Istri Yang Di Bayar (Dania Bella)

Istri Yang Di Bayar (Dania Bella)
Part 23


__ADS_3

^^^Berpikirlah sebelum bertindak, dewasalah dalam berpikir.^^^


^^^Dania Bella^^^


Defran sudah ada di depan pagar kosan Dania yang lama dan sedang berdebat dengan satpam untuk masuk ke dalam kosan.


"Ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya Satpam.


"Saya mau masuk! Istri saya di dalam."


"Siapa istri bapak dan kenapa bisa ada disini?"


"Izinkan saya masuk! Istri saya ada di dalam pak."


"Ya, tapi jawab dulu pertanyaan saya, siapa istri bapak?"


"Buka gerbangnya! Saya mau masuk.." Jawab Defran geram.


"Tidak akan! Sebelum bapak bilang siapa istri bapak?" Pak satpam ngotot dengan pendiriannya.


"Arghh, saya minta buka gerbangnya! Istri sayaa ada di dalam kosan." Jerit Defran mengacak rambutnya frustasi.


"Kak Def!!" Panggil Wulan yang tiba-tiba muncul.


"Nah ini adik ipar saya, istri saya ada di dalam jadi tolong buka pintunya!" Defran sambil memperkenalkan Wulan kepada satpam sebagai istrinya.


"Benar begitu Wulan?" Tanya Satpam.


"Kak Def ngapain disini?" Tanya Wulan.


"Jemput kakak kamu, tapi satpam bodoh ini tidak mau percaya sama kakak." Defran menunjuk pak satpam sebal.


"Pak buka aja pintunya! Kita mau masuk saya kenal dengan kak Def kok." Jelas Wulan.


"baiklah mbak cantik, yang gak kalah cantik dari mbak Dania." jawab satpam itu seraya membuka pintu.


"Dari tadi dong pak. Istri saya udah nungguin dari dalam dan satu hal lagi jangan bilang istri saya cantik! Karena cukup saya saja yang bilang istri saya cantik." kata Defran panjang.


"Siapa yang bilang istri bapak cantik, aku mah bilang mbak Dania yang cantik." balas satpam tak mau kalah.


"Dania itu istri saya, arghh permisi saya mau menemui istri cantik saya." kata Defran langsung mengikuti adik iparnya.


Sesampainya di dalam kosan Defran langsung memanggil-manggil nama istrinya itu, dia sudah tidak sabar melihatnya.


"Nia aku datang, sweetheart aku datang, sayang kamu di mana? Nia Nia, Wulan mana Nia?" Defran terus memanggil nama istrinya.


"Palingan di kamar kak lagi bobo." Jawab Wulan.


Defran langsung menuju kamar di mana istrinya berada, istrinya itu sudah tertidur bagaikan bayi yang sangat polos dan cantik.


"Sweetheart maafkan aku!" katanya langsung memeluk Dania yang masih tidur, dijadikan lengannya sebagai bantal Dania diciuminya puncak kepala Dania, lalu tangannya sibuk memainkan pipi Dania yang sedikit gembul akibat hamil.


"Bagaimana bisa kamu melarang aku jatuh cinta sweetheart, sementara dari awal aku melihat kamu udah jatuh cinta denganmu." katanya pelan sambil mengelus rambut Dania.

__ADS_1


"Kau tahu pernikahan bayaran ini hanya kamuflase saja dari perasaanku sayang, aku ingin memilikimu dan aku ingin kau tetap di sisiku sampai maut memisahkan sehingga kontraknya berlaku seumur hidup." Ucapnya lagi seolah Dania mendengar ocehannya.


"Jangan tinggalin aku sayang, kumohon jangan perna tinggalin aku!" katanya mengeratkan pelukannya.


Tangannya berpindah ke perut buncit Dania diusapnya dan di elusnya "Anak papa, jagoan papa bilangin mama dong jangan pernah ninggalin papa." Katanya seolah bicara dengan bayi di kandungan Dania.


