Istri Yang Di Tukar

Istri Yang Di Tukar
8. Selalu Gagal


__ADS_3

Karena sudah resmi menjadi suami istri, ruang gerak Inez menjadi lebih mudah. Ia mengenakan baju santai di rumah tanpa menutup kepalanya dengan hijab.


Rupanya Iko tidak begitu suka Inez terlihat fulgar di hadapan para pelayannya walaupun mereka adalah sesama wanita.


Pakaian Inez tetap terlihat sopan, hanya saja ia tidak mengenakan hijab. Ia juga sudah mewanti-wanti pada pelayannya agar melarang pelayan pria sampai masuk ke rumahnya.


Seperti pagi itu, Inez sedang melayani suaminya sarapan pagi. Wajah cantik dengan rambut digulung ke atas dengan mengenakan kaos berleher rendah, membuat leher jenjang Inez terekspos di depan para pelayan wanita yang begitu terkagum-kagum pada isteri tuannya ini.


"Pakailah jilbabmu. Aku tidak nyaman mereka menatapmu seperti itu." Bisik Iko tepat di kuping Inez.


"Hei! Mereka juga perempuan sama denganku, lantas apa masalahmu? Apakah kamu cemburu pada mereka?"


"Aku tidak mau ada yang menikmati kecantikan mu sekalipun itu di depan kaummu sendiri."


"Cih! Apakah dia cemburu atau kelewat posesif? Dasar suami nggak jelas." Batin Inez.


"Ayo masuk ke kamarmu dan kamu boleh keluar hanya dengan pakaian syar'i mu.


Kamu bisa berlenggak lenggok di kamar kita tanpa hijab, tanpa baju juga nggak masalah alias bugil yang penting di kamar kita."


Ucap Iko sambil merengkuh pinggang ramping istrinya sambil menaiki tangga.


"Jangan sok perhatian padaku. Pernikahan kita hanya diatas kertas. Pernikahan kita hanya bertahan tiga bulan. Ingat itu!"


Inez masuk ke dalam kamarnya dengan dada bergemuruh menahan geram. Hidungnya terlihat kembang kempis dengan dahinya mengkerut.


"Itu benar! Tapi tiga bulan itu adalah waktu untuk aku mengatur dirimu bagaimana peranmu di dalam rumah ini dan bagaimana kamu bersikap. Kamu paham?"


Inez merasa perkataan Iko ada benarnya. Ia akhirnya mengalah demi aturan suaminya.


"Ok, hanya tiga bulan. Setelah itu aku bebas." Ucap Inez terlihat girang.


Gadis dua puluh ini memang sedikit pembangkang kalau tidak sesuai dengan prinsipnya walaupun begitu, ia tetap menerima saran yang baik dan kritik yang membangun.


Ucapan Inez seperti sembilu bagi Iko. Hatinya sangat sakit mendengar Inez terlihat senang bila bisa bebas darinya.


"Apakah dia tidak jatuh cinta padaku? Apakah karena ingin bebas dariku dia berani menerima tantangan dariku dan menikah denganku.


Tahukah dia bahwa selama ini wanita yang aku impikan adalah dirinya sendiri.

__ADS_1


Tapi bagaimana caraku memberitahunya kalau aku pernah masuk ke rumahnya....Tidak ... tidak...! Dia tidak boleh tahu kalau aku pernah menyusup ke dalam rumahnya.Itu sangat memalukan." Batin Iko.


Inez membaca bukunya di depan balkon karena tidak ada yang bisa ia lakukan di rumah ini.


Walaupun sudah tiga hari usia pernikahan mereka, namun Iko belum sama sekali melakukan hubungan intim dengan Inez. Bukan tidak mau tapi tidak bisa dan selalu gagal.


Iko mendekati Inez, ia sepertinya tidak suka Inez asyik dengan dunianya sendiri. Ia merebut buku dari tangan Inez yang sedang serius membaca buku itu.


"Temani aku!"


"Ke mana?"


"Ke kasur."


"Apakah kamu mau tidur sepagi ini?"


"Tidak!"


"Lantas..?"


"Bercinta denganmu."


Tukas Inez yang sudah tahu junior suaminya tidak bisa bereaksi setiap kali mereka bercinta.


"Kita coba saja lagi, siapa tahu kali ini bisa."


"Jangan terlalu memaksakan diri Karena aku tidak percaya kalau kamu bisa." Ucap Inez seperti meremehkan Iko.


