Janji Cinta Sepupuku

Janji Cinta Sepupuku
Bab 15.


__ADS_3

Marco terbangun di pagi hari yang cukup cerah di ruangan lain dalam kamarnya sendiri.Pemuda tampan itu berguling-guling dari tempat tidurnya lalu melompat dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi.Namun,Ia terhenti sejenak untuk ia bisa melihat Salsa yang masih terlelap di tempat tidurnya yang lain.


"Malaikat kecilku cantik sekali meskipun gadis itu masih tidur pulas." kata Marco yang meloncat ke tempat tidurnya lalu mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi Salsa yang halus.


Salsa yang merasa ada seseorang yang berada di sampingnya itu tiba-tiba membuka sepasang matanya dan kaget melihat adanya Marco yang sedang menatapnya dengan tatapan mata yang membuatnya merinding.


"Kak Marco, kau sedang apa disini?" tanya Salsa cepat mendorong Marco untuk menjauhkan diri darinya.


"Oh, Aku ingin mengucapkan selamat pagi untuk kamu, Salsa." jawab Marco bersimpuh di tempat tidurnya sambil tersenyum tampan kepada Salsa yang segera bangun dan ingin turun dari tempat tidur namun lengannya di tahan oleh Marco yang mendekatkan diri ke arahnya.


"Kak,terimakasih untuk ucapan selamat pagi dari mu cuma tolong kamu jangan terlalu mendekati aku seperti ini." kata Salsa dengan gemetaran di dekat Marco yang menyentuh bibirnya dengan punggung jari telunjuk kanan pemuda tampan itu dan tatapan mata pemuda tampan itu begitu menggetarkan jantungnya.


"Emm,sama-sama Salsa.Ayo cepat kamu pergi mandi dan bersiap untuk sarapan pagi di bawah lalu pergi ke sekolah bersama denganku." kata Marco tersenyum menawan hati Salsa sebelum gadis cantik dan manis itu turun dari tempat tidurnya lalu berjalan ke arah kamar mandi.


Selagi Marco menunggu gadis itu selesai mandi dan berpakaian seragam sekolah serta merias diri di depan cermin.Ia tak pernah berhenti untuk memerhatikan setiap gerak-gerik gadis manis di depannya itu sebelum ia harus segera mandi di kamar mandi.


Salsa yang sudah rapi dan wangi menunggu di ruang serbaguna di kamar tidur Marco sambil memandangi suasana ibukota Jakarta dari daun jendela yang terbuka lebar dari balkon kamar itu.


"Ramai seperti biasa tak pernah ada perubahan dari manapun kau melihat kota ini." kata Marco di belakang Salsa sudah berpakaian kerja yang rapi dan wangi yang menggugah perasaan di hati Salsa.


"Ya,namun pemandangan gedung-gedung tinggi pencakar langit merupakan ciri khas dari kota Jakarta yang selalu memberikan aku semangat dalam menggapai mimpi indahku di masa depan ku." kata Salsa nada lembut kepada Marco lalu berbalik dan berjalan ke pintu kamar yang sudah dibuka oleh Marco.

__ADS_1


"Ayo kita temui mereka di lantai bawah untuk kita dapat sarapan pagi bersama dengan mereka." kata Marco berdiri di depan pintu kamar untuk Salsa melewatinya lalu menutup pintu kamarnya setelah Salsa berjalan di lorong menuju ke arah lift. Marco membuntuti gadis itu dengan langka tegak yang menambah daya tariknya sebagai seorang pria dewasa yang sangat tampan dan gagah perkasa.


Di lobi menuju ke ruang makan.Marco dan Salsa berpapasan dengan Dennis Rodman dan Seila Natalie yang baru saja keluar dari kamar mereka masing-masing.


"Selamat pagi untuk sepupu-sepupuku yang luar biasa." sapa Seila Natalie yang bergegas untuk menghampiri keduanya untuk memberikan satu kecupan manis di pipi keduanya sebagai salam pagi yang seringkali dilakukan oleh gadis cantik yang besar di Italia.


"Ya, selamat pagi untukmu juga."sapa balik Salsa dan Marco dengan ramah.


