
Satu bulan Kemudian sesudah menghadiri acara pemakaman sepupu mereka Dennis Rodman di Indonesia. Marco dan istrinya kembali ke USA untuk menetap di sana untuk selamanya.Mereka pun menikmati hidup yang bahagia dan nyaman dengan karir mereka masing-masing berjalan dengan baik sesuai dengan harapan mereka.
Dan, di suatu hari Salsa merasakan mual- mual dan muntah di tiap pagi hari.Hal ini membuat hati Marco cemas terhadap kesehatan istrinya.Ia pun mengantarkan istrinya ke rumah sakit dan di sana ia mendapatkan laporan hasil kesehatan istrinya yang ternyata hamil untuk pertama kali.
"Aku akan segera menjadi seorang Papa..!" sorak Marco memeluk istrinya yang menangis bahagia di pelukannya.
"Ya, Kak Marco. Aku pun sangat bahagia karena Aku akan segera menjadi seorang Mama.." kata Salsa yang merasakan denyut lembut di bagian bawah perutnya dengan airmata kebahagiaan di kedua matanya.
Marco memberikan kecupan lembut di bibir dan sepasang mata indah Salsa untuk ungkapan rasa sayang, cinta dan berterimakasih yang luar biasa tulus kepada istrinya yang sudah begitu sabar dan ikhlas dalam menjalani kehidupan di dalam rumah tangga bersamanya.
*****
Jakarta, Indonesia.
Ella menunggu kedatangan Eric pria yang sangat dicintainya di bandara internasional sebelum ia meninggalkan Indonesia untuk kuliah dan kerja di luar negeri. Ia duduk di kursi lobi menunggu jadwal penerbangan internasional pesawat yang akan ditumpanginya itu.
"Ella.. " suara Eric yang amat dirindukannya telah di dengar dari belakangnya. Gadis itu pun segera berbalik dan menemukan kekasihnya menatap dirinya dengan kelembutan. Ia pun merangkul kekasihnya dengan penuh cinta yang tulus.
"Eric,Aku akan segera pulang ke Indonesia usai lulus dari kuliahku dan sukses maka kamu harus berjanji untuk setia padaku di sini." kata Ella yang mengecup bibir kekasihnya.
"Ya, Ella. Aku akan menunggumu disini.Ohya, Aku punya sesuatu untukmu." kata Eric menatap lembut gadis cantik di depannya.
__ADS_1
"Apa? " tanya Ella tersenyum sabar kepada Eric.
"Tutup kedua katamu dulu." pinta Eric membelai lembut rambutnya yang panjang.Ia pun patuhi perkataan kekasihnya dengan menutup kedua matanya sambil tersenyum sabar sekali.
Eric mengeluarkan kotak kecil dari saku kemeja lalu membuka kotak kecil itu dan mengeluarkan sebuah cincin berlian yang cantik lalu dipakaikan di jari manis Ella.
"Sekarang bukalah sepasang matamu, sayang." kata Eric begitu lembut sekali kepada Ella.
Ella tersenyum lembut dan melihat cincin berlian di jari manisnya.Gadis itu menangis bahagia di depan Eric yang menggenggam tangannya dan mengecup bibirnya dengan lembut.
"Di sana, kau harus ingat bahwa Aku selalu akan menunggumu pulang ke Indonesia dan kita pun akan segera menikah pada saat itu tiba. Cincin ini adalah simbolik cinta ku kepadamu." kata Eric menjelaskan tentang cincin berlian yang telah di berikan olehnya kepada Ella.
"Ya, Eric. Aku menerima lamaranmu dan Aku kan selalu setia menjaga hatimu." kata Ella sebelum berjalan ke arah dalam bandara menuju ke arah pesawat terbang menunggunya.
"Ecca, Aku mengajakmu ke pulau ini untuk Aku bisa melamarmu untuk menikah denganku.Apa kamu bersedia untuk menerima cintaku padamu ini? " ucap pemuda ini yang tak lain adalah salah seorang dari sepupunya Marco yang bernama Ricco Salim.
