
Zeva yang sudah merencanakan untuk Dennis di otaknya itu terenyuh hatinya ketika ia teringat akan masa depannya yang berada di tangan pria itu setelah ia resmi menikah dengan cucu dari Pak Hendri Salim sang milyuner Asia Pacific di Indonesia.
"Aku sudah membayar dokter yang menangani kesehatanku untuk pria itu selalu menjadi suami ku sampai kapanpun juga dengan menukar hasil laporan kesehatanku dengan laporan kesehatan orang lain yang menderita penyakit kanker perut stadium akhir." batin wanita muda yang melirik ke arah suaminya yang sedang memakai sepatu di dekatnya.
"Zeva, mari kita keluar dari hotel ini." kata Dennis meraih jemari Zeva lalu mereka berjalan keluar dari hotel mereka.
Zeva di sepanjang perjalanan menuju ke bandara internasional memegangi bagian bawah perut di samping Dennis yang merenung memikirkan apa yang harus dikatakannya kepada Opa-nya di Indonesia yang memintanya untuk pulang ke Indonesia secepatnya.
"Semoga bukan seperti yang Aku pikirkan saat ini." batin Dennis. Pria tampan itu memalingkan wajahnya dari istrinya dengan memandang ke arah jalanan di luar kaca mobil taksi online yang akan mengantarkannya dan istrinya ke bandara internasional.
*****
San Francisco's, USA.
Salsa mengambil beberapa buku akademik yang berada di laci lemari meja belajarnya untuk di taruh di dalam tasnya lalu memakai tasnya dan berjalan keluar dari kamarnya.
"Semangat Salsa untuk masa depanmu semakin cerah." kata Salsa pada dirinya sendiri sebelum membuka pintu kamarnya dan berjalan turun ke lantai bawah.
Di ruang tamu, Salsa bertemu dengan suaminya yang baru saja melewati pintu masuk. Ia terdiam sejenak dan suaminya menarik lengannya lalu ia merasakan pelukan hangat dari suaminya yang sudah dirindukannnya itu.
"Salsa, Aku minta maaf karena Aku sudah buat kamu mengalami kesulitan selama ini di awal pernikahan kita." kata Marco nada lembut.
__ADS_1
"Ya, tak apa, Kak Marco. Aku sudah memaafkan kamu kok asalkan kamu tak pernah mengulangi kesalahanmu lagi." kata Salsa melepaskan diri dari pelukan suaminya.
"Terimakasih Salsa.Di mulai dari hari ini Aku janji akan selalu ada untukmu." kata Marco dengan senyuman tulus kepada Salsa.
"Ya, Kak Marco sama-sama. Sekarang Aku harus berangkat ke kampus karena ini hari pertamaku masuk kuliah." kata Salsa menatapnya lembut.
"Hemm, ya Salsa.Selamat untukmu yang di mulai dari ini menjadi seorang mahasiswi cantik dan juga istri dari seorang Marco Antonio Brown Salim." kata Marco menundukkan wajahnya lalu mencium bibir Salsa.
Salsa pun tersenyum bahagia dan terlihat begitu bersemangat untuk memulai kehidupan barunya sebagai mahasiswi di universitas terbaik di kota Boston.Gadis itu sangat bahagia bisa berkuliah di kampus terkenal di dunia pendidikan Amerika Serikat. Sedangkan Marco memulai kembali cara hidup yang benar untuk membahagiakan istrinya dan keluarganya di Indonesia dengan bekerja sebagai wakil CEO perusahaan ternama yang di dirikan oleh Opa-nya.
Senyum cerah selalu menghiasi bibir mereka di awal hidup mereka sebagai sepasang suami dan istri yang saling mengerti dan memahami juga melengkapi satu sama lainnya sehingga tidak ada seorangpun yang dapat memisahkan cinta mereka berdua.
Dan, hari demi hari berlalu begitu cepat sehingga tidak terasa bahwa mereka sudah menjalani kehidupan pernikahan di usia muda selama satu tahun lebih walaupun mereka saat ini belum juga dikaruniai seorang anak namun hidup mereka selalu bahagia dan penuh cinta juga semangat untuk mengejar mimpi dan harapan mereka di masa depan.
