Istri Yang Di Bayar (Dania Bella)

Istri Yang Di Bayar (Dania Bella)
Part 34


__ADS_3

^^^Sudah saatnya aku dan kamu kembali dan menjadi kita membuka lembaran bersama.^^^


^^^Defran Arie Olvio^^^


Defran membawa Baby D pulang ke kafe tempat mereka tinggal, dan tentu saja pertemuannya dengan wanita yang begitu di rindukannya pasti terjadi meski sejujurnya Defran belum begitu siap. Defran takut jika Dania sudah tidak lagi mencintainya atau Dania membencinya.


"Hem sayang kita sudah sampai!" kata Defran dan ternyata kedua anaknya itu tertidur.


"Bagaimana ini aku akan minta tolong siapa untuk mengendong mereka?" batin Defran kebingungan.


Defran mengendong Deyna di kanan dan Deyfan di kirinya, dia tampak kesulitan membawa kedua putrinya itu. Dania yang melihat anak-anaknya bersama Defran terkejut, dan mau tidak mau dia harus menghampiri Defran yang sedang kesulitan mengendong kedua anaknya.


"Hem serahkan Deyna kepadaku!" Ucap Dania datar.


Defran pun menyerahkan putrinya kepada Dania untuk di gendong.


"Ikuti aku!" ajak Dania lalu naik ke lantai dua cafe yang di sulap jadi rumah mereka.


Defran hanya mengikuti Dania dari belakang suasana begitu canggung diantara mereka, kemudian Dania menyuruh Defran untuk menidurkan Baby D keranjang, setelah itu Defran langsung memeluk Dania dari belakang. Dania yang terkejut dengan kelakuan Defran pun berusaha memberontak minta di lepaskan tapi Defran makin erat memeluknya.


"Le-pass!" Berontak Dania tidak terima.


"Tidak akan lagi, aku tidak akan lagi membiarkanmu kabur dariku istriku." kata Defran menekankan kata istri.


"Lepas tidak, aku ingin membuat susu untuk anakku, mereka kelaparan." Dania kembali berontak.


"Ah aku juga ingin menyusu sudah tiga tahun aku puasa." Ucap Defran tidak tahu malu.


"Kau gila!" kata Dania berontak.


Defran membalikan tubuh Dania menghadapnya dan Cup bibirnya menyentuh bibir yang selama ini sangat di rindukan.


"Itu hukumanmu sweetheart." seringainya dan cup Defran kembali mencium bibir Dania lama, "ini untuk pemilik hatiku." jawabnya melepaskan Dania.


"Maksudmu apa ha?" kata Dania


Dipeluknya lagi Dania lalu di ciumnya puncak kepala Dania lama, " Aku telah menemukan pemilik hatiku, dan kau bilang jika aku menemukannya aku harus memelukmu seperti ini." Kata Defran, "lalu menciummu seperti ini." lanjutnya senang.


Dania ingat kata-katanya tiga tahun lalu saat dia meninggalkan Defran.


"Kau.." Geram Dania.


Cup, Defran kembali mencium bibir Dania yang menjadi candunya, "sudah ku bilang jangan memanggilku begitu kalau tidak terima hukumanmu sweetheart."


Defran memandangi wajah damai tidur kedua anaknya, dan meneliti tempat Dania tinggal selama ini.


"Pasti hatimu itu sedang mengumpatkan istriku, bahwa ternyata aku suamimu ini begitu bodoh tak bisa menemukanmu selama ini?" ucap Defran, sementara Dania hanya terdiam.


"Ternyata kau bersembunyi di tempat ini." Suara Defran melemah.


"Dan aku tak bisa menemukanmu tiga tahun ini, kamu tahu aku tersiksa sweetheart."


Air mata Defran mengalir dengan sendirinya.


"Jangan memandangku begitu, aku membencimu." lanjut Defran melihat Dania yang seperti tidak menginginkan kehadirannya.


"Maaf," kata Dania yang tidak tahu harus berbicara apa, pertemuan ini Dania belum siap sama sekali.


"Aku lapar, masakan aku, aku rindu masakanmu." kata Defran datar.


"Eh baiklah." jawab Dania langsung turun ke bawah untuk memasak, sementara Defran menidurkan tubuhnya di dekat anaknya.

__ADS_1


Dania sedang asik memasak di temani para koki cafenya.


"Hm bu Nia laki-laki tadi siapa?" Tanya karyawan Dania kepo.


Dania hanya mengangkat bahunya cuek dia tak tahu harus menjawab apa, tiba-tiba sepasang lengan memeluknya dari belakang "Aku merindukanmu sweetheart." bisik Defran yang menaruh kepalanya di leher Dania.


"Tuan tolong sopan sedikit!" kata Dania risih.


"Satu," Defran malah berhitung.


"Tolong lepaskan saya Tuan Defran." pinta Dania kesal.


"Dua,"


"Mau kamu apa si Def?" Tanya Dania.


"Tiga,"


"Kamu mau buat aku malu di depan mereka?" lanjut Dania.


