Istri Yang Di Tukar

Istri Yang Di Tukar
16. Denyut Jantung


__ADS_3

Inez tersentak mendengar suara khas bariton yang terdengar berat dan hampir membuat nafasnya seketika berhenti.


"Waalaikumuslam tuan Iko..!" Balas tuan Gustavo sambil menatap wajah tampan Iko dengan berbinar.


"Boleh saya bergabung tuan..?" Tanya Iko tanpa memalingkan wajahnya dari Inez.


Inez menginjak kaki ayahnya untuk tidak menerima permintaan Iko. Tuan Gustavo bingung melihat situasi ini.


Di hatinya ia sangat senang akhirnya Iko mau bertemu dengan putrinya sementara di sisi lain, putrinya enggan menerima Iko untuk bergabung dengan mereka. Karena keinginan hatinya begitu kuat untuk menjodohkan putrinya dengan Iko, mengalahkan keegoisannya putrinya yang tidak ingin dijodohkan dengan siapapun apalagi Iko adalah suaminya sendiri.


"Silahkan tuan Iko...! Suatu kehormatan besar untuk aku dan putriku bisa sarapan pagi bersama dengan anda. Bukankah begitu, sayang ...?"


Tanya tuan Gustavo pada putrinya sambil menggenggam tangan putrinya dan seketika Iko memindai pandangannya pada jemari Inez yang ternyata polos tanpa ada cincin kawin yang dipakai gadis itu.


Kedua tangan Inez begitu dingin bahkan menahan gemetar karena rasa gugupnya kali ini membuat kakinya tidak bisa berdiri untuk segera berlari meninggalkan meja makan itu.


Denyut jantungnya berdebar kencang hingga bisa ia rasakan getaran itu saat ini.


"Sayang...! Kenalkan ini tuan Iko dan tuan Iko..! ini putriku yang aku ceritakan kepadamu." Ucap tuan Gustavo memperkenalkan keduanya.


Inez tidak kuat lagi menahan dirinya. Rasa takutnya yang akan kembali terbayang jika Iko akan membawanya pulang dan rahasianya terbongkar.


Ia segera beranjak dari meja makan mereka tanpa kata dan langsung berlari menuju lift.


"Sayang ...tunggu! Maaf tuan Iko...! Saat ini putriku sedang hamil jadi perasaannya sangat sensitif. Aku mau menyusul dia ke kamarnya."


Ucap tuan Gustavo hendak berdiri namun di cegah oleh Iko.


"Tidak apa-apa tuan Gustavo. Duduklah...! Aku mengerti bagaimana perasaan wanita yang sedang hamil." Ucap Iko.


"Terimakasih atas pengertiannya tuan Iko. Maafkan saya karena terlalu percaya diri menjodohkan putriku yang seorang janda dengan kondisi sedang hamil tiga bulan. Inez begitu trauma dengan dua pernikahannya yang membuat ia kabur dari suaminya entah apa masalahnya belum ia jelaskan kepadaku....-"


"Tunggu tuan Gustavo...!" Sentak Iko.


"Iya ..ada apa tuan Iko...?"


"Siapa nama putri anda...?"

__ADS_1


"Inez...!"


Duarrrr....


"Boleh aku tahu berapa nomor kamarnya..? Aku mau menikahi putri anda sekarang juga. Ijinkan aku untuk meyakinkan dirinya menerima aku menjadi suaminya!" Pinta Iko antusias.


"Tapi ....!"


"Tolonglah tuan Gustavo...! Apakah kamu tidak mempercayai aku..?"


Tuan Gustavo merasa sangat bingung. Ia yang sangat semangat ingin mendapatkan menantu seperti Iko, akhirnya mengijinkan Iko menemui putrinya.


"Kamar 742."


Ucap tuan Gustavo seraya menyerahkan key card miliknya yang bisa terhubung ke kamar putrinya karena kamar mereka connecting.


"Terimakasih tuan Gustavo..! Saya tidak akan mengecewakan anda." Ucap Iko yang langsung berlari menuju lift agar bertemu lagi dengan wanitanya.


Pintu lift itu mengantarnya ke lantai kamar milik Inez. Hatinya sangat gembira namun juga gugup berjumpa lagi dengan Inez.


Tapi, ia bingung saat mengetahui kalau saat ini Inez sedang hamil tiga bulan sementara saat meninggalkan rumahnya, dokter Ridha menyatakan kalau Inez tidak hamil.


