JANGAN DATANG TERLALU PAGI

JANGAN DATANG TERLALU PAGI
KENCAN BUTA


__ADS_3


Setelah makan kami langsung menuju ke Hyde Park. Dengan riang Cindy dan Nina bergelayut manja dengan pasangan mereka masing-masing. Adam berjalan menjajari langkahku. Ia hendak menggamit tanganku. Tiba-tiba dari belakang Excell muncul ditengah-tengah kami dengan santainya.


"Ah kalian jahat sekali, baru kutinggal parkir mobil sebentar sudah sampai disini. hahaha"


Kesal karena tak bisa bergandengan. Adam lalu mengajakku melihat-lihat permainan disana. Seperti biasa, Excel selalu menempel dan mengganggu kemana saja kami pergi. Kunyuk itu terlihat beberapa kali mengawasi jalan seperti menunggu seseorang tapi kuacuhkan saja.



"Owh jadi kau sedang bersenang-senang disini, hah ?!"


Dibelakang kami berdiri seorang wanita, ia tengah mendorong mundur Adam. Lelaki itu tergagap melihatnya. Si wanita yang diketahui bernama Catherine nampak murka menatap kami. Ia mengaku pacar Adam dan seseorang meneleponnya jika sang kekasih tengah berada disini. Cath berkendara dari Brum sendirian untuk menjemput pacarnya.


"So... Sory, aku pergi dulu. Aku bisa jelaskan semuanya besok"


Adam berkali-kali meminta maaf kepada kami. Ia mengejar pacarnya. Mereka terlihat bertengkar sebentar lalu keduanya masuk mobil dan berlalu. Aku menepuk jidat, Cindy dan yang lain tak menyangka jika Adam ternyata punya pacar. Mereka merasa tak enak jika ujungnya akan seperti ini. Dari awal perasaanku sudah tak enak dengan playboy gadungan itu.


"Maaf ya, kami benar-benar tak tahu"


Cindy dan Nina merasa bersalah.


"Sudah. Sudah. Aku juga tak begitu berminat dengannya"


"Ah, syukurlah"


Seru Cindy.


"Hey, jangan bilang aku sudah memaafkan kalian ya !"


"Kami kan sudah minta maaf..."


Ujarnya memelas


"Enak saja ! Ini penipuan yang serius ! Kalian harus janji mentraktirku lusa ke restoran seafood !"


Seruku mantap.


Mereka melongo


Kami berenam melanjutkan eksplorasi. Hmm.. luar biasa sekali tempat ini. Tiap sudutnya penuh sentuhan magis. Membuai pengunjung dengan dimanjakan bermacam-macam atraksi. Salah satunya adalah pertunjukan Zippo Circus, dan versi lebih menantangnya lagi adalah Cirque Berzeck.


Sirkus yang membuat penontonnya beradu nyali karena disuguhi dengan atraksi balap sepeda motor dilingkaran besi, permainan api, dan sebagainya.



Satu yang paling menarik perhatian adalah pameran seni didalam The Magical Ice Kingdom. Patung-patung es yang dibuat sedemikian rupa sesuai dengan tema dan konsep berbeda setiap tahunnya. Alangkah cantiknya pemandangan itu. Begitu detail dan manis.

__ADS_1


Hari beranjak malam. Aku dan Excell membeli kopi. Sedang yang lain tengah bermain Ice Skating di arena Ice Ring. Ditempat ini juga terdapat cafe, restoran dan bar bagi yang ingin mencicipi ragam kuliner disana. Sementara pecinta jajanan pasar, bisa bertandang ke Angel Night Market yang turut memeriahkan pasarraya pekan ini.



"Ah, sayang sekali kencan butamu jadi berantakan"


Excell mengejek berpura-pura sedih.


"Tidak usah akting. Aku tahu itu ulahmu"


jawabku santai


"A... apa maksudmu ?"


Ia salah tingkah. Bola matanya bergerak kekanan dan kiri melihat-lihat kearah lain.