Iko menatap tajam wajah Inez yang merendahkan dirinya.


"Ternyata mulutmu pedas juga. Aku kira wanita sealim kamu berhati-hati dalam setiap tutur kata, tapi kamu sama sekali tidak memperlihatkan sikap muslimah sesungguhnya." Ucap Iko dengan kata-kata menohok.


"Aku bukan malaikat. Jadi bisa saja aku melakukan kesalahan. Maaf sudah menyinggung perasaanmu." Ucap Inez sinis.


"Baiklah. Kali ini aku tidak akan gagal. Sekarang berikan servis terbaikmu kalau kamu benar-benar bisa membangkitkan gairahku. Jadi, aku tidak butuh obat atau konsultasi pada dokter tentang kegagalanku."


Ucap Iko sambil menanggalkan semua pakaiannya membuat Inez berbalik.


"Bagaimana caranya melakukannya? Aku sama sekali tidak mengerti dengan dunia dewasa.

__ADS_1


Walaupun aku sudah membaca buku panduan. Tapi Aku takut salah. Aku benar-benar payah." Ucap Inez sedih.


"Hei ..! Apa yang kamu tunggu? berbalik lah menghadap ku!" Titah Iko menarik pergelangan tangan Inez.


Inez membalikkan tubuhnya. Ia merasa gugup dan menutup matanya.


"Bagaimana caranya aku melakukannya? Bukankah kita hanya cukup menyatukan tubuh kita?"


"Kau ternyata istri yang payah." Umpat Iko membuat Inez tersentak.


"Sekarang begini saja. Tidak usah menunggu waktu hingga tiga bulan. Kita lebih baik mengakhirinya lebih awal dengan begitu aku tidak perlu menjadi beban mu." Ucap Inez tersinggung.


"Tidak semudah itu. Sekarang kembali ke kamar tamu. Jangan lagi tidur di kamar ini! Kamu memang tidak berguna. Aku akan mengembalikan kamu pada tuan Indra." Ucap Iko geram.


Iko mengambilkan ponselnya. Ia menghubungi Zian.


"Zian! Carilah gadis untukku malam ini karena aku butuh perempuan yang bisa melayani aku di tempat tidur bukan perempuan yang hanya menampilkan wajah cantik dan tubuh moleknya tapi dia tidak berguna sama sekali." Sindir Iko sinis.


"Baik Tuan!"


Inez segera keluar kamarnya sambil menangis menuju kamar tamu. Entah mengapa hatinya menjadi tidak rela Iko berhubungan dengan wanita lain.


"Mengapa aku sangat sedih? Ada apa denganku? Harusnya biarkan saja dia bercinta dengan para wanitanya.


Toh aku akan menjadi janda yang masih suci dan aku bisa menikah lagi dengan orang lain setelah dia menceraikan aku." Ucap Inez mencoba menghibur hatinya.


Saat malam hari, seorang wanita cantik nan seksi berdada besar dengan pakaian minim mendatangi rumah Iko. Inez yang melihat dari jendela kamarnya merasa darahnya mendidih.


"Hanya wanita sampah yang mungkin bisa mengembalikan kejantanannya. Berarti aku bukan masuk dalam nominasinya.


Berarti perkataan Iko benar. Aku hanya cantik tapi tidak berguna." lirih Inez.


Di dalam kamar sana, benar saja Iko bisa bercinta dengan wanita lain. Ia merasa benda pusaka nya mulai bekerja dengan baik.


Permainan itu makin seru hingga riuh di kamar itu menggema dengan suara-suara erotis disertai lenguhan panjang. Iko benar-benar bangga dengan kemampuannya hingga akhirnya ia melepaskan cairan kenikmatannya yang terpenjara selama beberapa bulan ini.


Puas bercinta dengan gadis penghibur. Iko langsung menyuruh wanita itu pergi di antar oleh sopir pribadinya.


Entah kenapa Iko merasakan penyesalan setelah bercinta dengan wanita lain. Tapi satu hal ia bisa buktikan kalau dia bukan pria impoten.

__ADS_1


"Kenapa dengan Inez milikku tidak bisa bangun? Ada apa denganmu Inez? Astaga! aku sangat bodoh karena sudah merendahkannya. Apakah aku tidak mencintai Inez? Atau aku hanya terobsesi saja padanya. Benarkah demikian?" Lirih Iko bingung dengan dirinya sendiri.


__ADS_2