Ecca menangis tersedu-sedu melihat cincin unik yang diberikan oleh Ricco Salim kepadanya.Ia menganggukkan kepalanya lalu memeluk pria ini dengan senyuman dan airmata.
"Ya, Aku bersedia untuk menikah denganmu, Kak Eric." jawab gadis cantik ini dengan senyuman di bibirnya yang lembut.
"Terimakasih,Ecca." kata Ricco Salim memeluk gadis cantik dengan kasih sayang.
__ADS_1
Di sebuah daerah lainnya, ada seorang gadis lain yang berjalan dari tangga sebuah universitas di Jakarta. Gadis itu mengalungkan kedua lengan kepada seorang pria tampan yang menjemput gadis itu di kampusnya setelah ia wisuda.
"Stanley, kau datang ke kampusku?" tanya Astrid yang tersenyum bahagia melihat kekasihnya di depannya.
"Ya, tentu saja Aku takkan pernah melewatkan hari spesial untukmu, sayang." jawab Stanley di depannya meraih jemari tangannya.
"Terimakasih atas waktumu untuk datang ke acara wisuda ku dan Aku jngn kamu ikut acara pestanya bersama Mama dan Papa serta kakak dan adikku pada siang hari ini juga." kata Astrid tersenyum manis kepada Stanley sambil melihat ke arah keluarganya yang sudah menunggunya di dekat mobil keluarganya di parkir di kampus.
Stanley membalikkan badannya untuk melihat keluarga kekasihnya terutama Papa dan Mama Astrid lalu mengajak kekasihnya untuk berjalan ke arah keluarga kekasihnya untuk berkenalan dengan resmi.
"Selamat siang untuk Oom Steven dan Tante Via kenalkan Saya Stanley kekasihnya Astrid anak kalian." kata Stanley mengulurkan tangannya ke depan kedua orangtua kekasihnya dengan sikap sopan dan hormat.
"Ya, selamat siang juga untukmu, Stanley.Kami sudah lama mendengar tentang kamu dari anak kami ini. Mari kau bergabunglah dengan kami di acara pesta wisuda anak kami sebagai waktu yang tepat untuk meresmikan hubungan kalian." kata Papanya Astrid dengan sikap ramah dan baik kepada Stanley.
"Ya, O'om terimakasih banyak." jawab Stanley di depan kedua orangtuanya Astrid dengan sikap sopannya yang mendatangkan rasa suka dan sayang di hati kedua orangtua kekasihnya itu.
Di rumah Kediaman Salim yang megah ada Tuan besar Hendri Salim yang menandatangani surat ahli waris yang akan dilimpahkan kepada Marco cucunya yang tersayang melalui pengacaranya di ruang pribadinya.
"Papa, Kau benar-benar akan memberikannya kepada Marco setelah kamu mendapatkan kabar gembira darinya di USA karena anak itu berhasil meraih kesuksesan di karir, keluarga dan juga kehidupannya sendiri bersama dengan istrinya yang telah memberikannya seorang anak laki -laki pertama yang sesuai dengan persyaratan untuk menjadi pewaris tahta Kekaisaran bisnis mu. " kata Papanya Marco tersenyum bahagia di depan Tuan Besar Hendri Salim yang menatap langit malam di luar jendela ruangan pribadinya.
Dan cahaya rembulan menyebarluas ke seluruh dunia dan digantikan oleh matahari muda untuk Marco yang terbangun dari tidurnya dan cahaya cinta menerangi hidupnya bersama dengan istri cantik dan baik hati juga anak laki-laki yang amat tampan dan pintar. Ia pun merasakan betapa damainya dan bahagianya hidupnya itu.
__ADS_1
"Aku bersyukur atas anugerah terindah dihidup ku yang Aku dapatkan dari Tuhan." kata Marco yang menengok ke arah Salsa yang datang dari belakangnya. Ia meraih istrinya dan memeluknya dari belakang sambil menatap cahaya matahari muda dengan penuh semangat dan cinta yang besar.
______________________TAMAT__________________