
Marco memenuhi tugas yang diberikan oleh Opa Hendri Salim untuk melakukan kunjungan kerja ke daerah Bengkulu Utara untuk menemui agen resmi dari kayu pilihan untuk membuat rak buku di pabrik daerah Pamulang.
"Pak Samsul, kayu apa yang kamu kerjakan saat ini di gudang kayu di hutan daerah ini? " tanya Marco mengamati salah seorang pekerjanya di gudangnya langsung.
"Kayu meranti merah,Pak Marco." jawab pekerja itu kepada Marco.
"Oh,ya sudah kau kerjakanlah dengan sebaik- baiknya." kata Marco melewati pekerja itu lalu ia menemui kepala gudang di ruangan pribadinya.
*****
SMA Mutiara Bangsa, Jakarta.
Sementara itu Salsa sedang menantikan kabar dari kelulusannya setelah UN nya berakhir pada tanggal yang telah ditentukan oleh sekolah dan dinas pendidikan Indonesia.Ia dan para sahabat sekolahnya mengisi hari -hari terakhir di SMA dengan bersenang-senang dengan mengunjungi rumah-rumah teman, Jalan-jalan ke mal dan sebagainya.
"Wahh, ayo kita foto di depan Monas." kata Ella di sisi kanan Salsa.
"Iya,ayo.. " jawab Salsa mengajak yang lainnya mengikuti Ella berdiri di depan Monas.
Setelah mereka mengunjungi Monas yang selalu menjadi ikon Ibukota Jakarta, mereka juga tidak lupa untuk mengunjungi museum-museum di kota tua Jakarta sebagai kenangan indah yang akan selalu mereka kenang untuk selamanya.
"Wahh, mari kita lihat pameran pekan raya untuk kita dapat mencicipi segala macam jajanan nusantara seperti kerak telor,gulali kapas, soto betawi dan kue Pancong." kata Salsa mengajak teman-temannya mengunjungi PRJ di hari yang sangat istimewa bagi Ibukota Jakarta yaitu hari ulang tahun Ibukota Jakarta.
"Iya, ayooo...! " seru teman-temannya ramai.
Mereka sampai nyaris melupakan waktu untuk pulang ke rumah karena keasyikan berwisata ria di sekeliling Ibukota Jakarta sebagai kenangan indah yang takkan pernah mereka lupakan usai mereka lulus SMA dan berpisah satu sama lain.
"Salsa, ingat ya kalau kamu harus datang ke reuni kita kapanpun akan diadakan oleh kita- kita yang menjadi sahabat masa sekolahmu usai hari ini dan hari wisuda juga perpisahan kita." kata Ecca memberikan pelukan hangat kepada Salsa dan teman-temannya sebelum mereka berpisah untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
__ADS_1
"Iya, Ecca. Pasti aku akan selalu ingat kenangan indah kita semua baik di hari ini maupun di hari yang akan datang."kata Salsa membalas pelukan hangat temannya.
Lalu Salsa masuk ke dalam mobil taksi online di depan pintu gerbang PRJ dan ia mendapatkan pesan WA dari Marco yang menanyakan soal dirinya yang belum pulang ke rumah Pak Hendri Salim.
" Iya,Kak Marco.Aku sedang di perjalanan pulang ke rumah Opa sesudah Aku dan teman-temanku merayakan hari terakhir UN."tulis Salsa di WA untuk Marco.
"Ya, cepatlah pulang ke rumah lalu mandi, makan malam dan tidur."kata Marco yang menelepon Salsa untuk memastikan bahwa tunangannya itu benar-benar sedang perjalanan pulang ke rumah dan tidak berdusta padanya.
"Iya,Kak Marco.Ohya, kakak sampai kapan di kota Bengkulu? " tanya Salsa nada lembut untuk Marco tak menceramahi dirinya mengenai ia pulang dari jalan-jalan bersama teman-temannya sudah akan jam makan malam.
