Janji Cinta Sepupuku

Janji Cinta Sepupuku
Bab 29.


__ADS_3

Senyuman manis merekah di bibir Marco dan Salsa yang berdiri di pelaminan untuk menyapa dan menyambut kedatangan tamu undangan yang hadir di resepsi pernikahan mereka berdua di ruang pertemuan di dalam hotel paling mewah di Jakarta Selatan.


"Selamat ya kalian berdua sudah sah menjadi suami-istri semoga kalian berdua langgeng dan cepat diberikan momongan tahun depan."kata Ecca menyalami Salsa lebih dulu.


" Ya,terimakasih Ecca."kata Salsa memeluk gadis cantik yang merupakan teman masa sekolahnya.


"Hai, Salsa kamu cantik banget deh di hari yang paling penting dan berkesan untukmu."kata Ella yang datang bersama kakaknya yang menyalami Marco.


" Terimakasih kawan."kata Marco menepuk bahu kakaknya Ella dengan senyumannya yang amat menawan hati.


"Sa, siapa cewek yang duduk di dekat Dennis di tempat duduk bagian dari pihak keluarga pria?' bisik Ella sebelum turun ke jalan untuk menuju ke tempat duduknya kepada Salsa.


" Tunangannya Kak Dennis."jawab Salsa pelan di telinga teman masa sekolahnya itu.


"Sa, bersiaplah untuk nanti malam setelah acara ini selesai untuk unboxing pertama kita." bisik Marco setelah mereka berdua duduk di kursi pelaminan.


"Mmm, Kak Marco, gimana kalau kamu tunggu Aku sampai Aku lulus kuliah di Amerika Serikat baru kita melakukan hal itu?" pinta Salsa pelan di telinga Marco.


"Oh, Aku harus menunggu selama lima tahun tuk melakukan hal itu kepadamu?" lirik Marco tak suka dengan permintaan dari Salsa.


"Mmm, Aku belum siap, Kak." kata Salsa pelan di telinga Marco dan wajahnya tampak tegang dan ketakutan akan malam pertama yang mereka lakukan untuk malam pernikahan mereka.


"Ahhh, baiklah, Aku akan pikirkan dahulu apakah Aku akan memenuhi permintaanmu ataukah Aku akan tetap melakukannya untuk mendapatkan apa yang telah menjadi hakku setelah menjadi suamimu." kata Marco yang meninggalkan kursi pelaminan untuk jalan ke arah tempat minuman yang menyediakan minuman wine di meja sudut kanan ruang pesta.


Salsa duduk di kursi pelaminan seorang diri saja dengan senyuman tetap mengembang dibibirnya yang manis sambil menatap semua tamu di ruang pestanya.


"Den,ada yang ingin Aku bicarakan denganmu di ruang lain?" tulis seorang wanita di WA di hpnya Dennis Rodman.

__ADS_1


"Aku tak bisa pergi ke mana-mana untuk malam ini, Devina." tulis Dennis di WA nya.


"Kak Dennis, ayo bersulang minum wine dengan Aku." kata gadis cantik disebelah Dennis dengan sikap manja dan memaksa kehendaknya sendiri pada Dennis.


"Zeva,kamu tuh sudah mabuk berat, tak boleh lagi minum." kata Dennis mengambil gelas di tangan tunangannya lalu mengajak tunangannya ke arah lift untuk naik ke lantai atas.


Dennis membawa tunangannya ke kamar hotel di lantai lima lalu menguncinya di dalam sana, sedangkan pria muda ini mengunjungi seorang wanita yang sudah menunggunya di mobilnya di basemen.


"Dennis, Aku sungguh resah gelisah memikirkan masalah yang selalu mengganggu ketenangan ku." kata Devina merangkul Dennis di mobil pria ini.


"Masalah apa yang mengganggu kamu?" tanya Dennis mengecup wanita itu dengan kelembutan yang memabukkan wanita itu.


