Janji Cinta Sepupuku

Janji Cinta Sepupuku
Bab 27.


__ADS_3

Pagi hari minggu yang cukup cerah dan berawan sejuk membangunkan Salsa dari tidurnya untuk ia segera bersiap-siap untuk hari paling istimewa untuk dirinya.


"Salsa, apakah kamu sudah bangun tidur?" tanya Mamanya yang sudah membuka pintu kamarnya dan membawakan pakaian untuk pergi ke salon kecantikan.


"Ya, Ma."jawab Salsa segera pergi ke arah kamar mandi untuk mandi.


Lima belas menit kemudian Salsa sudah pergi ke salon kecantikan untuk persiapan pernikahannya yang akan di adakan pada hari ini di salah satu gereja di Jakarta.


" Salsa, gaun pengantinmu sudah siap untuk kau pakai. "kata Tantenya yang mengajaknya ke arah kamar ganti.


Marco sudah berpakaian resmi dan mengenakan sepatu khusus untuk hari pernikahannya dengan Salsa di ruang lainnya dengan ditemani oleh Opa dan Oma nya juga Mama dan Papanya.


"Marco, ingat kamu harus rileks untuk ucapkan janji suci mu nanti di gereja ya?"pesan Pak Hendri Salim yang memberikan cemilan ringan kepada dirinya.


" Iya, Opa."jawab Marco yang mulai bersiap-siap untuk menjemput Salsa di ruang lainnya untuk acara minum teh pernikahan sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada kedua keluarga atau orangtua.


Marco terpesona dengan kecantikan Salsa usai bertemu dengan calon pengantinnya di pintu ruang lainnya meskipun ia melihat wajah Salsa di balik cadar pengantin wanitanya itu.


"Salsa, mari kita temui para orangtua di ruangan VIP di gedung pertemuan ini." kata Marco meraih jemari Salsa.


Mereka berdua bersujud di depan para orangtua dengan memberikan secangkir teh pengantin dan meminta restu dari para orangtua mereka di ruangan itu, dimana para orangtua memberikan angpao dan doa untuk mereka berdua.


"Terimakasih untuk Opa dan Oma." kata Marco dan Salsa dengan sikap hormat kepada Opa dan Oma mereka berdua.


Sesudah itu mereka berdua pergi ke gereja untuk acara pemberkatan pernikahan mereka berdua di gereja.Mereka berdua saling mengucapkan janji suci di hadapan Pastur yang memberkati mereka berdua.

__ADS_1


"Tuan Marco Antonio Brown Salim apakah Anda bersedia untuk menerima Nona Salsa Angelica Wijayanto sebagai istrimu baik suka ataupun duka?" tanya Pastur dengan senyuman ramah di depan mereka berdua yang sujud didepan meja altar patung Tuhan Yesus.


"Ya, Saya bersedia." jawab Marco tegas.


"Nona Salsa Angelica Wijayanto apakah Anda bersedia untuk menerima Tuan Marco Antonio Brown Salim sebagai suamimu baik suka ataupun duka? " tanya Pastur dengan senyuman yang sejuk kepada mereka berdua.


"Ya, Saya bersedia." jawab Salsa lantang.


"Baik, dengan ini Saya menyatakan bahwa Anda berdua telah sah menjadi suami-istri yang telah diberkati oleh Tuhan Yesus."kata Pastur yang meminta mereka berdua untuk menandatangani surat pernikahan mereka usai mereka saling mengucapkan janji suci mereka.


Marco dan Salsa menandatangani surat tersebut lalu mereka diizinkan untuk berciuman di depan para tamu undangan yang hadir di gereja untuk menyaksikan pemberkatan pernikahan mereka.


" Salsa, kita sudah sah menjadi suami-istri siang ini lho."kata Marco di telinga Salsa sambil jalan keluar dari gereja bersama dengan Salsa untuk masuk ke mobil pengantin di parkiran gereja.


"Ya,Kak Marco." jawab Salsa merona sesudah ia berada di mobil pengantin bersama Marco.