"Aku di sini sampai akhir bulan ini, jadi kamu di Jakarta harus bisa menjaga dirimu dengan baik, karena kamu saat ini jauh dariku dan intinya aku tak mau kamu melakukan kesalahan yang dapat merusak kepercayaan ku kepadamu." jawab Marco yang menatap layar hpnya untuk melihat tunangannya yang sedang duduk di dalam mobil taksi online.
"Iya,Kak Marco.Kau tenang sajalah." kata Salsa tersenyum manis yang mendatangkan rasa tenang di hati Marco.
"Baiklah, Salsa. Aku mau kembali bekerja dan sampai jumpa nanti malam sebelum kamu tidur, Aku akan meneleponmu lagi." kata Marco yang akhirnya mengakhiri percakapan mereka di HP mereka masing-masing.
"Hai, Salsa apa kabarmu? " sapa Dennis ramah di depan Salsa yang membawa tas sekolah di punggungnya.
"Hai juga Kak Dennis. Kabar Salsa baik, terima kasih Kak." jawab Salsa tersenyum sopan dan ramah kepada Dennis.
"Oh, syukurlah.Baiklah,silakan kamu masuk ke dalam rumah dan istirahatlah karena hari sudah malam ya tentunya kamu sudah lelah." kata Dennis melambaikan tangannya kepada Salsa di tangga lalu melewati gadis cantik itu.
Salsa melanjutkan perjalanannya menuju ke arah dalam rumah.Dennis melihat punggung gadis itu menghilang dari pandangan mata Dennis yang berdiri di samping mobil pribadi pemuda tampan ini.
"Hei, Den..Ngapain kamu di situ malam-malam?" tanya Seila sepupunya yang baru saja keluar dari mobil lain di sebelah kanan mobilnya terparkir di garasi rumah Pak Hendri Salim.
"Bukan urusanmu."jawab Dennis nada judes.
__ADS_1
"Ughh, judes banget sih kamu jadi sepupu." kata Seila seraya mendengus kepada Dennis sebelum melangkah menuju ke tangga untuk masuk ke dalam rumah.
Dennis membuka pintu mobilnya lalu masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobil menuju ke arah jalan raya usai melewati pintu gerbang dari rumah Pak Hendri Salim.Di dalam mobilnya, Ia menelepon temannya untuk menemuinya di kos tempat tinggalnya yang lain di Jakarta.
"📱Devina, kau sedang sibuk atau tidak? "
"📱Aku tidak sibuk, kenapa? "
"📱Temui Aku di kosan ku yang biasa."
"📱Ok, segera. "
Dennis juga mencari tahu mengapa sepupunya yang lain yaitu Marco dikirim ke Bengkulu oleh Opa mereka pada siang hari ini melalui salah seorang temannya yang tinggal di kota itu untuk ia dapat informasi tersebut.
Salsa yang sudah rapi dan wangi memilih untuk tidak makan malam bersama Opa dan keluarga tunangannya.Ia memilih untuk mengutak-atik laptopnya untuk mencari universitas yang cocok untuk dirinya.
"Aku harap Kak Marco mengizinkan Aku untuk kuliah di universitas ini." kata Salsa penuh harap usai Ia merasa cocok untuk kuliah di universitas yang sama dengan universitas Astrid salah satu dari tiga orang temannya itu di laptopnya.
Lalu terdengar suara hpnya berdering di ranjang di dekat meja belajarnya. Ia pun mengambil HP dan mendengar suara Marco yang menanyakan soal kesibukannya di sekarang.
"📱Kak Marco, Aku sedang melihat-lihat gedung kampus di layar laptopku." kata Salsa dengan suaranya yang begitu mengharapkan keinginan hatinya untuk kuliah dapat dikabulkan oleh pria muda yang menjadi tunangannya itu.
"📱Ya, lalu? "
"📱Kak Marco, Aku ingin kuliah seperti teman- teman sekolah usai Aku lulus SMA pada akhir bulan ini. " jawab Salsa nada memelas kepada Marco.
Bersambung!!
__ADS_1