Janji Cinta Sepupuku

Janji Cinta Sepupuku
Bab 22.


__ADS_3

Marco mengajak Salsa ke butik untuk mencoba beberapa gaun pengantin pada sore hari itu, dan pria muda ini memerintahkan para staff butik itu untuk mencarikan gaun pengantin paling mewah untuk Salsa.


"Nona Salsa, silakan Anda coba gaun pengantin yang sudah Saya rancang untuk Anda." kata para staff butik kepada Salsa.


Salsa pun diajak untuk berganti pakaian dengan gaun pengantin di ruang ganti lalu menunjukkan gaun pengantin yang dikenakannya pada Marco di ruang tunggu.


"Wah, Aku suka gaun pengantin ini." kata Marco yang terpesona dengan kecantikan Salsa.


"Baik, Saya akan mempersiapkannya untuk Nona Salsa sesuai dengan keinginan Tuan Marco." kata staff butik itu dengan sikap sopan kepada Marco yang menganggukkan kepalanya dengan senang.


Setelah dari butik, Salsa di ajak ke salon untuk mendapatkan perawatan kecantikan untuk calon pengantin ekslusif di salon kecantikan terbaik di Jakarta sesuai dengan keinginan Marco yang ingin calon pengantin wanitanya di hari spesial mereka akan tampil secantik mungkin.


"Aku juga akan membantumu untuk menyiapkan pakaian, sepasang sepatu, mahar dan sebagai nya untuk kamu tahu bahwa menjadi pengantin wanita ku akan selalu bahagia." kata Marco yang mendekati Salsa di ruang refleksi.


"Iya, Kak Marco.Lalu dimana kita akan tinggal sesudah kita menikah? " tanya Salsa yang bibir manisnya di kecup lembut oleh bibir Marco.


"Di rumah yang sudah disiapkan oleh Opa kita di USA." jawab Marco yang memberikan ciuman di bibir sebanyak tiga kali kepada Salsa.


"Bukankah Aku akan kuliah di Jakarta? Kenapa rumah kita di USA? " tanya Salsa menggunakan tisu untuk mengelap bibirnya yang basah usai di cium oleh Marco.


"Kau akan kuliah di Boston, Salsa. Dan, Aku akan memulai karier di sana untuk membantu usaha Opa yang sedang berkembang di sana." jawab Marco lembut sekali kepada Salsa.


"Oohh.. Kalau begitu Aku akan segera berpisah dengan keluarga dan teman-teman sekolahku secepat ini. " kata Salsa muram kepada Marco di sofa depan tempat tidur ruang refleksi di salon kecantikan.


"Ya, tapi kita akan bisa pulang ke Indonesia usai kita berhasil satu sama lainnya di dalam gapai mimpi indah kita dan mempunyai seorang anak laki-laki untuk menjadi penerus tahta kerajaan bisnis Opa Hendri Salim."kata Marco memberi harapan untuk Salsa dapat merasa tenang dan sabar.


" Ahhhh, baiklah Kak Marco."kata Salsa dengan senyumannya kepada Marco.

__ADS_1


*****


Di kosan Bunda Mawar, Jakarta Selatan.


Terlihatlah Dennis Rodman sedang bermain judi bersama dengan teman-teman gengnya sambil minum wine dan memeluk seorang gadis cantik di sampingnya.


"Den,apa rencanamu untuk membuat Opa Hendri Salim-mu dapat yakin bahwa dirimu bisa kerja di jabatan sebagai wakil direktur utama PT nya di kota Denpasar usai kamu menyarankan agar Opa Hendri Salim-mu menikahkan Marco dan Salsa secepatnya dan mengirim mereka berdua ke luar negeri? " tanya Devina gadis cantik yang bersulang wine dengannya.


"Menikahi seorang gadis pilihan Opa tentunya." jawab Dennis nada jenuh.


"Ehhh.. Lalu aku bagaimana? " tanya Devina yang segera marah mendengar jawabannya.


