
"Kak Marco,maafkan Salsa.. " kata Salsa dengan wajah pucat ketakutan akan dimarahi dan di hukum oleh Marco.
Marco mendorongnya masuk ke dalam lift yang langsung menuju ke ruang pribadi Marco yang berada di lantai tiga rumah Pak Hendri Salim,dan begitu mereka berdua berada di ruangan pribadi Marco.
"Salsa, Aku takkan pernah menghukummu jika kamu mematuhi segala perintahku yang menjadi tunanganmu." kata Marco menatap gadis yang duduk di sofa depan tempat tidurnya.
"I.. Iya, Kak Marco. Tapi, tolong ampuni Salsa ya untuk kali ini saja? " pinta Salsa dengan gemetar.
Marco tak menjawabnya melainkan memberikan sebuah gaun malam kepangkuannya sampai ia mengerjapkan matanya tak percaya dengan apa yang barusan di lihatnya itu.
"Mandi,pakai gaun malam itu, dan temani Aku ke pesta perjamuan malam dengan keluarga dalam Opa Hendri. " perintah dari Marco kepada Salsa.
"Ehh..? " Salsa kebingungan melihat Marco yang menatapnya dengan galak.
"Aku tak suka untuk mengulangi perkataanku." kata Marco mengangkat dagu Salsa dengan jari telunjuknya lalu memberikan ciuman di kening Salsa.
Kemudian meninggalkan Salsa di kamarnya dan Ia sendiri menemui keluarganya yang semuanya sudah menunggu kedatangannya dan tunangan nya di lantai dua.
"Hai, Marco. Kau pergi kerja di Pontianak tidak sampai satu hari sudah pulang lagi ke sini? " tanya Seila sepupunya dari pihak Mamanya yang menyapanya di pintu ruang pesta di lantai dua.
"Ya, Opa minta Aku untuk mengurus perusahaan barunya di Bali usai acara pesta peresmian dari pertunangan antara Aku dengan Salsa secara resmi di hadapan para anggota keluarga dan kerabat dekat maupun jauh Opa kita." jawab Marco dengan senyum dibibirnya kepada Seila di pintu.
Sorotan mata Marco tertuju kepada Salsa yang sudah datang kepadanya dengan mengenakan gaun malam pemberiannya dan Ia terpesona dengan kecantikan tunangannya itu, lalu Marco segera meraih jemari Salsa untuk diajak berjalan bersamanya ke dalam ruangan pesta.
__ADS_1
Pak Hendri Salim dan keluarganya terpana oleh pasangan muda yang berjalan ke arahnya, Ia pun memberikan senyuman terbaiknya untuk Marco dan Salsa.
"Marco dan Salsa dimulai hari ini secara resmi adalah tunangan yang dalam istilah keluarga kita bahwa Salsa Angelica Wijayanto resmi telah terikat benang merah dengan Marco Antonio Brown Salim." kata Pak Hendri Salim nada tegas dengan memberikan sepasang cincin berlian motif bintang-bintang kepada Marco dan Salsa di hadapan keluarga, kerabat dan handai taulan nya.
"Marco,silakan kamu pakaikan cincin berlian itu ke jemari manis Salsa." kata Pak Billy Salim Papa dari Marco.
Marco pun memakaikan cincin berlian ke jemari manis Salsa dengan patuh.Ia menatap wajah manis tunangannya dengan senyuman bahagia mempunyai tunangan secantik Salsa.
"Salsa, silakan kamu juga memakaikan cincin itu ke jemari manis Marco."kata Pak Rudi Wijayanto Papanya Salsa.
Salsa mematuhi Papanya dengan memakaikan cincin berlian ke jemari manis Marco.Gadis itu tersenyum manis untuk Marco di depan keluarga dan kerabat Papa dan Mamanya.
"Marco dan Salsa, kalian akan menikah setelah Salsa lulus SMA tahun ini yakni sebelum Salsa kuliah di Universitas Harvard University, Boston. Dan, untuk kamu Marco. Kau akan membantu Opa menjalani perusahaan di sana juga." kata Pak Hendri Salim nada tegas kepada keduanya di depannya.
