
Salsa memegangi surat formulir pendaftaran di dalam pelukannya saat ia berjalan dengan wajah tegang ke ruang pendaftaran kuliah di salah satu dari universitas terbaik di Jakarta.
"Aku mengizinkan kamu untuk kuliah di manapun kamu suka asalkan kamu bisa menjaga hati dan dirimu untukku seorang calon suamimu." kata Marco di HP nya beberapa hari lalu.
"Iya, Kak Marco.Kau tenang sajalah lagipula aku akan segera menikah denganmu usai Aku lulus SMA pada akhir bulan ini yaitu usai kamu pulang dari Bengkulu." kata Salsa memberikan jawaban yang menyenangkan untuk calon suaminya yang sangat posesif itu.
Maka di hari senin yang cerah dan merupakan sebuah awal yang baru untuk Salsa yang sudah bertekad untuk mendaftarkan diri di universitas yang diinginkannya.
"Nona Salsa Angelica Wijayanto silakan Anda taruh formulir pendaftaranmu di meja ini." kata salah seorang staff pendaftaran kepada Salsa.
"Iya,Mbak terimakasih." kata Salsa dengan nada sopan seraya menaruh formulir pendaftaran di meja kantor administrasi universitas tersebut.
Lalu Salsa mengikuti tes masuk ke universitas di inginkannya selama dua jam dan akhirnya ia pun dinyatakan lulus dan diterima untuk masuk ke universitas tersebut usai Ia lulus SMA nanti.
"Wahhh.. Aku harus merayakannya bersama Ella dan teman-temanku sekarang juga..! "seru Salsa melompat-lompat kesenangan karena lulus tes masuk universitas yang diinginkannya.
Salsa pun menghubungi teman-teman SMA nya untuk merayakan kesuksesannya itu di kafetaria favoritnya bersama dengan teman-teman SMA nya pada siang hari itu juga.
"Sa,kau memang pintar kok , jadi kau layak untuk masuk ke universitas yang kamu inginkan usai lulus SMA pada akhir bulan ini." kata Ecca yang bersorak-sorai untuk Salsa.
"Ya, Aku harus memberanikan diriku untuk terus maju dalam menggapai mimpi indahku sendiri." kata Salsa tersenyum bahagia di hadapan teman - temannya.
"Nah,berarti tak lama lagi kita semua akan jadi mahasiswi dan boleh dong untuk cari pacar."kata Astrid tertawa gembira membayangkan dirinya punya pacar ganteng dan diperkenalkan kepada teman-temannya.
"Memangnya selama sekolah kamu belum boleh untuk punya pacar?" tanya Ella cekikikan melihat ekspresi wajah polos Astrid.
"Iya,Bonyok itu tipe klasik banget yang selalu ngelarang anaknya pacaran di masa sekolah." jawab Astrid polos.
__ADS_1
"Hmm,tapi kamu pacaran sama Yonathan di belakang orangtuamu kan, Astrid? " tanya Ecca di kursi sebelah kanan Astrid sambil menikmati minumannya yang berupa jus jeruk segar.
"Aku belum menerima untuk menjadi pacarnya si Yonathan sejak awal bulan Maret tahun ini lho." kata Astrid menyangkal dengan cepat.
"Ahhh,kalau begitu selama ini kami dengar cuma gosipnya saja ya yang heboh di seluruh sekolah kita? " ucap Salsa tersenyum senang melihat Astrid digodain oleh Ella dan Ecca.
"Iya, gitu deh." kata Astrid merona sendiri.
Ella menatap Salsa dengan penuh arti seakan- akan temannya itu ingin ia cerita tentang pacar rahasianya di depan teman-temannya yang luar biasa disayanginya itu.
"Ekhem.. Apa, Ella? Kenapa Aku menatapku trus sih? "tanya Salsa mencoba untuk mengalihkan percakapan dengan asyik minum minumannya yang berupa lemon tea segar.
"Sa, cerita dong mengenai pacarmu atau cowok yang selama ini selalu pengen pedekate dengan kamu si Andreas itu kepada kami." kata Ella yang tersenyum sabar kepada Salsa.
"Apa? Kamu pacaran sama Andreas?"tanya Ecca cemberut.
