Janji Cinta Sepupuku

Janji Cinta Sepupuku
Bab 30.


__ADS_3

Kota Leiden,Belanda.


Musim panas tahun ini merupakan sebuah awal yang baru untuk Marco dan Salsa yang baru saja resmi menjadi suami-istri dan mereka berdua di saat ini sedang menikmati liburan bulan madu mereka.


Bagi semua orang yang melihat status mereka di WA maupun medsos mereka adalah kehangatan dan keharmonisan dalam hubungan mereka tapi itu hanyalah sandiwara yang dilakukan oleh pria muda yang luarbiasa keras hatinya itu untuk ia bisa membuktikan dirinya dapat menjadi cucu laki-laki yang baik dan patuh terhadap opa-nya di Indonesia.


Namun sesungguhnya adalah sebaliknya Marco tak pernah menghiraukan Salsa yang dibiarkan saja di hotel tempat mereka menginap selama mereka liburan bulan madu di kota tersebut.


"Aku ingin jalan-jalan dan kau tunggu Aku disini." kata Marco ketika mereka sampai di kota Leiden kepada Salsa.


"Kak Marco, kau mau pergi kemana?Kenapa Aku ditinggal sendiri di hotel? " tanya Salsa terkejut dengan sikap suaminya.


"Kemanapun Aku mau pergi sesuka hatiku,dan kau harus mendengarkan semua perkataanku." jawab Marco yang mengunci pintu kamar hotel.


Salsa tampak kecewa dengan sikap Marco yang tidak memedulikan dirinya.Ia duduk di sofa yang berada di dekat ranjang sambil merapikan koper di lantai.


"Ahhh, sudahlah, Aku lihat-lihat kota Leiden dari balkon saja."kata Salsa menghibur dirinya sendiri sambil menikmati keindahan kota Leiden.


Marco bersepeda menuju ke sebuah danau yang terletak di salah satu daerah di kota tersebut.Ia melihat sepasang angsa berenang di atas air danau dan sejumlah burung merpati berjalan- jalan di kota Leiden.


" Marco..!"seru seorang gadis berambut mirip dengan rambut Salsa dari arah belakangnya dan gadis itu menutup kedua matanya dengan kedua tangan mungil.


"Anastasia..? " tanya Marco tak percaya bahwa ia akan berjumpa dengan kekasih masa kecilnya yang sampai sekarang masih dirindukannya dan menjadi kenangan indahnya.


"Ya, Aku Anastasia. " jawab gadis cantik itu nada riang.

__ADS_1


Marco membalikkan badannya dan menghadapi gadis cantik bertubuh mungil di hadapannya, ia terlihat terpesona dengan kemanisan dari wajah gadis di depannya itu.


"Marco, kau sedang apa disini? kapan kamu tiba di kota Leiden?" tanya Anastasia yang mengajak pemuda tampan itu duduk di rumput tepi danau.


"Liburan musim panas.Kamu?" Marco tersenyum ramah kepada Anastasia yang cantik.


"Kuliah." Gadis itu menatap Marco dengan sinar mata kagum dengan ketampanan Marco yang tidak pernah berubah semenjak pemuda tampan itu masih anak-anak dan sekarang dewasa lebih tampan lagi.


"Oh, kamu kuliah di sini? Wow keren sekali kamu, Anastasia." kata Marco terkagum-kagum dengan prestasi dari gadis yang sejak kecil selalu juara umum di sekolah mereka di Jakarta dari TK sampai SMU.


"Ah,biasa saja kok,Marco." kata Anastasia yang selalu rendah hati di dalam penilaian Marco.


"Tidak, kau sungguh luarbiasa sebagai seorang gadis Asia.Ohya,kau tinggal di mana? Apakah Aku bisa mengunjungi tempat tinggalmu?" tanya Marco yang ingin kembali dekat dengan gadis di depannya itu.


"Di dekat sini.Tentu saja, kamu bisa mengunjungi tempat tinggalku, Marco." jawab Anastasia yang begitu berani untuk meraih jemari Marco untuk berdiri dan mengizinkannya untuk duduk di atas sadel sepeda Marco.


