Janji Cinta Sepupuku

Janji Cinta Sepupuku
Bab 6.


__ADS_3

Keesokan harinya Salsa sudah berseragam SMA dengan rambutnya dikuncir dua ekor kuda yang berjuntai di kedua pundaknya lalu gadis cantik itu memanggul tas sekolah di punggungnya dan berjalan keluar dari kamarnya.


Ketika ia akan menutup pintu kamarnya. Gadis itu melihat Marco berjalan ke arah tangga tanpa melihat kearahnya. Ia pun segera mengikuti laki- laki tampan yang sudah diketahuinya adalah tunangannya sendiri.


"Kak Marco selamat pagi.. " sapa Salsa ramah.


"Emm, ya selamat pagi untukmu." sapa balik Marco tanpa melihat ke belakangnya.


"Kak Marco, terimakasih ya untuk kemarin... " kata Salsa yang mengikutinya ke ruang makan.


"Ya, sama-sama." jawab Marco singkat.


Mereka berdua bertemu dengan sepupu-sepupu lain yang beberapa hari kemarin belum mereka lihat di rumah Pak Hendri Salim. Dimana mereka berdua juga melihat kehadiran Pak Hendri Salim dan beberapa orang lain di ruang makan mewah itu.


"Selamat pagi untuk Opa, Oma, Papa dan Mama juga semua O'om dan Tante juga sepupu-sepupu ku.. " sapa Marco sambil membantu Salsa duduk di kursi sebelahnya dengan menarik keluar kursi untuk Salsa.


"Selamat pagi untuk Opa, Oma, O'om dan Tante juga semua Kakak dan adik-adik sepupu." sapa Salsa sopan.


"Ya, Marco dan Salsa mari silakan duduk di kursi kalian lalu kita mulai sarapan pagi bersama- sama. " kata Pak Hendri Salim tersenyum lebar melihat Marco dan Salsa datang bersama-sama ke ruang makan.


"Ya,Opa terimakasih banyak. " kata Marco dan Salsa bersamaan dengan senyuman sopan di bibir mereka berdua.


Setelah mereka berdua menghabiskan sarapan pagi.Mereka berdua pun pamit untuk pergi ke sekolah untuk Salsa dan pergi ke kantor untuk Marco kepada semua anggota keluarga Pak Hendri Salim.


"Sa, masuk ke mobilku karena dimulai dari hari ini aku yang akan mengantarkan kamu pergi ke sekolah atau kemanapun kamu pergi karena kau adalah tunanganku." kata Marco di dekat pintu mobil sportnya kepada Salsa.


"Ya, Kak Marco. " jawab Salsa patuh.


Marco menghentikan mobilnya didepan gerbang sekolahnya Salsa sampai gadis itu keluar dari mobilnya dan melewati pintu gerbang sekolah di depannya itu, ia langsung melajukan mobilnya ke arah Jakarta Pusat yaitu ke daerah perusahaan Salim.


"Marco kemarilah.. " kata Papanya dari pintu lain di kantor.


"Ada apa? " tanya Marco mengangkat alisnya.


"Kau ini sekarang adalah karyawan biasa dari kantor perusahaan Opa mu, jadi tolong kamu jangan pergi ke kantor dengan mobil mewahmu itu, pakailah sepeda motor atau mobil biasa saja seperti mobil honda civic atau semacamnya. " jawab Papanya yang menyita kunci mobilnya.

__ADS_1


"Ehhh...Aduh, Papa..! " teriaknya.


"Diam.. " kata Papanya sambil menyuruhnya ke arah lain dari kantor.


"Ahhh, Aku harus bekerja sebagai office boy di perusahaan ini... " cicit Marco begitu dirinya di berikan seragam staff paling rendah di kantor itu oleh asisten pribadi Opa nya sendiri.


"Maaf, Tuan muda Marco, Saya hanya seorang assisten yang harus mematuhi peraturan dan perintah dari Pak Hendri Salim Kakek Anda." kata asisten Opa nya yang bernama Sanusi.


"Ah, baiklah.. " kata Marco mengambil seragam office boy dari tangan Sanusi.


Marco harus mengikuti arahan dari atasannya yang bernama Erika yang menjadi kepala office boy dan berteman dengan lima atau enam orang yang seprofesi sama dengannya.


