Istri Yang Di Tukar

Istri Yang Di Tukar
25. Ingatan Kembali Secara Perlahan


__ADS_3

Tuan Neil menunggu jawaban dari Putranya. Iko tidak bisa jujur mengatakan kepada ayahnya. Ia terpaksa harus berbohong kepada ayahnya karena kondisi istrinya yang sangat memprihatikan saat ini.


"Istriku bukan putri dari seorang mafia. Kabar yang ayah dengar hanya sebuah gosip murahan. Lagi pula kabar itu sengaja dihembuskan agar tidak ada yang berani menganggu keluargaku.


Kedua mertuaku sudah lama meninggal. Jadi aku tidak tahu seperti apa wujud asli mereka. istriku adalah seorang gadis yatim piatu." Ujar Iko berusaha serius.


"Baiklah. Tidak masalah dengan siapa kamu menikah. Tapi aku mohon kamu tidak perlu sungkan memperkenalkan istrimu padaku dan aku berharap dia bukan putri rahasia dari pembunuh ibuku." Ucap tuan Neil penuh penekanan pada kalimatnya.


Deggggg...


Iko merasakan tenggorokannya terasa tercekat saat ini hingga ia sulit menelan salivanya sendiri.


Ia melirik istrinya yang hanya menatap kosong dirinya membuat Iko menarik nafas berat.


"Apakah kamu mendengarkan perkataan ayah Iko?"


"Tentu saja aku mendengarkan ayah. Istriku lagi kurang sehat dan bayiku sedikit rewel. Aku harus melihat mereka. Sudah dulu ayah." Ucap Iko mengakhiri perbincangan dengan ayahnya.


Iko menggendong istrinya membawa masuk ke kamar mereka begitu melihat ada drone pengintai yang sedang melintas di area mansion miliknya.


Para penjaga mansion berusaha menembak drone pengintai itu namun selalu meleset membuat para penjaga itu begitu geram.


Drone itu berhasil menghilang dari udara dan kembali ke tuannya.


"Zian...! Segera periksa area sekitar mansion karena ada drone pengintai baru melintas di atas rumahku!" Titah Iko.


"Baik Tuan! Kami akan mencari tahu keberadaan drone itu berakhir terbang." Ucap Zian.


"Bagus...! Jika terjadi apa-apa dengan keluargaku aku akan pastikan kamu akan mati di tanganku. Kamu mengerti, hah?" Bentak Iko sengit.


Zian mengerahkan anak buahnya untuk mencari tahu keberadaan drone pengintai itu berakhir terbang.


"Apakah drone pengintai itu milik tuan Gustavo? Jika benar kenapa dia harus mengintai segala. Harusnya dia datang menengok putrinya yang sedang sakit karena ulah dosa masalalunya." Gerutu Zian.


Kabar sakitnya Inez akhirnya terdengar juga oleh ayahnya tuan Gustavo.


"Kenapa putriku bisa sakit?" Tanya tuan Gustavo pada asistennya.


"Karena tuan Iko mengetahui kalau anda ....?"

__ADS_1


Amar tidak mampu melanjutkan kata-katanya karena informasi ini sangat sensitif dan dia sendiri tidak mengetahui kepastian dari kabar yang beredar di kalangan mafia.


"Katakan ..! Apa yang sedang kamu sembunyikan dariku?"


"Putri tuan tidak sengaja mendengar ucapan suaminya kalau anda adalah pembunuh ibunya tuan Iko dua puluh tahun yang lalu." Ucap Amar hati-hati.


Duarrrr ...


"Jadi Iko adalah putra dari.....-"


Batin tuan Gustavo dengan tubuh gemetar hebat karena sesuatu yang ia takutkan selama ini akhirnya terjadi juga.


"Sejauh mana aku berlari untuk menyelamatkan putriku namun, akan berakhir juga pada sebuah takdir yang mempertemukan jodoh putriku dengan musuhku."


Batin tuan Gustavo yang tadinya terlihat garang, kini seperti kucing yang terlihat ketakutan melihat musuhnya.


"Persiapkan pasukan kita untuk menjemput paksa putri dan cucuku."


Titah tuan Gustavo pada asistennya membuat pria tampan ini langsung memerintahkan teman-temannya untuk menyiapkan persenjataan yang di butuhkan menuju kediaman Iko.


...----------------...


Hari itu adalah pertemuan penting di perusahaan yang harus melibatkan Iko karena perusahaannya mengalami permasalahan sejak Iko lebih sibuk merawat istri dan bayinya yang masih berusia tiga bulan.