Seolah mendengar pembicaraan Defran janin yang ada di perut Dania menendang tangan Defran.


"Hahaha kamu nendang papa nak, hahaha kapan kamu lahir?" kata Defran ketawa bahagia, dia seolah lupa jika dia sudah menganggu tidur cantik istrinya.


"Hahaha, cepat keluar dari perut mama sayang, biar kita bisa main." Ucapnya lalu mencium perut Dania.


"Def, Ngapain kamu disini?" Tanya Dania.


"Sweetheart, maaf udah bangunin kamu yah, aku lagi main sama baby D, dia nendang tangan aku tadi loh." Jelasnya girang.


"Ngapain kamu di sini?" Tanya Dania ketus sambil duduk dari tidurnya.


"Aku lagi main sama baby D" jawabnya seolah tidak.


"Sana sana pulang sana! Ganggu orang aja." katanya lalu kembali membaringkan tubuhnya membelakangi Defran.


"Sweetheart ayo pulang!"Ajak Defran.


"Aku menginap disini" jawab Dania.


"Pulanglah Def, aku mau sendiri." lanjutnya.


"Pulang sana Defran kamu dengar tidak, aku mau sendiri." bentak Dania yang langsung memukuli dada Defran.


"Pulanglah Def! Hiks aku gak mau lihat muka kamu hiks, aku benci sama kamu, kamu jahat, hiks pulang aku mau sendiri hiks hiks." Air mata nya tak bisa di tahan lagi ingatan tentang kata-kata Defran berputar di otaknya seolah kaset rusak.


Defran hanya diam saja menerima semua cacian dan makian dari Dania, dia juga menerima pukulan di dadanya, hingga suara Dania melemah ditariknya Dania ke pelukannya, di ciumnya puncak kepala Dania begitu lama , bulir air matanya pun terjatuh mengingat betapa jahatnya dia dengan istrinya itu.


"Maaf," satu kata lolos dari bibirnya.


"Maaf," kata itu kembali di ucapkannya.


"Maaf Dania," katanya kembali sambil mengeratkan pelukannya.


"Maafkan aku sayang, aku udah jahat sekali sama kamu, maaf Nia aku salah, aku gak mikirin perasaan kamu, aku egois Sweetheart, maaf tak seharusnya aku bicara gitu sama kamu sayang" katanya.


"Lepas Def! sana kamu pulang!" kata Dania berusaha melepaskan pelukannya.


"Tidak akan sweetheart, maafkan aku." Jawabnya sambil sedikit mengendurkan pelukannya.


Sudut bibir Dania terangkat, "Maaf, untuk apa kamu mintak maaf Def? Kamu lupa yah kalau aku hanya ISTRI BAYARAN kamu, atau perlu aku ingatkan Tuan Defran Arie Olvio, aku hanya istri bayaran kamu, jadi jangan bawa perasaan dalam masalah kita!" Jawab Dania ketus.


" Sekarang lepas, aku muak sama kamu." lanjutnya melepaskan diri dari Defran hendak keluar dari kamar, tapi belum sampai pintu Defran telah memeluknya lagi.


"Istri bayaranku tersayang, kapan ada larangan  buat baper? Memang kamu bisa mengatur hati agar tak membawa perasaan dalam hubungan kita? Istriku kau tetaplah istriku yang sah di mata hukum dan agama soal bayaran itu, itu hanya perjanjian hitam di atas putih, ingat kau milikku dan selamanya akan jadi milikku, sekarang ayo kita pulang!" katanya langsung mengendong Dania ala bridal style.


"Ih lepaskan, lepaskan aku Def, turunkan aku, aku mau menginap!" jerit Dania.

__ADS_1


"Tidak ada kata menginap, turuti suamimu ini, Wulan, Mila, kita pulang ya!" Kata Defran meninggalkan Dania menuju mobilnya.


Sesampainya di pintu apartemen Dania engan masuk ke dalam dia masih sakit hati dengan perkataan Defran.