"Aku khawatir kalau aku akan hamil anakmu usai kita berhubungan intim di kosan pada beberapa waktu lalu." jawab Devina merangkul Dennis di depannya yang sudah membuka pakaiannya dan mulai melakukan hal itu terhadapnya.


"Jangan khawatir, Devina. Aku akan memikirkan yang terbaik untuk kita berdua apabila kamu ini hamil anakku." kata Dennis mengucapkan janji untuk bertanggungjawab kepada Devina.


"Den,Aku percaya kamu sepenuh hatiku sampai kapanpun juga." kata Devina yang mencicit di bawah tubuh Dennis yang mendekapnya dengan erat.


"Aku akan mengantarkan kamu pulang ke kosan sekarang ya." kata Dennis sambil merapikan diri dengan cepat lalu mengendarai mobil pergi dari gedung acara pernikahan sepupunya.


Pesta pernikahan telah berakhir pada pukul dua belas malam, dimana semua anggota keluarga dan teman juga tamu undangan sudah pulang ke rumah masing-masing. Salsa dan Marco masih tetap menginap di hotel di gedung tersebut pada malam hari ini untuk beristirahat.


"Cantik sekali kamu, Salsa." kata Marco merayap ke tempat tidur dengan perlahan-lahan sesudah melihat istrinya berpakaian tidur yang menggoda imannya.


"Kak Marco, tolong jangan malam ini, Aku capek sekali karena seharian ini acara pemberkatan dan resepsi pernikahan kita." kata Salsa lembut di bawah tubuh Marco.


"Aku cuma ingin mencium bibirmu saja, apakah Aku tetap tak boleh?"ucap Marco menundukkan wajahnya lalu mencium bibir Salsa.

__ADS_1


Salsa merasakan kelembutan dan kehangatan di bibirnya saat Marco menciumnya dan menanti suaminya menghentikan ciuman di bibirnya agar debaran jantungnya tidak terdengar oleh Marco.


" Ah, Aku juga mengantuk dan ingin tidur cepat.." kata Marco yang berguling ke samping dan tidur pulas di samping kanan Salsa.


Salsa menghela napas lega lalu tidur pulas di samping kiri Marco sampai pagi hari dan kaget ketika ia melihat Marco memeluknya erat sekali di sampingnya.


"Kyaaa....! " pekik Salsa yang membangunkan Marco dengan kaget.


"Ehhhh! Ada apaaa??"


"Kak Marco, kenapa kamu bisa tidur di samping Aku? " tanya Salsa yang lompat turun dengan cepat dari tempat tidur.


"Hei, kamu lupa ya kalau kita kemarin sudah sah menjadi suami istri yang artinya kita berdua ini sudah menikah." jawab Marco duduk di tempat tidur dengan wajah manyun.


"Oh, maaf.Aku sangat gugup sekali, Kak Marco." kata Salsa yang lari ke kamar mandi dengan raut wajahnya memerah karena malu.


Marco turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu masuk bagi para staf hotel untuk membawakan koper -koper mereka ke mobil mereka di basemen.


"Marco, kau dan Salsa akan pergi honeymoon ke kota Leiden, Belanda selama satu bulan." tulis Pak Hendri Salim di WA kepada Marco.


"Ahh, capek deh di atur terus menerus dari bayi sampai akan buat bayi sekalipun oleh si tua itu." gerutu Marco pelan sambil merapikan diri dan menunggu Salsa selesai mandi dan rapi juga.


"Kak Marco, perutku sakit nih." kata Salsa yang sudah menghampiri Marco di ruang lobi hotel.


"Kenapa? " tanya Marco perhatian kepada Salsa.


"Datang haid." jawab Salsa berterus-terang pada suaminya.

__ADS_1


"Ah,Aku akan segera siapkan air hangat di botol untuk kamu." kata Marco yang cepat meminta bantuan dari staf hotel untuk menyiapkan botol isi air hangat untuk meredakan sakit perut Salsa di ruang lobi hotel sambil menunggu mobil yang akan mengantarkan mereka ke bandara datang dari basemen ke pintu lobi hotel.


Bersambung!


__ADS_2