"Ya, yuk kita masuk ke ruang makan untuk kita semua dapat bergabung dengan mereka untuk sarapan pagi bersama dengan mereka di dalam sana." kata Marco nyengir lebar kepada sepupu perempuannya yang berambut pirang.


"Iya,ayo.. " sahut Seila Natalie meraih lengannya untuk masuk ke ruang makan bersama-sama.


"Den,ayo cepatan kamu jalannya,"kata Marco ke arah belakangnya.


Setelah mereka berada di ruang makan.Mereka segera duduk di kursi makan mereka masing- masing lalu menikmati sarapan pagi bersama dengan Opa Hendri Salim dan semua anggota keluarga mereka.


"Marco,sesudah kamu sarapan pagi,Opa mau bicara berdua denganmu di ruang pribadi Opa." kata Pak Hendri Salim dengan tatapannya itu tertuju pada Marco.


"Iya,Opa." jawab Marco nada patuh kepada Pak Hendri Salim di kursi makan paling ujung di ruang makan.


Maka Marco pun membisikkan sesuatu kepada Salsa yang mengangguk paham untuk menanti pemuda tampan itu di teras rumah karena Marco akan berbicara berdua dengan Pak Hendri Salim di ruang pribadi Opa mereka sesudah mereka selesai sarapan pagi.

__ADS_1


"Salsa,gimana kalau aku yang mengantarkanmu ke sekolah?"tanya Dennis Rodman menghampiri Salsa di teras rumah kediaman Pak Hendri Salim dengan senyuman ramah.


"Maaf,Kak Dennis.Aku tak mau merepotkan Kak Dennis." jawab Salsa sopan.


"Tak repot kok,Sa.Lagipula Aku sekalian pergi ke kantor yang jaraknya searah dengan sekolahmu. " Kata Dennis Rodman dengan senyuman ramah kepada Salsa.


Namun sebelum Salsa menjawabnya datanglah Marco yang langsung meraih jemari Salsa lalu mengajak gadis itu turun ke halaman depan agar mereka tiba di mobil yang sudah di siapkan oleh supir pribadi Marco.


"Mmm,Marco keterlaluan sekali sikapnya itu." gumam Dennis Rodman yang merasa sebal lihat Marco begitu posesif terhadap Salsa sehingga ia tak pernah bisa mendekati gadis itu lagi.


"Dia bukan lagi Marco yang dulu,Den." kata Pak Hendri Salim dengan senyuman memperingati Dennis Rodman untuk cucunya yang satu ini tak pernah mengganggu hubungan antara Salsa dan Marco.


"Hmm, kita lihat saja nanti Opa.Dia cuma ingin di lihat di sepasang mata Opa saja sebagai cucu yang berbakti." kata Dennis Rodman kepada Pak Hendri Salim dengan senyuman sinis di bibirnya.


Dennis Rodman meninggalkan Pak Hendri Salim di teras rumah dengan langkah cepat sehingga ia dapat sampai ke mobilnya yang terparkir di halaman depan rumah lalu melajukan mobilnya ke arah pintu gerbang dengan kecepatan tinggi.


Pak Hendri Salim menoleh kebelakang untuk melihat Seila Natalie yang berjalan ke arah teras rumah lalu menyalami tangan kanannya sebagai tanda pamit sebelum cucu perempuannya itu ke arah parkiran mobil.


"Pa,kelihatannya kita harus mencarikan jodoh yang ideal untuk Dennis Rodman supaya anak itu bisa melupakan cinta pertamanya kepada Salsa agar kita juga sebagai orangtua dapat hidup tenang." kata Pak Surya Salim Papanya Dennis Rodman Salim menghampiri Pak Hendri Salim di teras rumah.


"Ya,kau benar sekali Surya.Aku sudah lama mau membicarakan tentang perjodohan antara anak laki-laki mu dengan Marissa Grace cucu dari sahabatku yang baru saja pulang dari kuliahnya di Inggris ke Jakarta sekitar beberapa hari lalu. " kata Pak Hendri Salim menepuk-nepuk bahu kiri Pak Surya Salim lalu kembali ke dalam rumah.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2