"Aku harus mematuhi perkataanmu dan menjadi seorang istri yang baik untukmu selamanya dan Aku wajib untuk melayani dirimu." jawab Salsa di pelukan Marco.


"Ya, tapi bukan sekarang lho Aku akan meminta pelayanan darimu." kata Marco yang membuka pintu mobil pengantin ketika mereka berdua tiba di rumah kediaman Salim untuk berganti pakaian sebelum menghadiri acara resepsi pernikahan di gedung hotel terbaik di Jakarta.


Salsa mengangguk paham meskipun ia gemetar karena ketakutan ketika ia teringat akan malam pertama yang harus dilakukannya pada malam hari ini setelah acara resepsi pernikahan mereka berdua.


"Salsa,pakai gaun cheongsam warna merah ini untuk acara resepsi pernikahan kita pada malam hari ini." Kata Marco melemparkan gaun warna merah kepada Salsa di kamar hotel.


"Ya, Kak Marco.Aku akan memakainya di kamar mandi usai Aku makan siang dan istirahat di kamar ini. " kata Salsa berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


Marco memerintahkan para pelayan untuk bantu Salsa berganti pakaian di kamar mandi.Ia sendiri duduk di sofa dan mengambil mangkuk isi sup bakso sapi dan memakannya dengan sendok di tangannya.


"Marco, ada yang ingin Aku bicarakan denganmu soal pekerjaan kita di daerah Nusa Penida, Bali." kata sepupunya yang bernama Ricco Salim yang telah datang ke kamar.


"Ricco, hari ini adalah hari pernikahanku, jadi ku mohon tidak membahas tentang pekerjaan di hari ini kepadaku." kata Marco tegas.


Tatapan mata Marco tertuju kepada Salsa yang telah datang kepadanya di ruang serbaguna di kamar itu. Ia pun memberikan tempat duduk di sampingnya untuk Salsa lalu menyuapi makanan ke mulut istrinya.


"Baiklah, silakan kalian nikmati waktu istirahat di kamar kalian sampai jam untuk acara resepsi pernikahan kalian tiba pada malam hari ini pukul tujuh malam." kata Ricco Salim yang segera tahu diri dan meninggalkan sepasang pengantin baru itu di kamar berduaan.


Salsa mengambil sendok dari tangan suaminya usai melihat Ricco Salim keluar dari kamar.Gadis itu masih merasa malu dan sungkan terhadap suaminya sendiri.


"Maaf, Kak Marco. Aku masih kikuk dan belum terbiasa dengan situasi yang seperti ini apalagi Aku baru saja berstatus sebagai istrimu."kata Salsa sopan kepada suaminya.


"Ya,baiklah.Aku juga ingin tidur dulu." kata Marco yang sudah berjalan ke tempat tidur lalu pemuda ini menjatuhkan dirinya di ranjang dan langsung terlelap.


Salsa menikmati makan siangnya dengan santai dan nyaman karena suaminya membiarkannya menikmati waktu santainya seorang diri.Ia pun memilih untuk bermain game online di hpnya di sofa.


"Salsa, selamat ya untuk hari pernikahanmu dan suamimu. Semoga kalian selalu langgeng terus sampai Kakek nenek dan cepat memperoleh momongan." ucapan selamat datang dari teman -teman sekolahnya di instagramnya maupun Fb nya.


"Sa, kamu cantik banget hari ini dan suamimu itu ganteng banget deh.. Pokoknya kalian berdua itu cocok banget.." ucapan selamat menempuh hidup baru juga disampaikan oleh para sepupu di pihak Papa dan Mamanya di WA nya.


Salsa pun mendapatkan saran untuk malam hari pertama pernikahannya dari Kakaknya di WA nya sampai ia merona sendiri apalagi kalau ia lihat ke arah suaminya yang tidur pulas di ranjang.


"Ahh,Aku ngeri sendiri membayangi nanti malam ini. Aku harus bagaimana..?" pikiran kalut di otak Salsa.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2