Ya, inilah jawaban dari kecurigaanku. Kejadian Adam dan pacarnya tadi bukanlah kebetulan semata. Hal itu adalah bagian dari rencana utama Excell. Pantas saja aku merasa ganjil kenapa si kunyuk itu tiba-tiba muncul bersama kami. Tapi aku bersyukur tidak terlibat dengan playboy tadi terlalu jauh.


"Hey ! apa kau hanya ingin disini ?"


Tanyaku. Excell tampak bingung.


Jujur saja rugi jika kami hanya berdiam tanpa mencoba wahana lain sementara yang lain nampak bersenang-senang. Aku memang tak bisa bermain skating.


"Maksudmu ?"



"Kenapa ?! kau tak berani ?! tak apa-apa jika takut, aku bisa mengerti"


ejekku. Excell terpojok.


"Aku ?! takut ?! hahaha. Ayo !!!"


ia melangkah dengan wajah pucat.


Kami berdua menaiki permainan tersebut. Sejak tadi air mukanya tegang. Apalagi saat mesin bianglala itu mulai merangkak naik. Matanya terpejam. Aku menahan tawa sambil memotretnya diam-diam. Rasakan !! hahaha


"Terima kasih"


Kataku kemudian. Perlahan Excell membuka mata. Ia nampak gengsi, lantas membenarkan krah mantelnya.


"Untuk ?"


"Semuanya. Terimakasih sudah menemaniku disini. Dan terima kasih telah memberitahu kebohongan Adam"


"Tapi i... itu..."

__ADS_1


Ia berusaha mengelak.


"Sudah. Yang penting aku tahu niatmu baik"


Aku tersenyum. Excell terlihat gugup.


Malam ini aku tak menyangka berada ditempat seromantis ini dengan musuhku sendiri. London memang kota yang indah. Lampu terlihat berkelap-kelip dari atas sini. Menghiasi bangunan-bangunan megah baik modern maupun kastil-kastil. Pengalaman yang tak akan pernah kulupa sampai kapan pun. Angin malam bertiup lebih kencang. Beberapa kali uap keluar dari mulutku.


"Hah, dingin sekali disini"


Beberapa kali aku menggigil. Sebelumnya memang suhu minus lebih dari 8 derajat celcius. Tapi tadi tak terasa seperti ini.



"Mungkin karena kita berada diatas udara lebih menggila. Pakailah ini"


Excell melepas mantelnya. Ia memakaikannya padaku.


"Kau bisa kedinginan"


"Tak apa, lihatlah aku masih memakai jaket berlapis. Lagipula kau belum begitu terbiasa dengan udara disini dibanding aku"


Aku hanya mengangguk. Kenapa tiba-tiba sekali. Dadaku kan jadi berdebar. Ah sial. Apalagi ini.


Ketika kami turun, yang lain sudah menunggu dibawah. Cindy dan Nina mengajakku ke Christmas Market. Disana terdapat deretan pondok kayu bergaya khas Bavaria yang menjual berbagai pernak-pernik dan aksesoris yang bisa dijadikan oleh-oleh untuk anak-anak kost nanti. Rencananya, kami akan pulang setelah ini.



Aku masih sibuk memilih. Excell menghampiriku. Ia mengulurkan bros berbentuk kristal salju.


"Apa ini bagus ?"


"Wow, tentu saja. Untukku ??"


Tanyaku girang.


Excell tersenyum.


"Tentu saja tidak !!"


Jawabnya bangga sambil berlalu.


Aaargh.


Lagipula siapa juga yang mau dibelikan lelaki pelit seperti dia !


Setelah si kunyuk itu pergi, diam-diam aku juga tertarik ingin membelinya. Namun segera kuurungkan saat mengetahui harganya. Tidak begitu mahal. Wajar sih, bros mungil itu memang cantik. Hanya sayang tak sesuai dengan uang saku akhir bulan kami.

__ADS_1


pic by google


__ADS_2