
Cahaya matahari pagi yang menyorot langsung ke wajahnya membuat Marco harus ingat bahwa hari ini dia akan bekerja sebagai staf pabrik kayu di pabrik kayu milik Opa nya di kota Pontianak.
"Hmm, Aku harus mulai membiasakan diriku di rutinitas ku yang akan membosankan."kata Marco sambil berpakaian selayaknya orang akan pergi kerja.
"Pak Marco, apakah Anda ingin sarapan pagi di kamar Anda atau di ruang serbaguna di luar kamar Anda?" tanya Yono dengan sopan kepada Marco.
"Dimana sajalah, yang penting sarapan pagi hari ini untuk aku harus enak dan terbaik agar Aku bisa bersemangat untuk bekerja di hari ini di pabrik kayu." jawab Marco menatap lesu kepada Yono.
Marco memandang menu sarapan pagi di atas meja depan sepasang matanya lalu menghela napas dalam-dalam sebelum duduk di bangku untuk menghadapi makanannya.
"Roti selai srikaya ala Pontianak." kata Yono.
"Hmm,lumayan lah. " kata Marco melahap roti itu dengan santai.
"Hei, Yono.Siapa orang baru ini? " sapa salah seorang dari staff kantor kepada Yono dengan memandang ke arah Marco.
"Oh, ini Pak Marco Antonio Brown Salim cucunya Pak Hendri Salim yang akan belajar kerja di sini bersama kita." jawab Yono dengan bangga.
"Wah, kenapa Tuan Muda seperti dia harus kerja sebagai staf pabrik kayu kita sih?" tanya teman -teman kerja Yono kepada Yono dengan ingin tahu.
"Supaya Aku bisa mengenal dunia kerja kalian di sini dengan baik dan semoga aku bisa menjalin kerjasama dengan baik bersama kalian." jawab Marco mengulurkan tangannya untuk menyalami teman-teman kerjanya yang baru.
*****
SMA Mutiara Bangsa, Jakarta.
Salsa baru sampai di depan gerbang sekolahnya ketika ia mendengar panggilan dari temannya dari belakangnya.Gadis itu segera menoleh ke arah belakangnya lalu tersenyum ramah kepada temannya.
"Hai selamat pagi kawan." sapa Salsa nada riang kepada Astrid yang baru saja turun dari mobil jemputan.
Astrid menggandeng tangan Salsa untuk diajak berjalan bersama ke dalam kelas mereka yang berada di lantai atas. Di tangga menuju ke kelas ada Ella yang sedang menyapu lantai kelas dan akan membuang sampah di tempat sampah di luar pintu kelas.
"Hai,Ella apa kabarmu hari ini? " sapa Astrid dan Salsa bersamaan dengan riang gembira kepada Ella.
__ADS_1
"Baik, seperti biasa hari selasa pagi hari ini tugas piket ku." jawab Ella sambil menaruh sapu dan tempat membuang sampah di lemari dekat meja wali kelas mereka.
"Ya, sudah semangat saja untuk membersihkan ruang kelas kita, La." kata Salsa menaruh tas sekolah di bangkunya lalu menoleh kebelakang untuk menyapa temannya yang lainnya.
"Hai,Ecca kamu kenapa?" sapa Salsa ramah.
"Aku sedang pusing mikirin ulangan matematika yang akan diadakan pada hari ini."jawab Ecca temannya dengan lesu.
" Tak perlu kau pikirkan ulangan matematika, Ca. Karena yang paling penting kamu sudah belajar semalam biar ulangannya bisa kamu kerjakan dengan baik."kata Astrid menghibur Ecca sambil menawarkan jajanan kepada Ecca.
"Kau sih enak, La.Kamu tak punya orangtua yang selalu menuntutmu untuk mendapatkan nilai yang sempurna untuk setiap mata pelajaranmu di sekolah." kata Ecca semakin muram.
"Ya, juga sih tapi aku juga lemah di pelajaran lain seperti Kimia dan olahraga." kata Ella duduk di bangku sebelah Ecca.
