Istri Yang Di Tukar

Istri Yang Di Tukar
30. Masih Menyimpan Dendam


__ADS_3

Hari ulang tahun Iko tinggal dua hari lagi. Inez berencana membuat kejutan untuk suaminya.


Ibu dari El-rumi dan Asia ini, selama ini tidak pernah mengunjungi perusahaan suaminya.


Hari itu saat memasuki jam makan siang, Inez mampir ke toko kue ulang tahun untuk ia berikan kepada suaminya.


Kali ini ia berpikir ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan suaminya.


Naas bagi Inez, rupanya tuan Indra yang merupakan mantan suaminya melihat gadis itu. Iapun segera turun dari mobilnya saat melihat Inez masuk ke toko kue itu.


Ia tidak ingin menghampiri Inez ke dalam toko kue itu, justru ia sengaja menunggu Inez di samping mobil milik ibu dua anak itu.


Setelah memilih kue ulang tahun yang sangat cantik itu, Inez bergegas ke mobilnya. Ia memencet tombol kunci mobil dari jauh sebelum dirinya tiba ke mobil itu.


Rupanya diam-diam tuan Indra masuk ke dalam mobil itu dan duduk di jok belakang. Inez dengan santainya meletakkan kue itu ke jok belakang dan betapa kagetnya Inez saat melihat Indra sudah berada di dalam mobilnya.


Dengan cepat ia menarik tubuhnya dan berusaha teriak namun Indra sudah lebih dulu menarik tubuhnya hingga ia jatuh terjerembab di dalam mobilnya.


Mulut dan hidungnya di bekap oleh Indra sedemikian rupa hingga Inez kesulitan bernafas.


Cadar Inez yang menjadi penghalang wajahnya itu yang dijadikan Indra untuk melumpuhkan Inez.


Dalam sekejap mobil Inez di bawa oleh Indra menuju bandara. Indra terlihat bahagia bisa merebut kembali wanita yang pernah


dinikahinya itu.


Setibanya di bandara ia menggendong tubuh Inez menaiki pesawat jet pribadi miliknya menuju ke salah satu kota yang masih berada di negara Perancis.


Pramugari dan pilot yang menyangka itu istrinya tuan Indra tidak ingin bertanya apa yang dilakukan Indra pada Inez.


Iko membawa tubuh Inez ke kamarnya dan dengan cepat ia ingin melihat seperti apa wajah Inez jika dilihat langsung olehnya.


Baru saja ia ingin membukanya, Inez sudah sadar dari pingsannya.


"Kau ...!" Sentak Inez sambil melihat sekelilingnya.


"Apa kabar mantanku...?" Tanya Indra sambil menyeringai licik.

__ADS_1


"Ternyata sifat pengecut mu belum juga hilang sampai saat ini. Dulu kau menjual ku demi bisnismu dan sekarang apa lagi yang kamu inginkan dariku hingga menculik aku dari keluargaku? " Tanya Inez dengan suara lantang.


"Membawamu pulang karena kau adalah milikku. Aku tidak tahu bahwa gadis yang ku tukar itu adalah seorang bidadari." Ucap Indra lalu berubah sendu.


"Oh, jadi pendapatmu gadis bercadar itu sedang menutupi kekurangan karena wajahnya tidak cantik? Dasar pria idiot...!


Justru kami menutupi wajah kami karena terlalu takut pada pria berengsek sepertimu untuk tidak menjadikan kami sebagai ladang bisnis mereka sebagai alat tukar jual beli."


Sindir Inez yang merasa Indra tidak lebih dari seorang germo.


"Diammm ...!" Bentak Indra dengan tangan yang sudah siap mengangkat untuk menampar wajah Inez.


"Cuihh...! Kau tidak lebih dari seorang pria menjijikkan yang saya temui."


Ucap Inez sambil membuka cadarnya hanya ingin meludahi wajah Indra yang membuatnya murka.


Indra tersihir melihat wajah asli Inez yang sangat cantik membuat ia membiarkan ludah wanita itu di wajahnya.


"Ternyata kamu benar-benar cantik sayang."


Inez yang sudah belajar ilmu bela diri dari suaminya menendang junior Indra dengan dengkulnya membuat Indra meringis kesakitan.