"Salsa,selamat ya kau naik jabatan sebagai wakil manajer di perusahaan tempatmu bekerja." kata Marco begitu bangga dengan istrinya yang luar biasa pintar, dewasa, mandiri dan cantik.
"Terimakasih Kak Marco. Aku menjadi seperti sekarang ini semua berkat doa dan bantuanmu di dalam hidupku sehingga aku di usiaku yang di sekarang ini telah menjadi manajer."kata Salsa di depan suaminya yang memeluknya di sofa.
"Sama-sama, Salsa.Akupun sebagai suamimu di dalam hidupmu sangat bahagia dan bangga luar biasa terhadap dirimu." kata Marco menciumnya dengan kelembutan.
"Hmm, Kak Marco. Karena Aku sudah berusia dua puluh satu tahun. Ku rasa Aku bisa menjadi seorang Mama untuk anak-anakmu jika kamu sudah ingin menjadi seorang Papa muda di usia kamu sekarang ini dua puluh tujuh tahun." kata Salsa tersenyum tulus kepada Marco yang telah membaringkan dirinya di sofa ruang keluarga di rumah mereka yang megah.
__ADS_1
"Mmm,baiklah jika kamu sudah benar-benar siap untuk menjadi seorang wanita sesungguhnya di dalam hidupmu untukku maka Aku suamimu ini dapat mewujudkannya untukmu." kata Marco di atas tubuhnya yang masih berbalut busana tidur yang nyaman.
Salsa memejamkan sepasang matanya ketika ia melihat suaminya menundukkan wajahnya lalu menciumnya dan membuka busana tidurnya dan memulai kegiatan di tubuh mungilnya yang indah dan selalu menggoda iman suaminya.Dan, untuk kali ini ia merelakan dirinya seutuhnya kepada suaminya seorang sambil berdoa semoga Tuhan memberikan kebahagiaan bagi mereka berdua untuk kebahagiaan kehidupan keluarga mereka juga yang berada di Indonesia.
Keesokan harinya, Salsa terbangun dari tidurnya di tempat tidur yang nyaman dan menemukan suaminya membawakan sarapan pagi yang lezat untuknya seraya tersenyum begitu penuh cinta kepadanya.
"Selamat pagi istriku. Ini Aku bawakan sarapan pagi yang lezat untukmu." kata Marco menaruh nampan di pangkuan Salsa seraya memberikan kecupan lembut di bibirnya.
"Ya, selamat pagi juga Kak Marco.Terimakasih ya untuk sarapan pagi yang lezat ini." kata Salsa yang mengambil garpu dan pisau untuk ambil sarapannya yang berupa sepiring sandwich rasa ikan salmon, kentang goreng, salad sayur dan buah juga segelas susu hangat.
Selagi Marco menunggu istrinya sarapan pagi di kamar mereka tiba-tiba terdengar dering hpnya di meja kecil dekat lampu hias di dekat tempat tidur. Ia cepat mengambil dan membuka hpnya lalu terkejut dengan berita dari WA yang telah di kirimkan oleh Papanya di Indonesia untuknya dan Salsa.
"Ada berita apa dari Indonesia, Kak Marco?" tanya Salsa dengan nada lembut kepada Marco di tepi tempat tidur.
"Dennis." jawab Marco dengan wajah sedih pada Salsa yang menyentuh pipinya dengan sentuhan tangan halus dan mungil.
"Kenapa dengan Kak Dennis, Kak Marco? " tanya Salsa dengan suara bergetar kepada Marco.
"Dia meninggal dunia. " jawab Marco menangis.
"Ehhhhh? " Salsa juga menangis setelah dengar berita ini dari Marco.
__ADS_1
"Dia mengalami kecelakaan pesawat di dalam perjalanan kembali ke Indonesia.Ia dan istrinya Zeva berada di dalam pesawat itu yang jatuh ke laut." Marco memeluk istrinya yang menangis di tempat tidur.
Bersambung!!