"Kau tinggal seorang diri di rumah ini? " tanya Marco usai mengedarkan pandangan matanya ke sekitar rumah itu kepada Anastasia yang baru saja mengambilkan minuman dari dapur untuk dirinya.


"Iya." jawab Anastasia sambil duduk di sofa dan menuangkan wine dari botol ke gelas kaca di meja tamu lalu memberikannya kepada Marco Di sofa lain.


"Wah, kau seorang gadis pemberani dengan kau tinggal di negeri orang seorang diri saja."kata Marco semakin kagum dengan gadis itu.


" Ya,mau bagaimana lagi Aku kan ingin menjadi seorang wanita sukses di masa depan agar tak seorangpun pria dapat meremehkan diriku ini hanya karena Aku seorang wanita yang berasal dari keluarga sederhana dalam segala hal."kata Anastasia yang menegak minumannya dalam satu kali tegukan saja dari gelas kaca.


Marco menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat sikap gadis cantik itu lalu pria ini perlahan-lahan pindah tempat duduk di sofa pendek seberang meja tamu kini pindah ke sofa panjang yang diduduki oleh Anastasia.

__ADS_1


"Marco, ada apa? " tanya Anastasia halus sekali kepada Marco yang mengambil gelas kaca di tangannya dan ditaruh di meja tamu lalu Marco mendekatkan wajah tampannya ke wajah cantik Anastasia lalu mencium bibir gadis cantik itu.


"Anastasia.. " panggil Marco lembut untuk gadis itu yang terperangah karena dicium oleh pria ini.


"Hmmm, Kau mabuk ya?" tanya Anastasia yang melingkari kedua lengannya ke leher Marco.


"Ya, karena kecantikanmu yang membuatku jadi mabuk kepayang." jawab Marco yang mencium kembali bibir Anastasia namun ia teringat akan Salsa istrinya yang di tinggali olehnya di hotel.


"Marco, kau manis sekali." kata Anastasia yang memperlihatkan keindahan tubuhnya kepada Marco yang terpesona dengan keindahan tubuh gadis itu.


"Hmm, Salsa apa yang kamu inginkan dengan cara menggodaku seperti ini?" tanya Marco di depan Anastasia tapi dia salah menyebut nama dengan menyebutkan nama istrinya bukan nama gadis cantik di depannya itu.


"Kau memanggilku dengan nama apa?" tanya Anastasia mengangkat alisnya sambil menjauh dari Marco yang ambruk di sofa panjang karena pria muda ini sudah mabuk minuman wine.


Anastasia membiarkan pria muda ini tidur pulas di sofa panjang ruang tamunya dengan pergi ke kamarnya sendiri dengan perasaan hatinya yang kacau balau dengan kehadiran pria masa lalunya secara tiba-tiba di kota Leiden ini.


Sementara itu di hotel terlihatlah Salsa duduk di tempat tidur seorang diri menunggu suaminya pulang ke hotel untuk menunaikan tugas mereka sebagai suami-istri sah namun suaminya tidak pulang ke hotel sampai ia kelelahan menunggu dan tertidur pulas seorang diri di tempat tidur.


Pagi harinya, Salsa terbangun dari tidurnya saat ia mendengar salah seorang petugas hotel telah datang ke kamar untuk membersihkan kamar dan menanyakannya soal sarapan pagi untuknya dengan sopan.


"Aku mau sarapan pagi di kamar ini saja sambil menunggu suamiku pulang dari kerjanya ke hotel ini." kata Salsa sopan kepada petugas hotel.


"Baik,Nyonya silakan Anda menunggu sarapan pagi Anda datang." kata petugas hotel dengan sikap ramah kepada Salsa.


Lalu petugas hotel lainnya datang membawakan sarapan pagi untuk dirinya dengan mendorong troli sarapan pagi yang terlihat lezat oleh kedua matanya dan petugas hotel yang membawakan makanannya itu pun seorang pemuda yang luar biasa tampan.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2