"Tiap orang berbeda-beda keahliannya termasuk di bidang pelajaran di sekolah contohnya Aku yang paling payah di pelajaran kesenian sampai nilai ku itu jeblok tiap kali prakteknya." kata Salsa dengan jujur.
"Sudah,sudah kita tak perlu bahas soal ulangan matematika atau pelajaran apapun, gimana kalau kita bahas tentang cowok ganteng yang kemarin nungguin kamu di gerbang sekolah kita, Sa?" Astrid tersenyum kepada Salsa.
"Ya, Sa. Siapa dia itu ganteng banget, tahu? " Ella menambahkan.
"Sepupumu?Wah,apa dia sudah punya pacar? " tanya Astrid penasaran.
"Sudah." jawab Salsa yang membalikkan badan ke arah papan tulis karena guru mereka sudah datang.
"Yaaa, gagal deh aku mau pedekate ke cowok ganteng itu." kata Astrid pelan.
"Ya, kau dekati Andreas saja,As.Dia itu masih single kok." kata Salsa yang mengedikkan bahu ke arah pintu kelas untuk Astrid dapat melihat cowok ganteng yang baru saja masuk ke kelas sebelah.
"Hmm, Andreas itu sukanya sama kamu, Sa.Jadi, gak mungkin dong kalo Aku dekati dia." kata Astrid memutar sepasang bola matanya setelah mendengar usul dari Salsa untuk dia bisa punya pacar.
"Tapi, Aku tak suka sama dia, kok." kata Salsa.
Di kelas sebelah, Andreas tampak muram durja di bangkunya yang berada di barisan belakang dari empat baris bangku sekolah yang diduduki oleh tiga puluh murid di kelasnya
__ADS_1
"Dreas, lo kenapa kok kayak nyamuk mati sih muka Elo? " sapa teman sebangkunya.
"Gue lagi kesal." jawab Andreas yang menghela napas dalam-dalam sambil menulis pelajaran bahasa Inggris yang dicatatnya di buku tulisnya dari papan tulis di depannya.
"Ya, karena Salsa nolak lo?" tanya Rony teman di bangku seberang.
"Bukan."
"Trus karena apa? "
"Karena Nyokap Gue mau minta cerai dari Bokap Gue." jawab Andreas dengan tatapan matanya begitu sedih.
"Oh, maaf ya Gue banyak tanya." kata Rony nada pelan.
"Ya,Tak apa-apa kok, Ron. " kata Andreas dengan senyumnya untuk temannya tidak merasa tidak enak hati dengannya.
Andreas menoleh ke bangku samping kanannya untuk memberikan buku paket pelajaran Fisika yang dipinjam olehnya kepada temannya yang lain.
Jam istirahat pertama, Salsa dan teman-teman sekelasnya memilih untuk makan bekal mereka di taman sekolah mereka sambil belajar untuk mata pelajaran mereka yang berikutnya setelah jam istirahat pertama mereka.
"Sa, nanti siang pulang dari sekolah apakah kau mau belajar bersama di rumahku? " tanya Ella.
"Ya, Ella. " jawab Salsa ceria.
"Ah, syukurlah aku senang kamu mengunjungi rumahku." kata Ella membalas senyumnya.
Andreas mendatangi mereka dengan senyuman ramah untuk Salsa yang mengangkat alisnya di depan Andreas yang tidak bicara apapun kepada Salsa namun cowok ganteng itu terus menerus memandangi Salsa.
"Andreas, kami ada loh disini? Kenapa kamu itu cuma ngeliatin Salsa saja? " ucap Astrid yang menghalangi pandangan mata Andreas dengan buku pelajaran sosial budaya dari Salsa.
"Hmm, Aku cuma ingin melihat bunga mawar di antara bunga-bunga rumput di pinggirannya." ujar Andreas sambil memberikan jajanan Astor kepada Salsa yang menolak tawarannya.
"Buat Gue aja ya,Dreas? " Ecca tanpa sungkan di samping kanan Salsa sudah menyambar Astor dari tangan Andreas lalu memakannya dengan senyumannya yang sama sekali tidak bersalah.
__ADS_1
Bersambung!!