"Ahhh, Opa,apakah kita tak bisa menunggu Salsa lulus kuliah barulah Aku menikah dengannya? " tanya Marco yang merasa kasihan kepada Salsa yang belum pernah menikmati masa remaja dan muda dengan puas hati.
"Hmm, Marco pacaran setelah menikah sangat baik daripada pacaran sebelum menikah sangat tidak baik untuk kalian dan nama baik kedua keluarga kita." kata Pak Rudi Wijayanto papanya Salsa yang sudah tak sabar untuk memperoleh status sebagai mertua pemilik perusahaan elit di Indonesia dan Asia-pacifik.
"Hmmm,baiklah O'om Rudi Wijayanto yang baik. "jawab Marco segera supaya para orang tua tak lagi menceramahi dirinya terus menerus.
"Salsa,kau dengarkan dengan baik-baik setiap perkataan yang diucapkan oleh Marco untuk kau bisa menghormati calon suamimu dengan sikap sopan santun seorang gadis terhormat."kata Bu Lisa Wijayanto Mamanya Salsa kepada Salsa di sofa dekat perapian klasik di ruang pesta.
"Iya, Mama. Salsa akan mendengarkan segala perkataan dari Kak Marco dengan patuh." jawab Salsa sopan kepada Mamanya yang memeluk hangat dirinya.
__ADS_1
Marco disibukkan dengan para sepupunya yang duduk di kursi depan meja bundar yang berada di sudut kanan ruang pesta dengan canda tawa yang riang sampai menggema di seluruh ruang pesta.
Dennis Rodman tampak kesal dengan Marco di depannya yang dinilainya terlalu berlebihan agar Marco mendapatkan nilai lebih dari Opa Hendri Salim.Pemuda usia dua puluh lima tahun ini pun memilih untuk meninggalkan ruang pesta untuk pergi ke ruang lain.
"Hai, Dennis.Kamu sedang apa di taman seorang diri saja? "sapa Seila dari ruang lain di rumah Pak Hendri Salim dengan sikap ramah.
"Hai juga Seila.Aku sedang mencari udara segar saja kok."jawab Dennis Rodman nada sopan dan ramah kepada Seila.
" Oh, ku kira kamu merasa cemburu karena Salsa ternyata tunangannya Marco? "ucap Seila nada menyindir Dennis Rodman.
"Tidaklah.Aku bukanlah seorang sepupu yang mempunyai sifat kikir dan berhati sempit yang seperti kamu kira, Seila." ujar Dennis Rodman di depan Seila.
"Baguslah,kalau kamu seorang sepupu yang baik dan dewasa untuk Salsa dapat bahagia dengan Marco pria yang sudah dipilihkan oleh Opa Hendri Salim untuknya dari dirinya masih bayi merah." kata Seila yang mendekati Dennis yang meraih dagunya dengan telapak tangan lalu pria muda ini mengecup lembut pipi Seila.
"Seila,bagaimana denganmu yang sudah lama ku ketahui mencintai Marco yang merupakan teman sepermainanmu sejak kalian kanak-kanak TK?" tanya Dennis dengan sinis kepada Seila.
"Aku bisa melupakan Marco dengan Aku dapat meraihmu,Den." jawab Seila menendang lutut kaki kiri Dennis sampai pria muda sepupunya itu menarik lutut dengan cepat.
"Kau ini jadi cewek kasar banget sih..!" bentak Dennis yang semakin kesal karena Seila sepupu lainnya itu mengolok-olok dirinya.
Seila segera masuk kembali ke ruang pesta agar Dennis tak mencari kesempatan untuk balas dendam atas sikapnya terhadap pria muda yang wataknya penuh rasa iri hati terhadap Marco.
"Sei,apakah kamu mau minum vodka dingin? " tanya Yugo sepupu lainnya lagi yang mendatangi Seila di pintu masuk ke dalam ruang pesta.
__ADS_1
"Oh, boleh, terimakasih Yugo." jawab Seila nada centil kepada Yugo.
Bersambung!