tidak berniat menjawab, hatinya sudah terlanjur sakit tapi dia mencoba tersenyum seolah dia memang baik-baik saja Defran mengintipnya dari luar, ingin sekali rasanya dia memeluk istrinya itu menyalurkan kerinduannya tapi dia takut Dania akan mengusirnya lagi. Baginya sekarang melihat istrinya sudah sadar saja sudah lebih dari cukup.


"Kamu tidak masuk Def?" Tanya Wildan papanya tiba-tiba sudah di sampingnya.


"Dania masih membenciku pa, aku ingin memberikannya sedikit waktu untuk menenangkan hatinya." jawabnya sendu.


Defran memasuki kamar tempat Dania di rawat, "hai sayang, bagaimana keadaan kamu?"


"Keluar kamu!"


"Kakak, cuma mau memberikan kamu bunga ini sayang." Defran menyodorkan bunga mawar ke hadapan Dania yang langsung di tepis oleh Dania.


"Aku gak butuh, yang aku butuhkan kamu keluar segera dari sini!"


"Sweetheart, kakak tahu kesalahan kakak memang gak pantes dimaafin tapi kakak mohon maafin kakak."


"Maafin kakak sayang, kamu boleh pukul kakak, tampar kakak, tendang kakak, cubit kakak asal kamu maafin kakak sayang, kakak nyesel sayang buat kamu begini, kakak nyesel!"  Defran menunduk air matanya sudah menetes.


Dania tidak mau menoleh ke arah Defran, dia takut luluh lagi melihat Defran.


"Lebih baik kamu pergi!" Ucap Dania ketus.


"Apa tidak ada kesempatan buat kakak sayang?" tanya Defran.


"Untuk apa di beri kesempatan, jika di ulang kembali!" kata Dania sarkas


"Hm baiklah kalau begitu, jika kamu tidak bisa memberi kesempatan maka kakak akan memanfaatkan peluang yang ada." Defran maju mendekati nangkas Dania.

__ADS_1


"Mau apa kamu?" Tanya Dania.


"Memberi hukuman," Defran menyeringai.


"Berapa kali yah 10 atau lebih ya?" Defran tampak menghitung.


Dania tak bisa bergerak mundur Defran telah memegang tengkuk belakang kepala Dania.


"Cup, ini untuk hukuman panggil kau!" katanya


"Cup Cup Cup Cup Cup Cup Cup Cup Cup Cup, Ini untuk hukuman panggil kamu dan cup ini yang terakhir untuk rinduku." Defran ******* bibir Dania lama.


"Ehm-mm le-paas."


"Tidak akan sebelum kamu berjanji!" Defran terus ******* bibir istrinya itu.


"Kamu tak pernah meninggalkanku!" lanjutnya kembali mencecap bibir istrinya itu


"Em-mm Aa-ku ja-nji."


"Terima kasih sayang," Defran melepaskan ciumannya dan memeluk Dania singkat mencium puncak kepala Dania lalu tersenyum manis menatap istrinya tapi tidak lama kemudian tubuhnya oleng dan bruk Defran kehilangan kesadaran.


"Defran, Dokter, siapapun tolong suami saya, tolong suami saya!" jerit Dania.


Suster masuk ke dalam menolong Defran di angkat Defran ke nangkas tempat Dania di rawat.


"Pasien dehidrasi, kelelahan dan kurang makan." kata Dokter yang memeriksa Defran.


"Hm mbak beruntung banget tau gak, suami mbak jagain mbak 24 jam sampek lupa makan, lupa istirahat, kerjaannya nyuruh mbak bangun terus!" Ucap suster yang bernama ika.


"Iya mbak kacau banget suami mbak waktu mbak gak sadar-sadar dia seperti orang gila, menangis tersedu-sedu." Timpal dokter yang memeriksa Defran.


"Bahkan mbak ya ada perempuan yang katanya tunangan suami mbak langsung dimarahin dan diusir, cincinnya juga langsung diberikan sama itu cewek, siapa ya nama tuh cewek ulat bulu ganjen kalo gak salah." Cerocos suster ika.


"Mamanya juga kena semprot,  sama suami mbak." lanjut suster yang baru masuk.


"So sweet, pokoknya mbak kalau mbak lihatnya, kita aja pengen punya suami kayak suami mbak, dia bilang kalau mbak sadar mau masakin nasi goreng cumi kesukaan mbak." Jelas suster ika.


"Dia nyesel banget mbak, padahal dia itu cuma mau buat mbak cemburu doang, tapi caranya salah yang berujung mbak tidak sadar." Jelas dokter.


"Benarkah Defran begitu?" Batinnya bertanya, "Oh begitu ya mbak" Ucap Dania tersenyum.


"Iya mbak apapun kesalahan suami mbak, tolong di maafkan atau setidaknya didengarkan penjelasannya! Karena kalo kita lihat dia itu sayang banget sama mbak tapi gak tau cara menunjukannya." jelas suster Ika.


"Sweetheart, sayang, sweetheart." Defran mengigau.


"Aku di sini kak."


Defran sadar dari pingsannya langsung duduk bangun dan memeluk Dania, "jangan tinggalin aku sweetheart!" katanya lirih.


"Aku disini kak."

__ADS_1


"Jangan tinggalin aku! Aku mimpi kamu tinggalin aku, jangan tinggalin aku! Aku takut kamu tinggalin!" Aduh nya mengeratkan pelukannya.


Bersambung....


__ADS_2