Istri Yang Di Tukar

Istri Yang Di Tukar
20. Aku Sudah Jatuh Cinta Pada mu Sebelum Kamu Menjadi Istriku!


__ADS_3

Jantung Iko sudah tidak tahu seperti apa saat ini. Iko hanya menatap wajah Inez yang melihatnya tanpa berkedip. Jantung memacu lebih cepat seakan nyawanya ikut keluar kini.


Perasaannya tidak tahu seperti apa saat ini.


"Perasaan ini lebih dari orang jatuh cinta. Perasaan ini lebih istimewa saat bertemu dengan bagian dari diriku. Apakah dia menyukaiku?"


Inez menarik sudut bibirnya dan tersenyum hambar dengan tubuhnya yang gemetar.


Inez beringsut menjauhi tubuh Iko yang sudah duduk mendekati dirinya. Wajah itu terlihat kuyu seakan suram di matanya menandakan ia sangat merindukan wanitanya yang telah meninggalkannya selama tujuh bulan ini.


"Inezzz ...!" sapa Iko dengan bibir bergetar seolah tidak percaya dengan apa yang sedang mereka hadapi saat ini.


"Menjauh dariku...aku tidak mau disentuh olehmu..!" Inez kembali histeris. Rasa traumanya seakan kembali terbayang bagaimana Iko hanya memanfaatkan tubuhnya.


"Aku bukan pelacur-pelacur mu itu! Aku tidak mau dijadikan sama seperti mereka. Tolong jangan mendekati aku. Aku mohon jangan menyentuhku." Suara ini terdengar parau dengan wajah terlihat sangat pucat.


"Apakah kamu menganggap aku adalah monster..sayang?" Tanya Iko sambil berlinang air mata.


"Jangan .. jangan lagi...!" Ucap Inez makin melemah.


Iko makin merasa bersalah. Ketakutan inez pada dirinya membuatnya makin sesak. Keberanian Inez hanya bisa ia tunjukkan pada suaminya saat masih dibawah pengaruh obat tidur. Tapi, jika berhadapan langsung seperti ini, membuat Inez benar-benar tidak berdaya.


"Inez ..aku bersumpah tidak akan menyakiti dirimu sayang. Jangan menjauhiku seperti itu. Dadaku rasanya makin sesak."


Ucap Iko meyakinkan Inez bahwa ia hanya ingin memeluknya bukan ingin menyakiti Inez.


"Pergi...pergiiiii ..hiks...hiks ..hiks ..!" Wajah Inez dengan tubuh yang sudah dingin membuat Iko tidak tahan lagi ingin memeluk Inez.


"Sumpah demi Tuhan...! Aku hanya ingin memelukmu. I Miss you honey..!" Pekik Iko terlihat frustasi mendapatkan penolakan istrinya.


Inez yang belum mau membuka cadarnya makin membuat Iko penasaran. Ia ingin sekali melihat wajah Inez yang hampir tujuh bulan ini membuat jiwanya meronta karena kerinduan. Jika sudah sedekat ini, Inez malah menolaknya itu jauh lebih menyakitkan.


Inez berteriak histeris.... sumpah demi apapun ia sangat takut Iko menggaulinya tanpa cinta.


"Aku mencintaimu Inez ....aku mencintaimu sayang...!" Aku mencintaimu. Demi Allah aku mencintaimu.

__ADS_1


Aku sudah jatuh cinta padamu jauh sebelum Indra mengirimkan kamu padaku. Aku sudah melihatmu lebih dulu sebelum kamu melihat aku.


Aku menyusup dalam rumahmu saat aku bersembunyi dari kejaran para anggota mafia yang ingin membunuhku.


Malam itu aku pertama kali menatap bidadari surga yang sedang ke dapur untuk mengambil minum. Memakai baju tidur warna biru dengan rambutnya tergerai indah.


Yah malam itu wajahmu sudah terbingkai dalam pikiranku hingga aku di sulit melupakanmu. Itulah ia sebabnya aku membuat perjanjian nikah kontrak denganmu agar aku bisa menemukan lagi wanitaku.


Tapi, saat malam pengantin kita, justru aku melihat wanita itu adalah dirimu sendiri. Aku merasa sangat kalut.


Bagaimana cara menjelaskan kepadamu wanita yang selama ini aku cari justru ada dalam rumahku dan sudah sah menjadi istriku.