"Oh,syukurlah.Aku lega bukan main." kata Ecca di depan Salsa sudah kembali ceria.
"Lalu siapa pacarmu, Sa? " tanya Ella penasaran sekali dengan pacar rahasia Salsa.
Namun sebelum Salsa menjawab pertanyaannya Ella sebuah lengan dari arah belakang punggung Salsa sungguh mengejutkan teman-temannya Salsa apalagi kalau orang itu yang menjawabnya dengan lantang.
"Aku pacarnya Salsa,perkenalkan namaku Marco Antonio Brown Salim." jawab cowok ganteng dan manis yang langsung duduk di kursi sisi kanan Salsa dengan mengulurkan tangan kanannya itu untuk menyapa teman-teman Salsa.
"Wahhh.. Ganteng banget..!" seru Ecca, Ella dan Astrid bersamaan melihat cowok ganteng itu merangkul Salsa dengan sikap manly sekali.
"Kak Marco, bukankah Kakak bilang beberapa hari lalu akan pulang dari Bengkulu pada akhir bulan ini? " tanya Salsa nada terkejut sekali pada Marco yang sudah mengambil minumannya dan meminumnya dengan santai saja.
__ADS_1
"Ada perubahan iklim dari Opa untuk kita berdua, dan Aku memang sudah merindukanmu,Salsa." jawab Marco yang wajahnya begitu dekat sekali dengan Salsa sampai gadis itu merona.
"Ohh? Aku baru saja akan mengirim pesan untuk Kak Marco mengenai Aku lulus tes masuk ke universitas pada hari ini." kata Salsa nada pelan di dekat Marco.
"Wow, kau sungguh membanggakan diriku yang menjadi tunanganmu,sayang." kata Marco yang merengkuh wajah mungil Salsa dengan sebelah tangan lalu mengecup bibir Salsa dengan cepat sekali.
Ella, Astrid dan Ecca kaget mendengar ucapan dari Marco yang mengatakan bahwa Salsa ini sudah tunangan dari cowok ganteng itu dan kini mereka melihat Marco mencium bibir Salsa di depan mereka begitu saja.
"Kak Marco.. " panggil Salsa dengan wajahnya itu memerah malu karena dicium oleh Marco di depan teman-temannya.
"Apa, Salsa? Kamu tak perlu malu memberitahu teman-teman mu mengenai kita berdua yang sudah bertunangan secara resmi dan kita juga akan segera menikah setelah kamu lulus SMA pada bulan ini yakni tiga hari dihitung dari hari ini usai perayaan perpisahan sekolahmu dan ketiga orang temanmu ini." kata Marco nada santai saja tanpa mengalihkan perhatiannya dari Salsa yang menurutnya semakin manis saja.
"Salsa.. Wahh.. Selamat ya untukmu dan Kakak ganteng ini." kata Ella yang cepat menyalami Salsa dan Marco dengan diikuti oleh Astrid dan Ecca yang menatap mereka dengan takjub.
"Ya,terimakasih banyak atas ucapan selamat dari kalian untuk kami. Ohya, Salsa sayang apa kamu belum memberikan undangan pernikahan kita kepada teman-temanmu? " tanya Marco di dekat Salsa.
"Belum." jawab Salsa gugup.
"Ah,Kau ini.. " kata Marco menghela napas lalu ia mengeluarkan tiga kartu undangan pernikahan dari tas kecilnya dan diberikannya kepada Ecca, Ella dan Astrid.
"Terimakasih atas undangan pernikahan ini pada kami bertiga dan jangan khawatir karena kami akan datang untuk menyaksikan hari bahagia untuk sahabat kami, Kakak ganteng." kata Ella yang mewakili kedua orang temannya dengan sikap sopan kepada Marco.
"Ya, sama-sama. Baiklah, Aku harus mengajak Salsa untuk persiapan pernikahan kami yaitu aku harus membawanya ke salon kecantikan dan butik." kata Marco meraih jemari Salsa.
Salsa pun mengikuti Marco pergi dari kafetaria favoritnya dengan sikap patuh terhadap pria itu yang menyuruhnya untuk masuk ke mobil sport warna silver yang sudah menunggu mereka di lobi kafetaria favoritnya itu.
Bersambung!!
__ADS_1