" Ayo cepat masuk sayang!" ajak Defran yang membuka kan pintu.


"Tidak biarkan aku di luar saja, aku tidak sudi seatap denganmu." Bantah Dania melotot kan matanya.


"Dania jangan mulai lagi deh, ayo masuk!" perintah Defran.


"Biarkan aku di luar" kata Dania


"Nia ini sudah malam, kamu turutin kata suamimu ini" jawab Defran.


"Cihh, aku hanya istri bayaran jadi berhak membantah mu" balasnya tajam.


" Oke kamu mau apa sekarang? Tanya Defran menyerah.


"Cerai, ceraikan aku" Kata Dania lantang.


Defran mencoba mencerna kata-kata Dania "Apa kamu bilang Dania Bella, Cerai? Tidak akan perna menceraikan mu" balas Defran mencoba menahan emosinya.


"Kenapa tidak bisa, bukankah kau tidak mencintaiku, lagian kalau kita cerai kau bisa menikah dengan tunanganmu itu" Tanya Dania.


"Dania Bella istriku" Defran menghela nafasnya sebentar sementara Dania tidak sanggup seandainya kata cerai benar akan di ucapkan Defran.


"Aku sudah cukup sabar dari tadi siang ya, kau benar- benar memancing kemarahanku, hingga aku berkata bahwa kau hanya istri bayaranku." Suaranya tertahan sebentar.


" Aku sudah cukup baik meminta maaf untuk


hal itu tapi kau benar-benar membuatku kehilangan kesabaran sekarang." Matanya memerah, rahangnya mulai mengeras di tariknya tangan Dania kasar.


" Sekarang ayo masuk, aku tidak menerima penolakan, kau harus di hukum karena hal ini." lanjutnya kemudian.


"Def, kau tidak menceraikan ku?" Tanya Dania heran, dia ingin segera terlepas dari lelaki brengsek ini.


"Hahaha, Dania Bella ternyata kau benar-benar berharap bisa bebas dariku, kau serius ingin aku menceraikan mu?" Tanyanya penuh amarah.


"Tentu saja aku serius, aku tak sudi seatap denganmu lagi." jawab Dania.


"Baiklah, mulai sekarang engkau Dania Bella aku, aku aku akan menghukum mu atas perkataanmu itu." Defran menarik tubuh Dania mendekat kepadanya lalu dia langsung mencium bibir merah Dania yang menganga mendengar pernyataan Defran.


Dania masih bungkam dengan kelakuan Defran yang di kira akan menceraikannya, "Bagaimana kalau kita lanjutkan di kamar sweetheart, aku sudah sangat rindu mengunjungi anakku." godanya di telinga Dania.


"Dasar omes, pergi sana jangan ke sini!" Usir Dania menunduk malu.


"Lihat aku sweetheart, "Defran memegang bahu Dania supaya menghadapnya, tapi Dania masih menunduk tak berani menatap Defran, di angkatnya dagu Dania supaya melihat matanya.


"Dengarkan aku sweetheart, sejak pertama kali aku melihatmu di kafe aku sudah jatuh cinta padamu, pernikahan bayaran itu hanya kamuflase ku saja untuk menutupi perasaanku, aku mencintaimu Dania Bella, tidak ada istri bayaran, kau istriku, istriku yang sebenarnya, tadi siang aku hanya emosi karena tugas kantorku menumpuk belom lagi ada sedikit kendala tapi kau terus memaksaku untuk menemanimu, sweetheart aku juga sangat sedih ketika terpaksa menolak keinginanmu, aku juga ingin pergi jalan-jalan denganmu tapi ribuan karyawan nasibnya ada padaku sayang, jadi ku mohon maafkan aku." kata Defran panjang.


"Dan satu hal lagi sayang, jangan pernah berkata ingin cerai dariku, karena aku takkan perna mengabulkannya, sekarang ayo tidur, kau pasti lelah." Usai berbicara Defran langsung mengajak Dania memasuki kamar.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2