"Empat,"


"Kenapa malah menghitung, cepat lepas pelukannya, jangan ganggu aku Defran, kau menyebalkan, kenapa kau harus datang ha, hidupku sudah tenang tanpa kamu, kamu mengerti." Akhirnya kata-kata itu keluar dari mulut Dania.


Defran terkejut dengan kata-kata Dania dan reflek melepaskan pelukannya, tubuhnya mundur dengan sendirinya.


"Baiklah Dania jika itu mau mu aku takkan mengganggu, tapi ku mohon jangan larang aku bertemu anakku, akan ku urus perceraian kita secepatnya, permisi semoga kau bahagia!" Defran melangkah pergi meninggalkan Dania yang mematung. Defran kecewa, hatinya terluka.


Defran melajukan mobilnya kencang seperti orang kesetanan. "Argh kenapa Dania, kenapa kau tidak merindukanku, kau lebih bahagia tanpaku, kenapa Dania?" Defran memukul stirnya.


Sementara Dania menangis, sejujurnya Dania sangat merindukan lelaki itu tapi egonya masih berkuasa, entah Dania masih belum bisa memaafkan Defran.


"Maafkan aku Def" tangisnya.


Hari ini Defran datang ke kafe milik Dania, bukan untuk menemui Dania tapi untuk kedua anaknya. Defran ingin mengajak anaknya membeli mainan seperti janjinya beberapa minggu yang lalu.


"Papa, papa." Teriak Baby D senang saat Defran memasuki kafe milik Dania.


"Hallo sayang, apa kabar?" kata Defran langsung menciumi pipi putra putrinya itu.


"I micu papa." kata Deyna mencium pipi Defran.


"Angen papa." Deyfan juga tidak ingin kalah.


"Anak-anaknya papa mau ikut gak?" Ajak Defran, Defran ingin bermain dengan keduanya hari ini


"Kemana?" tanya Baby D.


"Hm kemana ya, kalian mau kemana papa turutin?" kata Defran.


" Main antai pa, abis itu beyi mainan yang banaak" Ucap Baby D bersamaan.


"Oke baby D kita ke pantai hari ini." Defran menyetujui permintaan kedua anaknya itu


"Adak mama ya pa!" Usul Deyna.


Defran menggeleng tanda tak setuju. "No sayang, kita aja ya, papa kan pengen main bareng kalian." jawab Defran.


"Kayo begitu abang di cafe ada ah, anti kalo abang ikut abangĀ  mimi cucu gak bisa." Ucap Deyfan menolak


"Abey uga, gak selu kalo gak ada mama." timpal Deyna.

__ADS_1


"Hem baiklah mama ikut, tapi kalian ya yang bujuk." Defran menyerah.


"Aye aye captain." jawab Keduanya.


"Mama ayo kita iknik ke antai." teriak Deyna senang.


"Sayang mama banyak pekerjaan,kalian pergi sama papa aja ya." Jelas Dania menolak.


"Tinggalkan pekerjaan ikut kita ke pantai, kasian anak-anak kalo kamu nolak." Kata Defran datar.


"Tapi kak," bantah Dania.


"Kamu jangan khawatir aku gak bakal ganggu kamu, ini demi anak-anak." jawan Defran.


"Hm baiklah aku ikut." kata Dania terpaksa.


"Hole hole mama ikut." teriak baby D kegirangan.


"Ungkle kami akan pelgi ke pantai, enalkan towok danteng di tamping mama itu papa kami." kata Deyna bangga.


"Iya plia tampan milip aku itu papa kami aunty." celoteh Deyfan girang.


Sedangkan karyawan Dania hanya senyum-senyum saja menanggapi kedua bocah itu.


"Papa ikut kami bental!" ajak Baby D.


"Mau kemana sayang?" tanya Defran.


"Liat meleka itu, kami akan mengenalkan papa ke meleka, meleka seling bilang kalo kami anak halam, tidak punya papa." jelas Deyfan.


Defran di ajak berkenalan dengan anak-anak yang di tunjuk oleh baby D.


"Hey kembal halam. Kalian ngapain ke tini?" Kata anak laki-laki.


"Kami bukan kembal halam ya.!" jawab Deyfan tidak terima.


"Lalu kalo bukan dimana papa kalian, kata mamaku kalian anak halam." tunjuk anak perempuan.


"Kami bukan anak halam, dan lelaki tampan di tamping kami ini papa kami tau." jelas Deyna kesal.


"Apa bener om ini papa mereka?" tanya anak lelaki yang lebih besar.


"Iya kenalkan saya papa Baby D, dan perlu kalian tahu baby D bukan anak haram, jadi mulai sekarang saya tak mau dengar lagi kalian mengatakan baby D anak haram." jelas Defran marah.


"Hem maafin kami om tampan." Kata mereka kompak.


"Mintak maaf sama Baby D." Perintah Defran.


" Maaf baby D, kami tidak tau kalo kalian bukan anak halam." kata anak-anak itu.


"Tita maafin tapi kayo kalian biyang kami anak halam lagi, tita bakal aduin ama papa." kata Baby D.


"Papa ayo kita puyang, mama pasti udah telecai dandannya." ajak Deyna.


"Ayo," ajak Defran lalu mengendong ke dua anaknya itu.


.


.


.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2