Umpat Iko memikirkan untuk menghukum dokter Ridha atas kebohongannya walaupun semua yang dilakukan dokter Ridha demi melindungi Inez dari Iko.


Iko menghubungi Zian untuk mengawasi lobi kalau-kalau Inez bisa kabur darinya.


Dasar Iko yang terlalu bodoh. Ia tidak tahu Inez punya seribu akal untuk bisa lenyap lagi dari hidupnya. Ketika tiba di kamar tuan Gustavo, ia tidak menemukan Inez.


"Inez ... Inez...Inez...!"


Iko memeriksa kamar mandi dan ruang ganti, tidak ditemukan sosok yang sangat dirindukannya itu.


Iko segera menghubungi Zian untuk mengerahkan anggotanya mencari sosok Inez di setiap sudut kota.


Sementara Zian yang sedang mengamati satu persatu wanita yang melintas di lobi itu karena ada juga tamu hotel yang memakai pakaian syar'i dan rata-rata mereka sangat gendut.


Inez yang sudah kembali lagi ke kediamannya di danau Hallstatt, dengan menggunakan helikopter milik ayahnya.

__ADS_1


Gadis itu mengirim pesan singkat untuk ayahnya agar tidak menerima Iko.


"Ayah ..! Pergilah dari hotel itu dan jangan bertemu lagi dengan tuan Iko karena dia adalah mantan suamiku yang menyebabkan aku kabur darinya."


Tulis Inez pada pesan itu membuat tuan Gustavo berubah murka.


Ingin rasanya ia memberi pelajaran pada Iko saat ini, tapi demi keamanan hotel itu yang merupakan miliknya, ia mengurungkan niatnya itu dan memilih menyiksa batin Iko yang tidak bisa menemukan putrinya karena kediaman mereka tidak bisa di deteksi oleh siapapun walaupun orang itu sangat pintar dalam dunia IT.


Tuan Gustavo menuju ruang bawah tanah. Ia mengendarai mobil pribadi miliknya yang dilengkapi dengan berbagai pelindung dan bisa mengeluarkan senjata untuk menembak musuh jika ada yang berani mengejarnya.


Mobil mewah yang menggunakan mesin turbo itu dengan kecepatan seperti laju pesawat, membuat ia bisa menelusuri jalanan ibu kota untuk kembali ke mansion pribadinya melalui jalan rahasia yang tidak bisa di akses oleh siapapun.


"Tuan...! Aku tidak bisa menemukan jejak Inez dan juga Tuan Gustavo. Keduanya hilang begitu saja dari hotel ini." Ucap Zian yang sedang menghubungi Iko yang masih berada di kamarnya Inez dengan perasaan sedih..


Iko hanya bisa menemukan pakaian dalam istrinya yang tertinggal. Ia mengambil pakaian dalam itu dan menciumnya berulangkali karena sangat merindukan Inez.


"Inezzzz....!" Pekik Iko seperti anak kecil yang ditinggal oleh ibunya.


"Aku sangat merindukanmu, sayang. Kenapa kamu malah menghilang lagi setelah ada di hadapanku tadi. Jika aku yakin dengan perasaanku bahwa kamu adalah istriku, aku akan langsung memelukmu dan tak akan aku biarkan kamu untuk meninggalkan aku walaupun itu hanya selangkah saja."


Ucap Iko yang terus dibodohi perasaannya sendiri.


Inez yang sudah riba di mansion ayahnya merasa sangat lega karena bisa kabur lagi dari Iko..


"Kamu tidak pernah bisa lagi bertemu dengan diriku bodoh..!"


Ucap Inez tersenyum puas membayangkan wajah frustasi suaminya yang saat ini pasti sedang galau berat.


"Inez ... Inez...Inez..!" Panggil tuan Gustavo yang sangat mencemaskan keadaan putrinya.


"Ayah ..?" Inez menghamburkan tubuhnya dalam pelukan ayahnya.


"Kamu baik-baik saja, sayang? Maafkan ayah karena tidak mengetahui bahwa suami kontrakmu itu adalah tuan Iko." Ucap tuan Gustavo.


"Maafkan aku ayah karena telah merahasiakan identitasnya pada ayah." Ucap Inez sedih.


"Tidak apa sayang, keselamatan dirimu di atas segalanya. Ayah tidak mempedulikan bajingan yang telah menyakiti putri ayah, tapi ayah mau tanya sesuatu padamu. APAKAH KAMU MENCINTAI Iko, SAYANG?"

__ADS_1


Deggggg....


__ADS_2