Ia menginjak dada Indra dengan sepatu hills miliknya. Indra menarik jilbab Inez hingga gadis itu jatuh di atas tubuhnya.


Inez berhasil bangkit lalu duduk di atas tubuh Indra sambil melayangkan bogem mentah di pipi Indra berkali-kali hingga darah segar mengalir di sudut bibirnya itu.


Indra merasakan rahangnya seakan mau patah. Belum puas rahang Indra dibuat babak belur oleh Inez, kini istri dari Iko Ine ini masih geram dengan mantan suaminya itu dengan membentur kepala Indra berkali-kali ke lantai pesawat hingga darah segar mulai mengalir dari belakang kepalanya.


Inez bangkit sambil mengusap air matanya dan membuka pintu kabin kamar itu.


Pramugari yang melihat Inez segera menghampiri dan menanyakan keperluannya Inez.


"Nona...! Apakah anda membutuhkan sesuatu?" Tanya pramugari itu dengan santun.


"Putar balik pesawatnya ke haluan. Aku ingin kembali lagi ke Paris." Ucap Inez menahan geram.


"Tapi nona, tuan Indra..-"

__ADS_1


"Kembali lagi ke bandara atau kalian semua aku tuntut secara hukum? Aku adalah istri dari Iko Neil bukan Indra. Dia hanya mantan suamiku.


Jika pesawat ini tetap terbang, berarti kalian adalah kaki tangannya Indra yang berkomplot dengan Indra untuk menculik istri orang lain..!" Bentak Inez sengit.


Pramugari itu buru-buru pergi ke ruang ko-pilot untuk memberitahukan keadaan sebenarnya yang terjadi antara Indra dan mantan istrinya.


Rupanya Iko yang mengetahui kalau istrinya sedang di culik saat jam tangan yang dipakai Inez menyala alat pelacak yang sengaja di pasangnya karena Inez menjadi incaran penjahat.


"Sial...! Siapa yang berani menculik istriku. Ini seperti arah bandara namun sinyal ini kenapa lama-lama redup...?"


Umpat Iko terlihat frustasi saat tidak menemukan istrinya di manapun.


"Tuan, silahkan naik helikopter...! Kita jemput nona Inez di bandara. Dari laporan ATC bandara melaporkan kalau tuan Indra menculik istri anda dengan pesawat jet pribadi miliknya." Ucap Zian membuat Iko terperanjat.


"Dasar bajingan terkutuk. Kau akan membayar semua ini, berengsek!" Umpat Iko langsung masuk ke lift menuju atap gedung di mana helikopter sudah menunggu dirinya.


Pesawat jet pribadi milik Indra sudah kembali landing ke bandara awal. Inez bersiap-siap untuk turun namun pramugarinya memintanya untuk duduk agar wanita cantik ini tidak terjatuh.


"Kami akan menolong anda nona, tolong tenanglah!"


Ucap pramugari menenangkan Inez yang terlihat gemetar karena ia tidak tahu keadaan Indra di dalam sana apakah masih hidup ataukah sudah mati.


Helikopter Iko sudah berada di bandara dan suami dari Inez ini segera meloncat saat melihat roda pesawat jet tersebut menyentuh landasan pacu untuk melakukan pendaratan.


Inez segera berdiri saat pesawat sudah mulai berjalan menuju tempat hanggar.


Baru saja pintu pesawat itu terbuka dan tangga pesawat mulai diturunkan, tiba-tiba Indra telah bangkit lagi sambil membawa pistolnya.


Pramugari sontak berteriak melihat keadaan Indra yang terlihat berdarah berjalan sempoyongan menuju ke arah Inez yang siap turun.


"Nona Inez awaassss...!" Pekik pramugari begitu Indra berhasil menangkap tubuhnya.


Indra menodong pistol itu ke kepala Inez sambil menyandera Inez dengan satu lengannya mengurung leher Inez.


Melihat pemandangan itu yang mencekam itu, Iko langsung mengeluarkan pistolnya dari balik jasnya.


"Lepaskan istriku, Indra...!" Teriak Iko sambil mengarahkan pistolnya ke arah Indra.

__ADS_1


__ADS_2