"Jangan biarkan Inez keluar dari kamarnya selama aku pergi. Jika terjadi sesuatu dengan Inez, kamu akan menerima hukuman dariku." Ucap Iko.


"Baik Tuan. Kami akan menjaga nona Inez dengan nyawa kami." Ucap Erika.


Iko menghampiri Inez di kamarnya yang sedang duduk di tempat tidur sambil memeluk bantalnya.


Iko sudah memandikan istrinya dari hari ini terlihat sangat cantik.


"Kamu tahu sayang...! Hari ini kamu terlihat sangat cantik. Apakah aku boleh mencium bibirmu?" Tanya Iko sambil tersenyum.


Inez tidak sedikitpun menanggapi permintaan suaminya. Tatapannya tetap stabil tanpa ada respon apapun. Iko yang sangat merindukan bibir istrnya nekat memagut bibir istrinya.


Inez merasakan sentuhan bibir kenyal suaminya dan ada bayangan wajah Iko terlintas dalam pikirannya dan dia melihat dalam bayangannya itu kalau dirinya sedang berciuman.


Rupanya Inez merespon ciuman panas suaminya dan dengan ganasnya ia membalas ciuman suaminya membuat Iko tersentak dan merasa Inez tidak menolak perbuatannya.

__ADS_1


Merasa Inez mengimbangi ciuman mereka dan tidak ingin melepaskannya, Iko berani menyusup tangannya untuk membuka dress Inez yang menurutinya seperti robot.


"Inez .. jika percintaan ini bisa menyembuhkan jiwamu, ayo kita lakukan sayang!" Batin Iko yang sudah menyambar bukit sekang di dada istrinya.


Inez memejamkan matanya dan mulai meracau mengikuti setiap potongan peristiwa dalam pikirannya.


Bayangan percintaan panas mereka yang terngiang-ngiang di benaknya kini menuntutnya untuk terus menerima serangan suaminya yang sudah berada di bawah pangkal pahanya.


"Akhhhhkkk..! Inez mengerang sambil menggeliatkan tubuhnya merasakan sensasi hebat yang diberikan suaminya.


Kenikmatan yang luar biasa membuat air matanya mengalir merindukan sentuhan itu.


Iko mulai memasukkan benda pusaka nya pada tempat sempit yang sudah lama tidak dijangkau oleh dirinya pasca Inez melahirkan putra mereka.


"Inez ..ini rasanya masih sama sayang sebelum kamu melahirkan putra kita."


De$ah Iko sambil mengaduk pinggulnya hingga ia melepaskan cairan kenikmatannya di dalam rahim istrinya dan Inez merasakan kenikmatan yang sama.


"Inez ..! Apakah kamu menyukainya sayang? Jawablah...!"


Pinta Iko yang melihat Inez kembali bungkam dengan raut wajah datar disertai tatapannya kembali kosong.


"Tidak apa sayang. Kamu tidak perlu menjawabnya. Aku tahu, alam bawah sadar mu pasti merasakannya. Terimakasih kamu mau bercinta denganku lagi.


Kamu selalu memanjakan milikku, sayang dan itu yang membuat aku sangat merindukanmu. Jangan terlalu lama meninggalkan aku Inez..!"


Ucap Iko sambil menyusup tangannya di lembah basah surgawi istrinya, seakan belum puas mengakhirinya begitu saja.


Inez terlihat lelah, ia lalu memejamkan matanya. Iko menyelimuti tubuh Inez dan membawa tubuh polos itu dalam dekapannya.


Usai memastikan Inez tidur pulas, Iko perlahan bangkit untuk membersihkan tubuhnya.


Ia harus segera ke perusahaan karena ada meeting penting yang menyangkut masa depan perusahaannya.


Tidak lama kemudian, Iko sudah berpakaian rapi. Ia mengusap pipi istrinya dan mengecup pipi itu agak lama.


"Aku pergi tidak akan lama sayang...! Jangan pernah keluar dari kamar ini sampai aku pulang..!" Ucap Iko setengah berbisik.


"I love you my husband." Ucap Inez dengan mata tertutup.

__ADS_1


Iko sampai tercengang mendengar istrinya mengigau mengucapkan kalimat ajaib untuk dirinya.


"Sayang....! Rasanya aku tidak ingin meninggalkanmu walaupun hanya beberapa jam." Ucap Iko.


__ADS_2