Janji Cinta Sepupuku

Janji Cinta Sepupuku
Bab 31.


__ADS_3

Marco terbangun dari tidurnya dengan wajahnya terkejut karena ia menemukan dirinya di tempat tidur orang lain dan ia makin terkejut saat lihat gadis cantik yang pakaiannya terbuka dan darah di bawah sprei putih di tempat tidur itu.


"Ehhh?? Apa yang sudah Aku lakukan terhadap Anastasia semalam di sini?" tanya Marco pada dirinya sendiri seraya melompat turun dari atas tubuh gadis yang kini bangun dan menangis di tempat tidur.


"Huhuhuhuhu Marco kau tega sekali melakukan hal itu terhadapku semalam." kata Anastasia di tempat tidur dengan menutupi tubuhnya dengan selimut tebal.


"Ana, Aku tak tahu apa yang sudah terjadi pada diri kita berdua karena semalam Aku mabuk dan kau juga kalau tak salah juga mabuk.Jadi kita anggap bahwa kita tak pernah melakukan hal itu di sini." kata Marco nada ringan sambil memakai bajunya dengan cepat.


"Apa katamu bahwa kita tak pernah melakukan hal itu? Hei, bagaimana nasibku nanti jika Aku sampai hamil anakmu setelah kejadian ini?" ucap Anastasia cepat mengejar pria itu keluar dari kamarnya.


"Hei, tak akan pernah terjadi hal itu padamu, kau tenang saja karena Aku ini impoten." kata Marco nada menenangkan hati kepada Anastasia yang menangis tersedu-sedu di depannya.


"Aku tak percaya pada ucapanmu tapi ku harap kau benar-benar impoten karena Aku tak mau hamil anakmu, Marco." kata Anastasia menatap pria itu dengan yakin.


"Iya,tenang sajalah.Sebab Aku sudah banyak kok tidur dengan para gadis di Amerika Serikat dan tak pernah ada seoarangpun yang mendatangi ku untuk bertanggungjawab atas apa yang telah terjadi pada diri mereka karena mereka tak ada yang hamil anakku." kata Marco mengecup bibir Anastasia untuk menyakinkan gadis itu sebelum ia meninggalkan rumah teman masa kecilnya itu.


Marco mengendarai sepeda dengan cepat untuk sampai ke hotel tempat seharusnya ia dan Salsa istrinya menginap dan merayakan honeymoon di sana namun ia malah menginap di rumah teman masa kecilnya dan menghabiskan malamnya di sana dan meninggalkan istrinya seorang diri di hotel.


Dan, setibanya ia di hotel. Ia mengerutkan dahi melihat Salsa duduk di sofa kamar bersama pria muda tampan yang berpenampilan seperti salah seorang petugas hotel dengan sikap ramah.Ia pun segera menghampiri istrinya dan merangkul pundak Salsa sampai gadis itu kaget lihat dirinya datang tanpa suara dan tahu -tahu merangkul pundak istrinya.

__ADS_1


"Istriku, maafkan Aku kemarin Aku ada urusan di luar sana sampai Aku lupa untuk pulang ke sini untuk menemanimu." kata Marco mencium bibir Salsa di depan pria muda tampan itu yang cepat mundur dan meninggalkan mereka di kamar.


"Kak Marco,sakit..!" teriak Salsa merasakan bibir dan lidahnya di gigit oleh Marco.


"Siapa suruh kau baru di tinggal semalaman saja sudah genit sama cowok bule?" tanya Marco nada ketus kepada Salsa seraya mengambil roti canai isi ikan tuna dari piring dan memakannya dengan nikmat.


"Kak Marco,tolong kau jangan menuduhku tanpa alasan yang jelas seperti ini setelah apa yang sudah kamu lakukan terhadapku sebagai istrimu tapi kau mengabaikan diriku bukan hanya satu malam saja melainkan dua minggu semenjak kita menikah di Jakarta." kata Salsa berdiri jauh dari Marco dengan sikap marah dengan sikap suaminya.