Itulah sebabnya Aku malu mengakui padamu dan diam-diam mencintai mu. Tapi aku mulai takut saat aku melihat tidak ada cinta di matamu sama sekali untukku.


Itu yang membuat aku sangat membencimu. Rumahmu di dusun salah satu kota di Indonesia.


Di situlah pertama kali aku bertemu denganmu dan aku bersembunyi di balik lemari makan yang ada di dapur itu."


Duaaarrr....


Ia mengenang lagi pagi itu di kala ingin membersihkan dapur ia juga kaget menemukan gelang berlian yang ia tidak tahu pemiliknya siapa dan ia menyimpannya di kantongnya.


Di tambah lagi pintu dapurnya yang sudah tidak terkunci padahal ia merasa sudah di kunci dengan baik.


"Berarti gelang berlian itu milikmu?" Tanya Inez."


"Iya gelang berlian bermata batu safir berwarna biru adalah milik ibuku. Aku selalu memakainya agar aku merasakan kehadirannya selalu dalam hidupku.


Aku merasa gelang itu membawa keberuntungan Untukku. Tapi sejak kamu hadir di dalam hidupku, aku tidak butuh lagi gelang itu karena kamu adalah keberuntunganku, Inez." Ucap Iko dengan jujur.


Inez terdiam sesaat menyimak lagi setiap perkataan Iko padanya. Tidak ada kebohongan di sana karena apa yang di katakan Iko padanya adalah kebenaran.


Ada rasa bangga dalam dirinya jika Iko hanya jatuh cinta padanya sebelum mereka bertemu. Iko mempertahankan satu wanita dalam hidupnya dan wanita itu adalah dirinya sendiri. Inez terlihat mulai melemah. Tapi ia tidak berani menatap wajah tampan Iko sekalipun ia sangat merindukan pria tampan ini.


Melihat Inez tidak lagi menangis dan menjauhkannya, Iko kembali meminta ijin pada belahan jiwanya ini.

__ADS_1


"Sayang....! Apakah aku boleh memelukmu...? Aku sangat merindukanmu Inez..!" Gumam Iko lirih..


Inez hanya bisa mengangguk perlahan karena ia juga berharap saat ini. Apa lagi Iko sudah menyatakan cinta yang dalam kepadanya.


Iko mendekati istrinya. Ia membuka cadar dan jilbab Inez terlebih dahulu. Setelah itu, ia menatap wajah cantik itu yang tampak malu-malu di hadapannya.


Iko lalu memeluk erat tubuh itu dalam keadaan posisi mereka duduk. Merasa ada yang menendangnya, Iko tersenyum putranya sedang menegurnya.


Iko melepaskan pelukannya dan menyapa makhluk hidup yang sedang tumbuh di dalam rahim istrinya.


"Hai sayang, apa kabar...! Apakah kamu juga merindukan Daddy...?" Tanya Iko sambil menempelkan wajahnya di perut Inez.


Tendangan itu kembali mengenai wajah Iko dan gerakan bayinya yang kesenangan memutar tubuhnya membentuk tonjolan tubuhnya sana sini membuat Iko sangat gemas.


Rasanya ia ingin menangkap tubuh mungil di dalam sana yang ingin mengajaknya bermain.


"Kamu lagi merindukan ayah sayang ..?" Tanya Iko yang menjadi asik sendiri main dengan anaknya.


Inez meringis kesakitan saat baby tidak bisa diam di dalam perutnya.


"Auhhght...!" Pekik Inez membuat Iko tersentak.


"Ada apa sayang...? Apakah perutmu sakit...?" Tanya Iko cemas.


"Anakmu terlalu kegirangan Du dalam sini membuat aku jadi kesakitan."


Ucap Inez sambil tersenyum menatap wajah suaminya dengan malu-malu.


Iko mengulum senyumnya dan menangkup wajah Inez dengan hati-hati.


"Aku sangat mencintaimu sayang...!" Iko memagut bibir tipis itu dan Inez mulai membalasnya.


Keduanya saling menautkan lidah mereka saling mengecap hingga tidak sadar tangan mereka dengan sendirinya mulai mencari kancing bajunya mereka masing-masing.


Dalam sekejap Iko sudah melihat tubuh polos istrinya lagi dan kali ini dengan perut yang terlihat membesar dan dada makin padat dan juga membesar.

__ADS_1


Kepala Iko langsung berdenyut karena sang junior pun ikut membesar dan mengeras di bawah sana.


__ADS_2