"Kau mendapatkan tugas untuk membersihkan ruangan kantor Ibu Yunna di lantai tiga setiap hari di mulai dari jam 7 pagi ini. " kata Erika nada memerintah kepada Marco.


"Baik." jawab Marco segera mengikuti teman -temannya ke lantai tiga.


*****


SMA Mutiara Bangsa, Jakarta Selatan.


"Sa, ayo kita pergi ke kantin untuk jajan." ajak temannya yang meraih tangannya.


"Ya, ayo.. "


Salsa jumpa dengan seorang teman lainnya di Koridor menuju ke tangga.


"Sa, gimana kalau siang ini usai pulang sekolah kita pergi main ke rumahnya Ella? " tanya Astrid teman sebangkunya sambil berjalan di tangga yang berbentuk huruf L menuju ke lantai bawah.


"Boleh juga, kita bisa belajar bersama di rumah Ella siang ini." jawab Salsa senang menerima undangan dari temannya.


"Kalau begitu nanti siang Aku harus kasih tahu Art ku untuk siapin cemilan enak di rumah untuk kita bisa belajar bersama dengan nyaman." kata Ella gadis cantik rambut pendek sebahu.


"Ya, harus itu Ella karena kami pasti akan senang hati belajar bersama denganmu di rumahmu." kata Astrid sambil memesan sepiring siomay di penjual siomay di kantin.


"Sa, kamu mau jajan apa pagi untuk?"tanya Ella di sampingnya sambil memesan semangkuk soto betawi di penjual soto di kantin sekolah.

__ADS_1


" Aku sih mau jajan gorengan saja. "jawab Salsa sambil memesan gorengan kesukaannya yaitu bakwan, tempe, tahu, cireng, risoles, singkong dan ubi goreng kepada penjual gorengan di kantin sekolah di sudut kantin.


" Minuman kalian apa?"tanya Andreas temannya yang lain.


"Aku mau minum teh botol dingin." jawab Astrid segera.


"Aku sih mau minum nutrisari rasa lemon tea." jawab Ella nyengir mumpung dibayarin oleh si pengejar cinta Salsa.


"Aku mau minum air mineral dingin saja." jawab Salsa sambil makan gorengannya dengan asyik sekali.


Lalu mereka berkumpul bersama di kursi depan meja panjang di kantin sekolah mereka sambil bersenda gurau satu sama lainnya sampai jam istrahat pertama mereka berakhir.


"Jam istirahat kedua nanti kumpul bareng lagi ya di kantin sekolah." kata Andreas di depan pintu kelas mereka.


"Ya, dan aku mau jajan permen kaki ahh.. " kata Salsa dengan senyuman senang.


"Oke.. " kata Andreas juga senang mendapatkan angin segar dari Salsa gadis pujaan hatinya dari mereka masuk ke sekolah tersebut.


Salsa dan teman-temannya kembali mengikuti jam pelajaran lainnya yaitu pelajaran Biologi di kelas mereka dengan perhatian sampai jam dua belas siang untuk jam istrahat kedua mereka.


*****


PT Sejahtera Salim, Jakarta Pusat.


Marco menjatuhkan dirinya di kursi depan meja panjang di kantin kantor untuk menikmati makan siangnya yang merupakan catering dari kantor nya sendiri.


"Menu siang hari ini adalah nasi, sayur singkong tumis, bakwan jagung, ikan teri kacang dan buah salak. " kata teman barunya yang bernama Sarip.


"Oh, terimakasih deh untuk makan siang paling tidak enak bagiku." kata Marco yang menolak untuk makan siang menu makanan yang asing baginya. Marco memilih untuk memesan makan siang dari jasa online yaitu GrabFood.


"Wah, makan siang mu kenapa berbeda dengan makan siang kami? " ucap rekan-rekan kerjanya yang melihat menu makan siangnya untuk siang hari itu adalah nasi bakar dan ayam goreng rica - rica serta segelas lemon tea dingin.


"Karena aku dan kalian berbeda level.. " ujar Marco nada angkuh sekali kepada rekan- rekan kerjanya sambil menikmati makan siangnya.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2