Marco melemparkan roti canai isi tuna ke meja dengan ekspresi wajahnya mengeras lalu jalan ke arah Salsa yang segera mundur dan berniat untuk kabur dari kamar hotel namun Marco telah lebih dulu menguncinya dan pinggang kecilnya di peluk erat oleh Marco.


"Apa ini yang kau inginkan dariku?" tanya Marco melemparkannya ke tempat tidur dan memeluk tubuhnya dengan sikap kasar.


Marco menatapnya tajam usai melakukan hal itu kepadanya.Gadis itu menangis ketakutan karena suaminya bukan lagi seorang pria muda lembut yang selama ini dikenalnya sebelum ia dan pria muda tampan itu menikah sesuai keinginan hati Opa suaminya.


"Rapikan dirimu dan kita akan pergi jalan-jalan di kota Leiden untuk mengirimkan kabar gembira ini kepada mereka di Indonesia." kata Marco usai selama lima hari empat malam melakukan hal itu kepada Salsa yang tampak kelelahan sekali.


"I.. Iya, Kak Marco." jawab Salsa ketakutan pada suaminya lalu bergegas melakukan yang pria itu minta darinya.


Marco memang mengajaknya menikmati liburan musim panas selama sebulan lebih di kota ini namun ia tidak merasakan kebahagiaan yang di impikan olehnya selama ini karena ia menerima WA dari seorang wanita yang mengaku sebagai kekasih suaminya.

__ADS_1


"Kak Marco,kau mengkhianati kepercayaanku dan Opa mu dengan kamu memiliki selingkuhan di kota ini?" Salsa tampak marah dan kecewa oleh Marco.


"Darimana kamu dapat berasumsi tentangku ini seperti dugaan otak sempitmu itu?" tanya Marco menatapnya tajam di kamar hotel pada malam terakhir mereka liburan musim panas di kota ini untuk pulang ke Amerika Serikat untuk Salsa bisa kuliah dan Marco kembali bekerja sebagai wakil CEO perusahaan cabang keluarganya di sana.


"Dari ini lihatlah WA dari hpku ini." jawab Salsa di depan Marco dengan memperlihatkan WA di HP kepada Marco.


Marco mengambil HP Salsa lalu membuangnya keluar dari jendela sampai Salsa kaget melihat suaminya membuang HPnya dan tangan kanan suaminya merengkuh lehernya dan berbisik di telinganya.


"Dengar ya Aku tak pernah suka kau ikut campur urusanku dengan setiap orang yang Aku kenal di dalam hidupku meskipun kau adalah istriku." kata Marco mendekatkan bibir dan mulutnya ke leher halus Salsa lalu mengecupnya.


Salsa memejamkan sepasang matanya dengan airmata kesedihan mengalir dari sepasang mata indahnya. Marco melepaskannya lalu berjalan ke arah pintu dan keluar dari kamar hotel tanpa pria itu pamit kepadanya.


"Aku ini dianggap sebagai apakah olehnya?" pikir Salsa yang menatap dirinya dari kaca jendela di kamar hotel yang memperlihatkan langit malam di luar sana begitu indah namun hatinya begitu sedih.


Marco mengendarai sepeda menuju ke rumah teman masa kecilnya yang sudah menunggunya di depan rumah dan begitu ia sampai ke rumah itu. Anastasia merangkulnya dengan erat dan ia terperanjat mendengar bisikan dari gadis cantik di depannya itu.


"Aku hamil anakmu, Marco. Kau harus menikahi Aku dan menceraikan Salsa -mu atau Aku akan mengirim surat hasil USG ku kepada Tuan Hendri Salim di Indonesia, dan bagaimana reaksi dari Opa mu itu mengenai hal ini?" bisik Anastasia di telinganya.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2