"Tetap menjadi kekasihku kapanpun Aku mau kamu." jawab Dennis yang meraih pinggang kecil Devina dengan sebelah lengan saja lalu Dennis mencium gadis itu.


"Emm,Aku tak mau menjadi simpananmu terus menerus seperti ini,Den.Aku ingin menjadi istri mu lho. " kata Devina mendorong Dennis dengan kasar untuk menjauh darinya.


"Benarkah, Den? Kamu akan mengajakku untuk berkenalan dengan keluargamu? " tanya Devina yang kembali membiarkan tangan pemuda ini merangkulnya.


"Ya, benaran." jawab Dennis menundukkan wajah lalu mencium kembali gadis dipelukannya.


Sekitar jam delapan malam, Dennis membuka hpnya untuk melihat pesan dari Mamanya yang menanyakannya kapan dirinya pulang ke rumah orangtuanya untuk berjumpa dengan gadis calon istrinya yang akan segera dipertemukan dengan dirinya oleh Opa Hendri Salim-nya.


"Besok pagi Dennis akan pulang ke rumah, Ma. Ohya, bisakah Mama kirimkan foto calon ku dulu kepadaku? " tulis Dennis di WA.


"Tak bisa, Den. Opa Hendri Salim-mu bilang dia ingin memberikan kejutan istimewa kepadamu saat kamu pulang ke rumah." tulis Mamanya di WA.


"Hmm, Dennis semakin penasaran deh. Ya, oke deh,Dennis akan sabar untuk jumpa dengan calonnya Dennis." tulis Dennis di WA.

__ADS_1


Devina datang ke ruang makan dengan bawakan bungkusan berisi dua bungkus sate ayam dan dua piring dari dapur kepada Dennis yang segera menutup WA nya untuk menikmati makanannya bersama dengan kekasihnya.


*****


Rumah Pak Hendri Salim.


Marco mengantarkan Salsa untuk pergi ke arah kamar gadis itu yang berada di lantai dua namun ia ingat kalau gadis itu sudah tinggal di kamar pribadinya di lantai tiga. Maka ia mengajak gadis itu naik lift untuk langsung ke kamar pribadinya.


"Kak Marco, Aku pergi mandi dulu ya gerah dan lengket banget nih." kata Salsa sambil jalan ke ruang pakaian untuk mengambil piyamanya dan jalan ke kamar mandi.


Marco tak menjawabnya karena pemuda ini ada di luar kamar pribadi untuk bicara dengan salah seorang sepupunya yang bernama Ricco Salim yang mendatangi pemuda ini untuk membahas tentang pekerjaan mereka.


"Eh,data pembelian bahan-bahan terbaik untuk membuat lemari pakaian elektrik seperti apa yang kamu tunjukkan kepadaku. " kata Marco di depan sepupunya yang usianya lebih besar dua tahun darinya.


"Seperti yang Aku kirim gambarnya ke WA mu." kata Ricco Salim meminta Marco untuk lihat WA nya.


"Ah, ya.. " kata Marco nyengir minta maaf karena ia belum lihat gambar contoh dari bahan-bahan terbaik untuk membuat lemari pakaian elektrik di WA nya sendiri.


"Ish, kau ini... " kata Ricco Salim gemas sendiri kepada Marco.


Pandangan mata Ricco Salim tertuju pada gadis cantik yang baru saja keluar dari lift dan pria di sebelah Marco segera menyenggol lengan kiri sepupunya itu sampai Marco kaget.


"Eh, ada apa? " tanya Marco melirik sebal namun sopan kepada Ricco Salim.


"Sheila datang kepada kita, Marco." jawab Ricco Salim yang memutar sepasang matanya dengan jengkel terhadap gadis cantik yang berjalan ke arah mereka dengan sikap memikat.


Marco mengangkat tatapannya dari layar hpnya ke Sheila yang sudah berdiri di depannya dan Ricco Salim dengan sikap anggun namun ia tak pernah tertarik pada gadis sepupunya itu maka ia menoleh ke belakang dan menemukan Salsa sudah datang kepadanya dengan sikap sopan dan manis sekali.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2